Entertainment

Headlines News :

Advertise

Welcome Guys

    Title 1

    Slider Bar

    Recent News

    Tampilkan postingan dengan label Tokoh Agama. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Tokoh Agama. Tampilkan semua postingan

    Santo Nicholas - Legenda Sinterklas

    Santo Nicholas lahir di Patara , Lycia et Pamfilia , Turki pada tanggal 15 Maret 270. Dia terkenal karena pengorbanannya bagi semua umat, yang kelak dikenal sebagai Nikolaos The Wonderworker.
     

    Dia mempunyai rahasia yaitu rahasia pemberian hadiah, seperti meletakkan koin dalam sepatu orang-orang yang meninggalkan sepatu mereka diluar, memanjat cerobong asap dan memberikan bantuan makanan dan pakaian, maka dengan demikian, ia menjadi model untuk Santa Claus. Hari raya Santo Nicholas dirayakan pada tanggal 6 Desember. 

    Saint Nicholas adalah santo pelindung para pelaut, pedagang, pahlawan , pencuri, anak , pemukut cukai dan mahasiswa di berbagai kota dan negara di seluruh Eropa. Dia juga pelindung Varangian Guard para kaisar Bizantium , yang melindungi peninggalan di Bari.

    Di kalangan Gereja Timur, ia dihormati sebagai pelindung para pelaut; sedangkan di Gereja Barat, ia dihormati sebagai pelindung anak-anak, dan pembantu para gadis miskin yang tidak mampu menyelenggarakan perkawinannya. Namun riwayat hidupnya tidak banyak diketahui, selain bahwa ia dipilih menjadi Uskup kota Myra pada abad keempat yang berkedudukan di Lycia. Ia seorang uskup yang lugu, penuh semangat dan gigih membela orang-orang yang tertindas dan para fakir miskin.

    Pada masa penganiayaan dan penyebaran ajaran-ajaran sesat, ia menguatkan iman umatnya dan melindungi mereka dari pengaruh ajaran-ajaran sesat. Ketenaran namanya sebagai uskup melahirkan berbagai cerita sanjungan. Sangat banyak cerita yang menarik dan mengharukan.

    Ia adalah putra tunggal dari orang tua Kristen yang kaya bernama Epifanius dan Johanna. 

    Dia sangat religius meskipun masih kecil, dan menurut legenda, Nicholas dikatakan telah ketat melakukan puasa kanonik Rabu dan Jumat. Orangtua kaya itu meninggal karena epidemi sementara Nicholas masih muda dan dia kemudian diasuh oleh pamannya-juga bernama Nicholas-yang adalah uskup dari Patara. Dia mengajarkan Nicholas muda membaca dan kemudian mentahbiskan Nicholas sebagai imam. 

    Pada 325, ia adalah salah satu dari banyak uskup yang menjawab permintaan Constantine dan muncul di Konsili Nicea . Ada cerita, bahwa Nicolas adalah pengikut setia anti- Arian dan pembela posisi Kristen Ortodoks, dan salah satu uskup yang menandatangani Pengakuan Iman Nicea .  

    Gereja legenda menyatakan bahwa selama proses di Nicea, Nicolas menjadi sangat marah pada posisi Arius yang menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah makhluk ciptaan, dan tidak sepenuhnya Allah. Maka ia pun berjalan ke Arius dan menampar wajahnya. 

    Santo Nicholas meninggal pada tanggal 6 Desember 340. Menurut legenda setempat, beberapa jenazahnya dibawa oleh tiga peziarah ke sebuah gereja di tempat yang sekarang dinamai Nikolausberg sesuai dengan namanya menurut orang Jerman.
     
    Dikatakan bahwa di Myra terdapat peninggalan Saint Nicholas dimana setiap tahun memancarkan cairan yang encer yang jelas yang berbau seperti air mawar, yang disebut manna (atau mur ), yang diyakini oleh umat beriman memiliki keajaiban kekuasaan.  

    Setelah peninggalan dibawa ke Bari , mereka terus melakukannya, banyak sukacita dari pemilik baru. Botol mur dari relik itu telah diambil di seluruh dunia selama berabad-abad, dan masih dapat diperoleh dari gerejanya di Bari. Bahkan sampai hari ini, sebotol manna diekstrak dari makam Saint Nicholas setiap tahun pada 6 Desember oleh para ulama dari basilika. Mur dikumpulkan dalam sarkofagus yang terletak di kubah Basilika dan dapat diperoleh di toko di dekatnya.  

    Cairan tersebut secara bertahap merembes keluar dari kubur, tetapi tidak jelas apakah itu berasal dari tubuh dalam kubur, atau dari marmer itu sendiri, karena kota Bari adalah pelabuhan, dan makam berada di bawah permukaan laut , ada beberapa penjelasan secara alami mengenai cairan manna, termasuk pengalihan air laut ke makam oleh gaya kapiler.


    Pada tahun 1993 sebuah kuburan ditemukan di pulau Turki kecil Gemile , sebelah timur dari Rhodes , yang sejarawan percaya adalah makam Saint Nicholas. 





    Cerita
    Legenda lain  menceritakan bagaimana kelaparan yang parah melanda sebuah pulau. Saint Nicholas, mengunjungi wilayah untuk merawat yang lapar, tidak hanya melihat kejahatan yang mengerikan tetapi ia juga membangkitkan tiga anak laki-laki dengan doa-doanya.  

    Salah satu versi mengatakan bahwa dia bisanya melemparkan satu tas selama tiga malam berturut-turut. Dia melempar dompet selama tiga tahun, setiap malam sebelum salah satu dari anak-anak perempuan  lahir. Selalu, setiap kali sang ayah dari anak perempuan menunggu, mencoba untuk menemukan identitas sang dermawan.

    Selama bencana kelaparan besar yang terjadi di Myra pada tahun 311-312, sebuah kapal berada di pelabuhan , yang penuh dengan gandum untuk Kaisar di Konstantinopel. Nicholas mengundang para pelaut untuk membongkar bagian dari gandum untuk membantu warga sekitar yang sedang kelaparan.  

    Para pelaut pada awalnya tidak menyukai permintaan, karena gandum harus ditimbang secara akurat dan harus diberi kepada Kaisar. Tetapi ketika Nicholas berjanji kepada mereka bahwa mereka tidak akan menderita kerugian karena kekurangan gandum, para pelaut setuju.  Akhirnya para pelaut meninggalkan hampir sebagian di daerah itu.

    Ketika mereka tiba kemudian di ibukota untuk menyerahkan gandum tersebut kepada kaisar, mereka sangat terkejut:. Berat beban tidak berubah, meskipun gandum telah diberi di Myra yang sudah cukup untuk dua tahun penuh dan bahkan bisa digunakan untuk disemai.

    Legenda Sinterklas 
    St Nicholas membuat terobosan pertama ke dalam budaya populer Amerika menjelang akhir abad ke-18. Pada bulan Desember 1773, dan juga pada tahun 1774, sebuah surat kabar New York melaporkan bahwa kelompok-kelompok keluarga Belanda telah berkumpul untuk menghormati ulang tahun kematiannya.

    Nama Sinterklas (Santa Claus) berevolusi dari julukan Belanda Nick, Sinter Klaas, bentuk singkat dari Sint Nikolaas (Belanda untuk Saint Nicholas). Pada tahun 1804, John Pintard, anggota Society New York Historical, didistribusikan ukiran kayu dari St Nicholas pada pertemuan tahunan masyarakat. Latar belakang berisi ukiran yang kini akrab gambar Santa termasuk stoking penuh dengan mainan dan buah menggantung di atas perapian. Pada tahun 1809, Washington Irving membantu mempopulerkan cerita Sinter Klaas ketika ia disebut St Nikolas sebagai santo pelindung dari New York dalam bukunya, The History of New York. 


     Sinter Klaas digambarkan sebagai segala sesuatu dari "rascal" dengan topi tiga terpojok biru, rompi merah, dan stoking kuning untuk seorang pria yang mengenakan topi bertepi lebar dan "sepasang batang besar selang Flemish." 

    Sumber, en.wikipedia.org
                 nicholasadityas.blogspot.com 
                 nukay81.blogspot.com 

    Franciscus Seda - A man for all seasons!

    Franciscus Xaverius Seda (lahir di Flores, Nusa Tenggara Timur, 4 Oktober 1926 – meninggal di Jakarta, 31 Desember 2009 pada umur 83 tahun) adalah seorang politikus, menteri, tokoh gereja, pengamat politik, dan pengusaha Indonesia.

    “A man for all seasons!”
    Sebuah julukan yang diberikan seorang wartawan ternama Indonesia kepada Frans Seda dalam salah satu tulisan menyambut ulang tahun tokoh tiga zaman ini yang ke-80 pada tahun 2006 yang lalu. Julukan itu tentu berdasarkan pantauan sang penulis yang kerap melihat jejak keterlibatan Frans Seda dalam sejarah perjuangan dan pembangunan bangsa Indonesia.

    Saat masih muda, beliau sudah bergabung dengan Laskar KRIS (Kebangkitan Rakyat Indonesia Sulawesi) dan anggota Batalyon Paraja/Lasykar Rakyat GRISK/TNI Masyarakat (1945-1950) untuk berjuang melawan Belanda.  Di dunia organisasi pemuda, Frans Seda sempat menjadi Ketua Pemuda Indonesia di Surabaya; anggota Panitia Pembubaran Negara Jawa Timur dan DPR Sementara Daerah Jawa Timur (RI) mewakili Pemuda; anggota Panitia Kongres Pemuda di Surabaya; anggota Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Belanda; serta pendiri/pengurus Ikatan Mahasiswa Katolik Indonesia (IMKI) di Belanda (1950-1956). Sepulang dari meraih gelar Doctorandus bidang Ekonomi di Tilburg, Belanda, karirnya segera melesat dalam dunia politik, pemerintahan, maupun dalam pengabdiannya kepada Gereja. Keaktifannya di Partai Katolik mengantarkannya pada jabatan Wakil Ketua dan kemudian menjadi Ketua Umum Partai Katolik. Pada tahun 1960, Frans Seda masuk Parlemen sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPRGR) dan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) mewakili Golongan Katolik. Ketika terjadi gejolak antara Indonesia dan Kerajaan Belanda dalam kaitannya dengan persoalan Irian Barat, beliau amat piawai untuk berdiplomasi. Hal inilah yang membuat Parlemen Belanda yang saat itu dikuasai Partai Katolik Belanda (KVP) menerima Bunker Plan yang berujung pada masuknya Irian Barat ke Republik Indonesia.

    Selain menjadi Menteri Perkebunan (1964-1966) pada usia 38 tahun dan kemudian menjadi Menteri Pertanian (1966) pada situasi Negara yang memanas, tidak boleh dilupakan pula bahwa beliau menjadi Menteri Keuangan (1966-1968) dalam keadaan keuangan Republik Indonesia di awal Orde Baru yang sangat tidak baik. Prestasi Frans Seda yang layak diapresiasi pada masa ini adalah bahwa Frans Seda mampu membawa ekonomi Indonesia ke arah yang lebih stabil setelah didera inflasi hingga 650%, mengarahkan Indonesia kembali dalam pergaulan masyarakat internasional, menerapkan kesatuan penganggaran Pemerintah pada Kementerian Keuangan serta menerapkan model anggaran penerimaan dan belanja yang berimbang; dua hal penting yang hingga kini masih diterapkan dalam dunia keuangan Indonesia. Inilah yang menurut pendapat Emil Salim, salah satu sahabat dekatnya adalah tidak berlebihan apabila kita menyebutnya sebagai Pahlawan Keuangan Indonesia. Banyak hal pula yang dilakukannya ketika menjadi Menteri Perhubungan, Telekomunikasi, dan Pariwisata (1968-1973), seperti merintis penerbangan dan pelayaran perintis di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Indonesia bagian Timur, merintis penggunaan satelit telekomunikasi Palapa, serta beberapa kawasan wisata unggulan seperti di Nusa Dua, Bali. Sesudahnya Frans Seda kemudian mendapatkan sederet jabatan di berbagai bidang, seperti: Duta Besar Republik Indonesia di Brussels untuk Masyarakat Ekonomi Eropa, Kerajaan Belgia dan Luxembourg (1973-1976); anggota Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia (1978-1983), hingga menjadi penasihat Presiden.

    Beliau juga seorang pendidik yang ingin mendidik insan-insan Indonesia menjadi pemikir bukan hanya praktisi tanpa dasar pemikiran. Warisannya yang nyata di dunia pendidikan adalah Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (Unika Atma Jaya) dan PPM (Pembinaan dan Pendidikan Manajemen). Unika Atma Jaya didirikannya bersama rekan-rekannya dari IMKI dan PMKRI pada 1 Juni 1960 dengan modal hanya Rp 500,- (lima ratus rupiah). Kiprahnya di Unika Atma Jaya diawali dengan menjadi Dekan pertama Fakultas Ekonomi sekaligus menjadi Rektor yang pertama kali, selanjutnya sebagai Ketua Umum Yayasan Atma Jaya selama beberapa periode, Ketua Kehormatan Yayasan Atma Jaya, dan bahkan pada saat Frans Seda meninggal pada akhir tahun 2009, beliau masih tercatat sebagai Ketua Pembina Yayasan Atma Jaya.

    Frans Seda sungguh-sungguh mengamini tekadnya mengabdi Tanah Air sebagai jembatan mengabdi kepada Tuhan dalam karya-karya yang nyata di berbagai bidang. Dengan caranya Frans Seda tidak hanya ikut menanam, tetapi juga membantu menumbuhkan dan mengembangkan keindonesiaan melalui karya dan pergaulannya.



    RIWAYAT HIDUP FRANS SEDA



    Nama Lengkap              : Fransiskus Xaverius Seda

    Tempat & Tgl. Lahir       Maumere, FloresNTT. 4 Oktober 1926

    Nama Lengkap              : Fransiskus Xaverius Seda

    Tempat & Tgl. Lahir       : Maumere, Flores, NTT. 4 Oktober 1926

    Agama                          : Katolik-Roma

    Pendidikan                    : Fakultas Ekonomi, The Catholic University in Tilburg (Netherlands), 1956.





    A.    Dalam Pemerintahan/Lembaga Tinggi Negara:

    Pemerintahan Presiden Soekarno:

    1964 – 1966      : Menteri Perkebunan

    1966                 : Menteri Pertanian



    Pemerintahan Presiden Soeharto:

    1966 – 1968      : Menteri Keuangan

    1968 – 1973      : Menteri Perhubungan, Telekomunikasi & Pariwisata

    1973 – 1976      : Duta Besar RI di Brussels untuk Masyarakat Ekonomi  Eropa, Kerajaan Belgia dan   Luxemburg.

    1976 – 1978      : Anggota Dewan Pertimbangan Agung RI.

    1996            : Anggota Dewan Penasehat Dewan Pengembangan  Kawasan Timur Indonesia (DP-KTI) dibawah pimpinan Presiden Soeharto kemudian dilanjutkan oleh Presiden BJ Habibie.

    1998                      : Penasehat Presiden BJ Habibie/Pemerintah RI untuk Bidang Ekonomi.

    1999             : Penasehat Megawati Soekarnoputri sebagai Wakil Presiden dan kemudian sebagai    Presiden RI.



    B.    Dalam Dunia Politik:

    1956 – 1968      : Wakil Ketua, kemudian menjadi Ketua Umum Partai Katolik.

    1960 – 1964     : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong  (DPRGR) dan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS), mewakili Golongan Katolik.

    Sejak 1971        : Anggota Dewan Penasehat Partai Demokrasi Indonesia (PDI), kemudian menjadi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

    1997                                 : Anggota Dewan Petimbangan Pusat / DEPERPU PDI - Perjuangan.



    C.    Dalam Dunia Usaha:

    *         Ketua Karwell Group (Pabrik Tekstil untuk Ekspor).

    *         Presiden Komisaris PT Kompas Media Nusantara (Harian Kompas).

    *         Presiden Komisaris Percetakan dan Penerbitan Gramedia.

    *         Presiden Komisaris PT Bank Shinta Indonesia.

    *         Presiden Komisaris PT Pantara Wisata Jaya (kerja sama dengan Japan Airlines dalam bidang Promosi Pariwisata).

    *         Presiden Komisaris PT Saowisata Seaside & Diving Resort.

    *         Presiden Komisaris PT Hindoli  (kerja sama antara PT Gowa Manurung Jaya & perusahaan Amerika PT Cargill dalam Perkebunan Kelapa Sawit, Sumatera Selatan).

    *         Anggota Dewan Komisaris PT Bayer Indonesia.

    *         Presiden Komisaris PT Philips Indonesia.

    *         Presiden Komisaris PT BritishAmerican Tobacco (PT B.A.T.).

    *         Ketua Dewan Penasehat Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API).

    *         Ketua PT Sumberdaya Internusa – Consultant.

    *         Ketua Asosiasi Indonesia – Netherland (INA).

    *         Ketua Dewan Pembina Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI).

    *         Ketua Joint Policy Committee/Memorandum of Understanding antara Kawasan Timur Indonesia dan Northern Territory – Australia.

    *         Kepala Perwakilan Pemerintah Northern Territory-Australia di Indonesia.

    *         Anggota Dewan Penyantun Pusat Kajian Australia – Universitas Indonesia (PKA-UI).

    *         Ketua Forum Indonesia-Nederland (FINED).



    D.    Dalam Dunia Pendidikan dan Kegiatan Lain:

    1960                : Pendiri dan Ketua Umum Yayasan Atma Jaya/Pendiri Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, dewasa ini menjadi Ketua Pembina Yayasan Atma Jaya.

    1961 – 1964      : Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.



    *) Penasehat Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK).

    *) Ketua Yayasan Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (PPM).

    *) Ketua Bidang Dana Komite Olahraga Nasional Indonesia.

    *) Anggota Dewan Harian Nasional Angkatan 45, Ketua Bidang Ekubang.

    *) Anggota Komisi Kepausan untuk Keadilan dan Perdamaian (Iustitia et Pax) di Roma/Vatican.

    *) Anggota Dewan Pertimbangan Palang Merah Indonesia Pusat.



    E.    Bintang-Bintang Kehormatan:

    1.     Grandcross of St. Silvester – 1964, dari Paus Paulus VI di Vatican.

    2.     Grandcross in de Orde van Oranje Nassau dari Kerajaan Belanda.

    3.     Grandcross de L’Ordre Royal du Saha Metrei – 1968, dari (bekas) Kerajaan Kamboja.

    4.   Commander in the Order of Maritime Merit dari State California (USA) dan San Fransisco Port Authority – 6 September 1968, Gubernur Ronald Reagan.

    5.     Grandcross de L’Ordre de Leopold II – 4 Juni 1970, Kerajaan Belgia.

    6.     Grandcross of St. Thomas University – 1972, Filipina.

    7.     Bintang Mahaputra Adipradana II – 10 Maret 1973, Republik Indonesia.

    8.     Honorary Member of The Order of The Australia (in Recognition for Service to the Development of Trade Links Between Australian and Indonesia) – Agustus 1999, Pemerintah Australia

    Sumber, Wikipedia
                  franssedaaward.atmajaya.ac.id

    Mahmud Ahmadinejad - Presiden Iran



    Mahmud Ahmadinejad atau bisa dibaca Ahmadinezhad (bahasa Persia: محمود احمدی‌نژاد ; lahir di Aradan, Iran, 28 Oktober 1956; umur 55 tahun) adalah Presiden Iran yang keenam dan memperoleh 61.91% suara pemilih pada pilpres Iran tanggal 24 Juni 2005. Jabatan kepresidenannya dimulai pada 3 Agustus 2005. Ia pernah menjabat walikota Teheran dari 3 Mei 2003 hingga 28 Juni 2005 waktu ia terpilih sebagai presiden. Ia dikenal secara luas sebagai seorang tokoh konservatif yang sangat loyal terhadap nilai-nilai Revolusi Islam Iran, 1979.



    Keluarga
    Lahir di daerah desa pertanian Aradan, dekat Garmsar, sekitar 120 kilometer arah tenggara Teheran. Dia merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara, berasal dari keluarga Syiah. Orang tuanya,seorang Tukang Besi, Ahmad Saborjihan, memberi nama Mahmud Saborjihan saat lahir. Dia menggunakan nama tersebut hingga sebuah keputusan besar mendorong keluarganya untuk hijrah ke Teheran pada paruh kedua tahun 1950-an. Di Teheran, ayahnya mengubah namanya menjadi Mahmud Ahmadinejad sebagai isyarat religiusitas dan semangat mencari kehidupan yang lebih baik, karena Saborjihan dalam bahasa Parsi berarti pelukis karpet, pekerjaan yang jamak dilakukan di sentra karpet seperti Aradan, sedangkan Ahmadinejad berarti ras yang unggul, bijak dan paripurna.


    Pendidikan
    Dia lulus dari Universitas Sains dan Teknologi Iran (IUST) dengan gelar doktor dalam bidang teknik dan perencanaan lalu lintas dan transportasi.

    Pada tahun 1980, dia adalah ketua perwakilan IUST untuk perkumpulan mahasiswa, dan terlibat dalam pendirian Kantor untuk Pereratan Persatuan (daftar-e tahkim-e vahdat), organisasi mahasiswa yang berada di balik perebutan Kedubes Amerika Serikat yang mengakibatkan terjadinya krisis sandera Iran.

    Bergabung dengan Imam Khomeini
    Pada masa Perang Iran-Irak, Ahmedinejad bergabung dengan Korps Pengawal Revolusi Islam pada tahun 1986. Dia terlibat dalam misi-misi di Kirkuk, Irak. Dia kemudian menjadi insinyur kepala pasukan keenam Korps dan kepala staf Korps di sebelah barat Iran. Setelah perang, dia bertugas sebagai wakil gubernur dan gubernur Maku dan Khoy, Penasehat Menteri Kebudayaan dan Ajaran Islam, dan gubernur provinsi Ardabil dari 1993 hingga Oktober 1997.


    Walikota Teheran
    Ahmadinejad lalu terpilih sebagai walikota Teheran pada Mei 2003. Dalam masa tugasnya, dia mengembalikan banyak perubahan yang dilakukan walikota-walikota sebelumnya yang lebih moderat dan reformis, dan mementingkan nilai-nilai keagamaan dalam kegiatan-kegiatan di pusat-pusat kebudayaan. Selain itu, dia juga menjadi semacam manajer dalam harian Hamshahri dan memecat sang editor, Mohammad Atrianfar, pada 13 Juni 2005, beberapa hari sebelum pemilu presiden, karena tidak mendukungnya dalam pemilu tersebut.

    Presiden Mohammad Khatami pernah melarangnya menghadiri pertemuan Dewan Menteri, suatu hak yang biasa diberikan kepada para walikota Teheran. Hal ini dikarenakan pada waktu Khatami menuju Universitas Teheran, Khatami terjebak macet. Khatami mengkritik Ahmadinejad yang saat itu menjabat walikota Teheran. Namun bukannya tergesa-gesa membereskan masalah tersebut, Ahmadinejad justru berkata: "Bersyukurlah karena presiden kita telah merasakan kehidupan rakyatnya yang sesungguhnya". Namun Ahmadinejad tetap santai menghadapi larangan tersebut.


    Sebagai Presiden Iran
    Setelah dua tahun sebagai walikota Teheran, Ahmadinejad lalu terpilih sebagai presiden baru Iran. Tak lama setelah terpilih, pada 29 Juni 2005, sempat muncul tuduhan bahwa ia terlibat dalam krisis sandera Iran pada tahun 1979. Iran Focus mengklaim bahwa sebuah foto yang dikeluarkannya menunjukkan Ahmadinejad sedang berjalan menuntun para sandera dalam peristiwa tersebut, namun tuduhan ini tidak pernah dapat dibuktikan.


    Kontroversi
    Kutipan pernyataannya dalam sebuah pertemuan di hadapan para mahasiswa pada 26 Oktober 2005 dari pernyataan Ayatollah Khomeini yang menyerukan agar Israel "dihapus dari peta dunia" memicu kontroversi. Selain, menuai kecaman dari berbagai pemimpin dunia, termasuk Presiden Shimon Peres. Peres bahkan membalas dengan menuntut agar Iran dikeluarkan dari keanggotaan di Perserikatan Bangsa-bangsa.

    Pernyataan yang kontroversial ini diulang kembali pada 14 Desember 2005. Saat itu, ia berkata bahwa Holocaust (peristiwa pembantaian terhadap kaum Yahudi oleh rezim Nazi pada masa Perang Dunia II) hanyalah sebuah mitos yang digunakan bangsa Eropa untuk menciptakan negara Yahudi di jantung dunia Islam. Ia juga sempat menyelenggarakan konferensi tentang Holocaust.

    Sementara, kritik dalam negeri mengenai kebijakan domestik dan luar negeri terus mengalir deras. Kritik datang dari tokoh ulama besar Ayatollah Hossein Ali Montazeri. Merujuk retorika Ahmadinejad terhadap Amerika Serikat, Montazeri menyatakan bahwa sangat perlu bertindak logis terhadap musuh dan tidak memprovokasi. Bagi Montazeri, ekstremisme tidak berbuah baik untuk rakyat.

    Iran menegaskan bahwa pengembangan teknologi nuklir merupakan hak yang tidak bisa disangkal meskipun Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi yang menuntut Iran untuk menghentikan program pengayaan uranium. Ahmadinejad mendapat kritikan dari kalangan konservatif maupun reformis mengenai kebijakan ekonominya dan cara dia menangani isu nuklir Iran.


    Keturunan Yahudi
    Sebuah artikel pada koran Inggris, The Daily Telegraph yang diterbitkan pada tanggal 3 Oktober 2009, menampilkan foto Mahmud Ahmadinejad yang diambil selama pemilu Iran. Dalam foto itu terlihat ia sedang menunjukkan surat identitasnya dengan nama keluarga sebelumnya "Sabourjian", "nama Yahudi terkenal di Iran". Artikel tersebut mengklaim bahwa Sabourjian berarti "penenun dari Sabour," nama untuk tallit Yahudi di Persia. Artikel itu juga mengklaim bahwa keluarganya masuk Islam dan mengubah nama keluarga setelah Ahmadinejad lahir. Artikel tersebut mengutip seorang ahli yang mengatakan bahwa akar Yahudi Ahmadinejad, jika benar, akan menjelaskan kebencian terhadap Yudaisme dan Israel: "Setiap keluarga yang berpindah ke agama yang berbeda mengambil identitas baru dengan mengutuk iman lama mereka."

    Namun, menurut para ahli Iran yang diwawancarai oleh Guardian, "tidak ada makna semacam itu untuk kata 'sabour' dalam salah satu dialek Yahudi Persia, juga tidak berarti selendang doa Yahudi di Persia," nama itu sebenarnya berarti "pelukis benang," leluhur Ahmadinejad diketahui sebagai Muslim, dan kerabat Ahmadinejad mengatakan dia mengadopsi nama baru pada saat pindah ke Teheran, untuk menghindari diskriminasi berdasarkan akar pedesaannya.


    Serba-serbi
    Rencana menonton timnya berlaga di Piala Dunia 2006 di Jerman dihambat berbagai elemen masyarakat setempat, sehingga izin tidak diberikan. Bahkan warga Yahudi di Jerman menentang kehadirannya mengingat pernyataannya seputar Holocaust. "Penyangkalan kekejaman Nazi adalah pelanggaran serius di Jerman," kata Charlotte Knobloch, Ketua Central Council Jews. Knobloch menuding Ahmadinejad sebagai "Hitler kedua". Menteri Dalam Negeri Jerman Guenther Beckstein menyatakan, "Kami harus menegaskan bahwa ia tak diinginkan di sini. Lebih baik ia tak usah datang."




    Kutipan
    • Mereka telah menciptakan mitos bernama Holocaust dan menganggapnya lebih penting dari Tuhan, agama, dan para rasul.
    • "indifference of some governments and powers towards the teachings of the divine prophets, especially those of Jesus Christ".
    • "Jika Yesus berada di bumi saat ini, tidak diragukan lagi, dia akan menaikkan bendera keadilan dan cinta atas sesama untuk melawan penyeru peperangan, teroris dan pengganggu kehidupan manusia di seluruh dunia," "Saya berdoa untuk tahun baru akan menjadi tahun kebahagian, kemakmuran, perdamaian dan persaudaraan untuk sesama. Saya berharap agar semuanya sukses dan bahagia"

    Presiden Yang Rendah Diri
    Mungkin kisah ini bisa mengispirasi pemimpin-pemimpin di negara kita, tentang tanggung jawabnya, kereligousanya, kesederhanaanya, dan semunya tentang presiden iran ini, yuk kita simak kisah pribadinya mulai dari cara hidup dan bagaimana beliau ini mempertahankan kesejahteraan warganya, untuk para pemimpin negeri ini harap baca profil berikut ini...!!!!!

    - Presiden Iran saat ini: Mahmoud Ahmadinejad, ketika di wawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya:
    -Wartawan bertanya: "Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?"
    -Jawabnya: "Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:
    "Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran ."

    Berikut adalah gambaran Ahmadinejad yang belum tentu orang ketahui, dan pasti yang membuat orang ternganga dan terheran-heran :

    1. Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan
    Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid-masjid di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.

    2. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP,
    Lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.

    3. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.

    4. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri-menterinya untuk datang kepadanya dan menteri-menteri tersebut akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan-arahan darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri-menterinya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri-menteri tersebut berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.

    5. Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran.
    Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu-satunya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.

    6. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.

    7. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya.
    Hanya itulah yang dimilikinya, seorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan. Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.

    8. Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yang selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan.
    roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.

    9. Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan,
    ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

    10. Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri-menterinya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sudah dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri-menterinya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal-hal seperti itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.

    11. Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yang tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut.
    Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?
    Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal-pengawalnya yang selalu mengikuti kemanapun ia pergi.
    Menurut koran Wifaq, foto-foto yang diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk Amerika.

    12. Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka

    13. Bahkan ketika suara azan berkumandang,
    Ia langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa

    14. baru-baru ini dia baru saja mempunyai Hajatan Besar Yaitu Menikahkan Puteranya. Tapi pernikahan putra Presiden ini hanya layaknya pernikahan kaum Buruh. Berikut dokumentasi pernikahan Putra Seorang Presiden


    -Pemandangan seperti ini sangat berbeda jauh dengan yang ada di Indonesia.

    -Untuk masalah kesederhanaan, silahkan anda bandingkan sendiri dengan Presiden kita Susilo Bambang Yudhoyono yang masih curhat dengan gajinya, ......

    -Semoga gambaran pemimpin yang sederhana dan bertanggung jawab ini segera bisa diwujudkan di Indonesia, Amiiiiiin........


    Sumber, Wikipedia
                    zariyat.blogspot.com

    Faust vrancic - Pencipta Parasut

    Faust vrancic lahir pada 17 januari 1551 di Kroasia. Orang Eropa menyebutnya Faust Veranzio , sedangkan warga di tempat kelahirannya menyebutnya homo Volans atau manusia terbang. Faust yang adalah ahli matematika dan juga sebagai seorang Uskup menemukan parasut pada tahun 1617.

    Fausto lahir di Sebenico di Kroasia keluarga bangsawan dari jumlah Veranzio (cabang yang kemudian bergabung dengan keluarga Draganić, menciptakan Hitungan Draganić-Veranzio), sebuah keluarga terkenal dari penulis.

    Dia adalah anak dari Michele Veranzio, seorang penyair Latin, dan kemenakan Antonio ( Kroasia : Antun Vrancic), Uskup Agung Esztergom (1504-1573), seorang diplomat dan pegawai negeri, yang berhubungan dengan Erasmus ( 1465-1536), Philipp Melanchthon (1497-1560), dan Nikola Subic Zrinski (1508-1566), yang mengambil Fausto dengan dia selama beberapa palung perjalanannya Hungaria dan Republik Venesia. ibu Fausto adalah dari Berislavić keluarga. Saudaranya, Giovanni, meninggal masih muda dalam pertempuran.

    Sementara tempat tinggal utama keluarga berada di kota Šibenik , mereka memiliki sebuah rumah musim panas yang besar di pulau Prvić , dalam Šepurine tempat, tempat tetangga untuk Prvić Luka (di mana ia dimakamkan di gereja lokal). Benteng barok yang digunakan oleh keluarga Vrancic sebagai tempat tinggal musim panas sekarang dalam kepemilikan keluarga Draganić.

    Sebagai seorang pemuda, Veranzio adalah tertarik pada ilmu pengetahuan. Masih anak-anak, ia pindah ke Venesia , di mana dia menghadiri sekolah, dan kemudian ke Padua untuk bergabung dengan Universitas , di mana ia berfokus pada hukum , fisika , teknik dan mekanik .

    Di istana Raja Rudolf II , dalam Hradcany Castle di Praha, Veranzio adalah rektor untuk Hungaria dan Transylvania sering bersentuhan dengan Johannes Kepler dan Tycho Brahe . Setelah kematian istrinya, Veranzio berangkat ke Hungaria. Pada 1598, ia mendapat gelar Csanadiensis episcopus di partibus (bahkan jika ia tidak pernah menginjakkan kaki di Csanád). Pada 1609, kembali di Venice, ia bergabung dengan persaudaraan Santo Paulus dari Tarsus ( barnabites ) dan dirinya berkomitmen untuk mempelajari ilmu pengetahuan. Veranzio meninggal tahun 1617 di Venice dan dimakamkan di Dalmatia, dekat Countryhouse keluarganya.

    Salah satu ilustrasi dalam Machinae Novae adalah sketsa parasut dijuluki Homo Volans ("Manusia Terbang"). Setelah diperiksa Leonardo da Vinci 's kasar sketsa dari parasut , Veranzio dirancang parasut sendiri. Paolo Guidotti (sekitar 1590) sudah berusaha untuk melaksanakan teori Da Vinci, berakhir dengan jatuh di atap rumah dan patah tulang pahanya, tetapi sementara Francis Godwin menulis roman terbangnya Man ​​di Moone , Fausto Veranzio secara luas diyakini telah melakukan percobaan parasut melompat untuk nyata dan, karena itu, untuk menjadi orang pertama yang membangun dan menguji parasut: menurut cerita diteruskan, Veranzio, tahun 1617, sekarang lebih dari enam puluh lima tahun, dilaksanakan desain dan diuji parasut dengan melompat dari Campanile St Markus di Venesia. Hal ini umumnya menambahkan bahwa acara ini didokumentasikan sekitar 30 tahun kemudian dalam sebuah buku Magick Matematika atau, Keajaiban yang dapat Dilakukan oleh Geometri Mesin (London, 1648) yang ditulis oleh John Wilkins , sekretaris dari Royal Society di London.

    Namun, John Wilkins, dalam Magick Matematika, menulis tentang terbang dan tentang persuasi bahwa terbang akan mungkin. Orang melompat dari menara tinggi dan metode memperlambat kejatuhan mereka tidak kepeduliannya. Risalah-Nya bahkan tidak menyebutkan nama Fausto Veranzio juga tidak mendokumentasikan setiap melompat dengan parasut atau acara sama sekali dalam 1617.

    Selain itu, cerita tentang lompatan Veranzio itu tidak menjelaskan apa yang mungkin telah memotivasi seorang kanselir mantan Kaisar Romawi Suci dan diplomat, pada usia 65 dan hanya beberapa hari sebelum kematiannya, untuk melompat dari Campanile. Cerita ini tidak menjelaskan bagaimana orang mungkin telah mencapai untuk mendapatkan bingkai kayu keluar dari menara ke posisi horizontal dan pada saat yang sama dirinya di bawah parasut tanpa memiringkan applicance dan runtuh.

    Cerita tentang Fausto Veranzio pengujian parasutnya demikian tampaknya menjadi awal legenda perkotaan . Tidak ada bukti yang pernah ditemukan bahwa ada yang pernah diuji parasut Veranzio itu.

    Sumber, Wikipedia
                  Buku 50 Tokoh Penemu

    Johannes Gutenberg - Pencipta Mesin Cetak



    Johannes Gutenberg lahir pada tahun ±1398 di kota Mainz, Jerman. Gutenberg adalah seorang pandai logam dan pencipta berkebangsaan Jerman yang memperoleh ketenaran berkat sumbangannya di bidang teknologi percetakan pada tahun 1450-an, termasuk aloy logam huruf (type metal) dan tinta berbasis-minyak, cetakan untuk mencetak huruf secara tepat, dan sejenis mesin cetak baru yang berdasarkan pencetak yang digunakan dalam membuat anggur.

    Jauh sebelum Gutenberg menemukan mesin cetak, negeri China pada tahun 868 M sebenarnya setelah mengenal metode pencetakan dengan cetak balok yang dipandang kurang praktis dan membutuhkan waktu yang lama.

    Gutenberg adalah putra bungsu dari pedagang kelas atas Friele Gensfleisch zur Laden, dari istri keduanya Else Wyrich. Menurut beberapa laporan Friele adalah seorang tukang emas untuk uskup di Mainz, namun kemungkinan besar ia juga melakukan perdagangan kain sebagai sumber penghasilannya. Tahun kelahiran Gutenberg tidak diketahui persis namun kemungkinan besar sekitar 1398.

    Ia menerima latihan awal sebagai seorang tukang emas. Pada tahun 1411, terjadi pemberontakan di Mainz, sehingga dia harus pindah ke Strasbourg dan tinggal di sana selama 20 tahun. Di Strasbourg, beliau menyambung hidupnya dengan membuat barang yang terbuat logam. Gutenberg menghasilkan hiasan kecil bercermin untuk dijual kepada peziarah ugama Kristen. Dia kemudiannya pulang ke Mainz dan bekerja sebagai seorang tukang emas.

    Ide Gutenberg yang terpenting tercetus ketika dia bekerja sebagai tukang emas di Mainz. Dia mendapat ide untuk menghasilkan surat pengampunan dengan membentuk kop huruf untuk mencetak surat pengampunan dengan banyak agar dia mendapat banyak uang untuk membayar hutang-hutangnya ketika dia bekerja sebagai tukang logam dahulu. Waktu itu, buku dan surat ditulis dengan tulisan aksara latin dengan tangan dan mengandung banyak kesalahan ketika penyalinan, juga kekurangannya selain itu ialah lambat.

    Oleh karena itu, Gutenberg pertama kalinya membuat acuan huruf logam dengan menggunakan timah hitam untuk membentuk tulisan aksara latin . Pada mulanya, Gutenberg terpaksa membuat hampir 300 bentuk huruf untuk meniru bentuk tulisan tangan yang berbentuk tegak-bersambung. Setelah itu, Gutenberg membuatkan untuk mereka mesin cetak yang bergerak untuk mencetak. Mesin cetak bergerak inilah sumbangan terbesar Gutenberg. Setelah menyempurnakan mesin cetak bergeraknya, Gutenberg mencetak beribu-ribu surat pengampunan yang disalah gunakan oleh Gereja Katolik untuk mendapatkan uang. Penyalah-gunaan ini merupakan puncak timbulnya bantahan daripada sebagian pihak seperti Martin Luther.

    Pada tahun 1452, Gutenberg mendapatkan pinjaman uang daripada Johann Fust untuk memulakan proyek pencetakan injilnya yang terkenal. Bagaimanapun, Gutenberg telah dipecat dari pengurusan percetakan Injil itu sebelum dia disiapkan sepenuhnya disebabkan Gutenberg dituduh mencetak surat pengampunan, kalender dan buku bacaan ringan sebagai pengisi waktu luang. Bagaimanapun Injil yang dihasilkan masih dikenal sebagai Injil Gutenberg yang mengandung 42 baris setiap muka disiapkan yang pada 15 Agustus 1456 dan dianggap sebagai buku bercetak tertua di dunia barat.

    Dua ratus jilid salinan Injil Gutenberg telah dicetak, sebagian kecilnya (lebih kurang 50) dicetak di atas kulit lembu muda. Injil Gutenberg yang cantik dan mahal itu dijual dengan harga tiga tahun gaji seorang kuli biasa. Buku itu dijual di Pameran Buku Franfurt pada tahun 1456. Secara kasar, hampir 1/4 Bible Gutenberg masih terawat sampai sekarang.

    Selain menjadi ahli dalam bidang percetakan, Gutenberg juga menciptakan bahan sampingan percetakan seperti tinta dan cetakan huruf.Tinta yang digunakan terbuat dari campuran minyak, tembaga, dan timah hitam yang masih bagus warnanya. Tinta itu adalah bentuknya lain daripada tinta untuk menulis biasa karena tinta percetakan lebih pekat dan lebih lengket. Gutenberg juga telah menyempurnakan campuran logam untuk membentuk cetakan huruf dengan gabungan timah hitam, antimon dan timah yang masih baru digunakan hingga abad ke 20.

    Gutenberg juga dipercayai untuk bekerja yang tugasnya ialah menyiapkan Ensiklopedia Catholicon of Johannes de Janua, setebal 748 halaman dengan 2 ruangan setiap halaman dan 66 baris setiap satu ruangan. Pada akhir hayatnya dia diterima sebagai pengiring kepada uskup besar Mainz. Pada tahun 1468 Gutenberg meninggal dan dimakamkan di gereja Franciscan, Mainz

    Sumber, Buku 50 Tokoh Penemu
                  Wikipedia

    Haji Agus Salim - pejuang kemerdekaan Indonesia

    Haji Agus Salim (lahir dengan nama Mashudul Haq (berarti "pembela kebenaran"); lahir di Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat, Hindia Belanda, 8 Oktober 1884 – meninggal di Jakarta, Indonesia, 4 November 1954 pada umur 70 tahun) adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia.

    Agus Salim lahir dari pasangan Soetan Salim gelar Soetan Mohamad Salim dan Siti Zainab. Jabatan terakhir ayahnya adalah Jaksa Kepala di Pengadilan Tinggi Riau.

    Pendidikan dasar ditempuh di Europeesche Lagere School (ELS), sekolah khusus anak-anak Eropa, kemudian dilanjutkan ke Hoogere Burgerschool (HBS) di Batavia. Ketika lulus, ia berhasil menjadi lulusan terbaik di HBS se-Hindia Belanda.

    Setelah lulus, Salim bekerja sebagai penerjemah dan pembantu notaris pada sebuah kongsi pertambangan di Indragiri. Pada tahun 1906, Salim berangkat ke Jeddah, Arab Saudi untuk bekerja di Konsulat Belanda di sana. Pada periode inilah Salim berguru pada Syeh Ahmad Khatib, yang masih merupakan pamannya.

    Salim kemudian terjun ke dunia jurnalistik sejak tahun 1915 di Harian Neratja sebagai Redaktur II. Setelah itu diangkat menjadi Ketua Redaksi. Menikah dengan Zaenatun Nahar dan dikaruniai 8 orang anak. Kegiatannya dalam bidang jurnalistik terus berlangsung hingga akhirnya menjadi Pemimpin Harian Hindia Baroe di Jakarta. Kemudian mendirikan Suratkabar Fadjar Asia. Dan selanjutnya sebagai Redaktur Harian Moestika di Yogyakarta dan membuka kantor Advies en Informatie Bureau Penerangan Oemoem (AIPO). Bersamaan dengan itu Agus Salim terjun dalam dunia politik sebagai pemimpin Sarekat Islam.

    Karya tulis

    • Riwayat Kedatangan Islam di Indonesia
    • Dari Hal Ilmu Quran
    • Muhammad voor en na de Hijrah
    • Gods Laatste Boodschap
    • Jejak Langkah Haji Agus Salim (Kumpulan karya Agus Salim yang dikompilasi koleganya, Oktober 1954)

    Karya terjemahan

    • Menjinakkan Perempuan Garang (dari The Taming of the Shrew karya Shakespeare)
    • Cerita Mowgli Anak Didikan Rimba (dari The Jungle Book karya Rudyard Kipling)
    • Sejarah Dunia (karya E. Molt)

    Karier politik

    Pada tahun 1915, Salim bergabung dengan Sarekat Islam (SI), dan menjadi pemimpin kedua di SI setelah H.O.S. Tjokroaminoto.

    Peran Agus Salim pada masa perjuangan kemerdekaan RI antara lain:

    • anggota Volksraad (1921-1924)
    • anggota panitia 9 BPUPKI yang mempersiapkan UUD 1945
    • Menteri Muda Luar Negeri Kabinet Sjahrir II 1946 dan Kabinet III 1947
    • pembukaan hubungan diplomatik Indonesia dengan negara-negara Arab, terutama Mesir pada tahun 1947
    • Menteri Luar Negeri Kabinet Amir Sjarifuddin 1947
    • Menteri Luar Negeri Kabinet Hatta 1948-1949


    Di antara tahun 1946-1950 ia laksana bintang cemerlang dalam pergolakan politik Indonesia, sehingga kerap kali digelari "Orang Tua Besar" (The Grand Old Man). Ia pun pernah menjabat Menteri Luar Negeri RI pada kabinet Presidentil dan di tahun 1950 sampai akhir hayatnya dipercaya sebagai Penasehat Menteri Luar Negeri.

    Pada tahun 1952, ia menjabat Ketua di Dewan Kehormatan PWI. Biarpun penanya tajam dan kritikannya pedas namun Haji Agus Salim dikenal masih menghormati batas-batas dan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik.

    Setelah mengundurkan diri dari dunia politik, pada tahun 1953 ia mengarang buku dengan judul Bagaimana Takdir, Tawakal dan Tauchid harus dipahamkan? yang lalu diperbaiki menjadi Keterangan Filsafat Tentang Tauchid, Takdir dan Tawakal.

    Ia meninggal dunia pada 4 November 1954 di RSU Jakarta dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta. Namanya kini diabadikan untuk stadion sepak bola di Padang.

    Sumber, Tokoh Indonesia
                  Wikipedia

    Blaise Pascal - Pencipta Kalkulator

    Blaise Pascal (lahir di Clermont-Ferrand, Perancis, 19 Juni 1623 – meninggal di Paris, Perancis, 19 Agustus 1662 pada umur 39 tahun) berasal dari Perancis. Minat utamanya ialah filsafat dan agama, sedangkan hobinya yang lain adalah matematika dan geometri proyektif. Bersama dengan Pierre de Fermat menemukan teori tentang probabilitas. Pada awalnya minat riset dari Pascal lebih banyak pada bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan, di mana dia telah berhasil menciptakan mesin penghitung yang dikenal pertama kali. Mesin itu hanya dapat menghitung.

    Blaise Pascal lahir pada tanggal 19 Juni 1623 di Clermont-Ferrand, Perancis. Blaise sejak kecil dikenal sebagai seorang anak yang cerdas walaupun ia tidak menempuh pendidikan di sekolah secara resmi. Di usia 12 tahun, ia sudah bisa menciptakan sebuah mesin penghitung untuk membantu pekerjaan ayahnya. Nama ayahnya adalah Étienne Pascal. Ayahnya adalah seorang petugas penarik pajak yang bekerja di wilayah Auvergne, Perancis. Sejak usia empat tahun Blaise telah kehilangan ibunya. Karya-karyanya terus bertambah mulai dari merancang bangunan segienam (hexagram), menemukan prinsip kerja barometer, sistem kerja arloji, hingga ikut terlibat dalam pembuatan sistem transportasi bawah tanah kota Paris.

    Awalnya Paskal tidak berminat pada hal-hal yang berhubungan dengan agama. Ia kemudian mengalami peristiwa pertobatan pada usia 23 tahun. Sejak peristiwa itu, Paskal kemudian mengubah pola hidupnya dengan tekun berdoa dan berpuasa. Tidak hanya itu, ia bahkan ikut bergabung dengan komunitas biara Port-Royal yang beraliran Jansenisme. Saudara perempuannya yang bernama Jacqualine adalah seorang biarawati di biara itu. Paskal pernah menyatakan kritiknya terhadap Ordo Yesuit melalui tulisan-tulisannya yang terkenal,Lettres provinciales yang ditulisnya tahun 1656. Menurutnya, ajaran-ajaran Yesuit telah merendahkan nilai-nilai agama terutama tentang anugerah. Kelompok Yesuit juga dinilai terlalu longgar dalam hal moral dan akibatnya kekristenan menjadi duniawi. Ia meninggal dunia pada tanggal 9 Agustus 1662 dalam usia 39 tahun tanpa penyebab kematian yang jelas.

    Karya-karya

    • The Lettres Provinciales (Surat-surat ke Daerah).
    Karya tulis ini ditulisnya tanpa mencantumkan namanya. Surat-surat ini berisi pembelaan Paskal terhadap Antoine Arnauld , seorang pemimpin gerakan Jansenisme yang diadili di Sorbonne oleh karena pandangan-pandangannya dianggap berbahaya. Ini sekaligus menjadi tulisan Pascal yang menyerang kaum Yesuit.

    • The Pensées.
    Berisi kumpulan pemikiran-pemikiran Pascal yang sering ditulisnya pada secarik kertas. Melalui Pensées, Pascal hendak mengajukan suatu apologia atau pembelaan agama Kristen kepada orang-orang yang tidak percaya akan keberadaan Allah terutama kaum rasionalis. Ini merupakan usaha pembelaan terhadap kekristenan yang pertama dilakukan di zaman modern.

    Sumber, Buku 50 Tokoh Penemu
                    Wikipedia

    Siddhārtha Gautama - Pendiri Agama Budha

    Gautama Buddha dilahirkan dengan nama Siddhārtha Gautama (Sanskerta: Siddhattha Gotama; Pali: "keturunan Gotama yang tujuannya tercapai"), dia kemudian menjadi sang Buddha (secara harfiah: orang yang telah mencapai Penerangan Sempurna). Dia juga dikenal sebagai Shakyamuni ('orang bijak dari kaum Sakya') dan sebagai sang Tathagata. Siddhartha Gautama adalah guru spiritual dari wilayah timur laut India yang juga merupakan pendiri Agama Buddha Ia secara mendasar dianggap oleh pemeluk Agama Buddha sebagai Buddha Agung (Sammāsambuddha) pada masa sekarang. Waktu kelahiran dan kematiannya tidaklah pasti: sebagian besar sejarawan dari awal abad ke 20 memperkirakan kehidupannya antara tahun 563 SM sampai 483 SM; baru-baru ini, pada suatu simposium para ahli akan masalah ini, sebagian besar dari ilmuwan yang menjelaskan pendapat memperkirakan tanggal berkisar antara 20 tahun antara tahun 400 SM untuk waktu meninggal dunianya, sedangkan yang lain menyokong perkiraan tanggal yang lebih awal atau waktu setelahnya.

    Siddhartha Gautama merupakan figur utama dalam agama Buddha, keterangan akan kehidupannya, khotbah-khotbah, dan peraturan keagamaan yang dipercayai oleh penganut agama Buddha dirangkum setelah kematiannya dan dihafalkan oleh para pengikutnya. Berbagai kumpulan perlengkapan pengajaran akan Siddhartha Gautama diberikan secara lisan, dan bentuk tulisan pertama kali dilakukan sekitar 400 tahun kemudian. Pelajar-pelajar dari negara Barat lebih condong untuk menerima biografi Sang Buddha yang dijelaskan dalam naskah Agama Buddha sebagai catatan sejarah, tetapi belakangan ini "keseganan pelajar negara Barat meningkat dalam memberikan pernyataan yang tidak sesuai mengenai fakta historis akan kehidupan dan pengajaran Sang Buddha."

    Ayah dari Pangeran Siddhartha Gautama adalah Sri Baginda Raja Suddhodana dari Suku Sakya dan ibunya adalah Ratu Mahā Māyā Dewi. Ibunda Pangeran Siddharta Gautama meninggal dunia tujuh hari setelah melahirkan Sang Pangeran. Setelah meninggal, beliau terlahir di alam/surga Tusita, yaitu alam surga luhur. Sejak meninggalnya Ratu Mahā Māyā Dewi, Pangeran Siddharta dirawat oleh Ratu Mahā Pajāpati, bibinya yang juga menjadi isteri Raja Suddhodana.

    Pangeran Siddharta dilahirkan pada tahun 563 SM di Taman Lumbini, saat Ratu Maha Maya berdiri memegang dahan pohon sal. Pada saat ia lahir, dua arus kecil jatuh dari langit, yang satu dingin sedangkan yang lainnya hangat. Arus tersebut membasuh tubuh Siddhartha. Siddhartha lahir dalam keadaan bersih tanpa noda, berdiri tegak dan langsung dapat melangkah ke arah utara, dan tempat yang dipijakinya ditumbuhi bunga teratai.

    Oleh para pertapa di bawah pimpinan Asita Kaladewala, diramalkan bahwa Sang Pangeran kelak akan menjadi seorang Chakrawartin (Maharaja Dunia) atau akan menjadi seorang Buddha. Hanya pertapa Kondañña yang dengan tegas meramalkan bahwa Sang Pangeran kelak akan menjadi Buddha. Mendengar ramalan tersebut Sri Baginda menjadi cemas, karena apabila Sang Pangeran menjadi Buddha, tidak ada yang akan mewarisi tahta kerajaannya. Oleh pertanyaan Sang Raja, para pertapa itu menjelaskan agar Sang Pangeran jangan sampai melihat empat macam peristiwa. Bila tidak, ia akan menjadi pertapa dan menjadi Buddha. Empat macam peristiwa itu adalah:

    • Orang tua,
    • Orang sakit,
    • Orang mati,
    • Seorang pertapa.

      Sejak kecil sudah terlihat bahwa Sang Pangeran adalah seorang anak yang cerdas dan sangat pandai, selalu dilayani oleh pelayan-pelayan dan dayang-dayang yang masih muda dan cantik rupawan di istana yang megah dan indah. Pada saat berusia 7 tahun, Pangeran Siddharta mempunyai 3 kolam bunga teratai, yaitu:

      • Kolam Bunga Teratai Berwarna Biru (Uppala)
      • Kolam Bunga Teratai Berwarna Merah (Paduma)
      • Kolam Bunga Teratai Berwarna Putih (Pundarika)

      Dalam Usia 7 tahun Pangeran Siddharta telah mempelajari berbagai ilmu pengetahuan. Pangeran Siddharta menguasai semua pelajaran dengan baik. Dalam usia 16 tahun Pangeran Siddharta menikah dengan Puteri Yasodhara yang dipersuntingnya setelah memenangkan berbagai sayembara. Dan saat berumur 16 tahun, Pangeran memiliki tiga Istana, yaitu:

      • Istana Musim Dingin (Ramma)
      • Istana Musim Panas (Suramma)
      • Istana Musim Hujan (Subha)

      Kata-kata pertapa Asita membuat Raja Suddhodana tidak tenang siang dan malam, karena khawatir kalau putra tunggalnya akan meninggalkan istana dan menjadi pertapa, mengembara tanpa tempat tinggal. Untuk itu Baginda memilih banyak pelayan untuk merawat Pangeran Siddharta, agar putra tunggalnya menikmati hidup keduniawian. Segala bentuk penderitaan berusaha disingkirkan dari kehidupan Pangeran Siddharta, seperti sakit, umur tua, dan kematian, sehingga Pangeran hanya mengetahui kenikmatan duniawi.

      Suatu hari Pangeran Siddharta meminta izin untuk berjalan di luar istana, dimana pada kesempatan yang berbeda dilihatnya "Empat Kondisi" yang sangat berarti, yaitu orang tua, orang sakit, orang mati dan orang suci. Pangeran Siddhartha bersedih dan menanyakan kepada dirinya sendiri, "Apa arti kehidupan ini, kalau semuanya akan menderita sakit, umur tua dan kematian. Lebih-lebih mereka yang minta pertolongan kepada orang yang tidak mengerti, yang sama-sama tidak tahu dan terikat dengan segala sesuatu yang sifatnya sementara ini!". Pangeran Siddharta berpikir bahwa hanya kehidupan suci yang akan memberikan semua jawaban tersebut.

      Selama 10 tahun lamanya Pangeran Siddharta hidup dalam kesenangan duniawi. Pergolakan batin Pangeran Siddharta berjalan terus sampai berusia 29 tahun, tepat pada saat putra tunggalnya Rahula lahir. Pada suatu malam, Pangeran Siddharta memutuskan untuk meninggalkan istananya dan dengan ditemani oleh kusirnya, Canna. Tekadnya telah bulat untuk melakukan Pelepasan Agung dengan menjalani hidup sebagai pertapa.

      Setelah itu Pangeran Siddhartha meninggalkan istana, keluarga, kemewahan, untuk pergi berguru mencari ilmu sejati yang dapat membebaskan manusia dari usia tua, sakit dan mati. Pertapa Siddharta berguru kepada Alāra Kālāma dan kemudian kepada Uddaka Ramāputra, tetapi tidak merasa puas karena tidak memperoleh yang diharapkannya. Kemudian beliau bertapa menyiksa diri dengan ditemani lima orang pertapa. Akhirnya beliau juga meninggalkan cara yang ekstrem itu dan bermeditasi di bawah pohon Bodhi untuk mendapatkan Penerangan Agung.

      Didalam pengembaraannya, pertapa Gautama mempelajari latihan pertapaan dari pertapa Bhagava dan kemudian memperdalam cara bertapa dari dua pertapa lainnya, yaitu pertapa Alara Kalama dan pertapa Udraka Ramputra. Namun setelah mempelajari cara bertapa dari kedua gurunya tersebut, tetap belum ditemukan jawaban yang diinginkannya. Sehingga sadarlah pertapa Gautama bahwa dengan cara bertapa seperti itu tidak akan mencapai Pencerahan Sempurna. Kemudian pertapa Gautama meninggalkan kedua gurunya dan pergi ke Magadha untuk melaksanakan bertapa menyiksa diri di hutan Uruwela, di tepi Sungai Nairanjana yang mengalir dekat Hutan Gaya. Walaupun telah melakukan bertapa menyiksa diri selama enam tahun di Hutan Uruwela, tetap pertapa Gautama belum juga dapat memahami hakikat dan tujuan dari hasil pertapaan yang dilakukan tersebut.

      Pada suatu hari pertapa Gautama dalam pertapaannya mendengar seorang tua sedang menasihati anaknya di atas perahu yang melintasi sungai Nairanjana dengan mengatakan:
      “ Bila senar kecapi ini dikencangkan, suaranya akan semakin tinggi. Kalau terlalu dikencangkan, putuslah senar kecapi ini, dan lenyaplah suara kecapi itu. Bila senar kecapi ini dikendorkan, suaranya akan semakin merendah. Kalau terlalu dikendorkan, maka lenyaplah suara kecapi itu. ”

      Nasehat tersebut sangat berarti bagi pertapa Gautama yang akhirnya memutuskan untuk menghentikan tapanya lalu pergi ke sungai untuk mandi. Badannya yang telah tinggal tulang hampir tidak sanggup untuk menopang tubuh pertapa Gautama. Seorang wanita bernama Sujata memberi pertapa Gautama semangkuk susu. Badannya dirasakannya sangat lemah dan maut hampir saja merenggut jiwanya, namun dengan kemauan yang keras membaja, pertapa Gautama melanjutkan samadhinya di bawah pohon bodhi (Asetta) di Hutan Gaya, sambil ber-prasetya, "Meskipun darahku mengering, dagingku membusuk, tulang belulang jatuh berserakan, tetapi aku tidak akan meninggalkan tempat ini sampai aku mencapai Pencerahan Sempurna."

      Perasaan bimbang dan ragu melanda diri pertapa Gautama, hampir saja Beliau putus asa menghadapi godaan Mara, setan penggoda yang dahsyat. Dengan kemauan yang keras membaja dan dengan iman yang teguh kukuh, akhirnya godaan Mara dapat dilawan dan ditaklukkannya. Hal ini terjadi ketika bintang pagi memperlihatkan dirinya di ufuk timur.

      Pertapa Gautama telah mencapai Pencerahan Sempurna dan menjadi Samyaksam-Buddha (Sammasam-Buddha), tepat pada saat bulan Purnama Raya di bulan Waisak ketika ia berusia 35 tahun (menurut versi Buddhisme Mahayana, 531 SM pada hari ke-8 bulan ke-12, menurut kalender lunar. Versi WFB, pada bulan Mei tahun 588 SM). Pada saat mencapai Pencerahan Sempurna, dari tubuh Sang Siddharta memancar enam sinar Buddha (Buddharasmi) dengan warna biru yang berarti bhakti; kuning mengandung arti kebijaksanaan dan pengetahuan; merah yang berarti kasih sayang dan belas kasih; putih mengandung arti suci; jingga berarti giat; dan campuran kelima sinar tersebut.

      Setelah mencapai Pencerahan Sempurna, pertapa Gautama mendapat gelar kesempurnaan yang antara lain: Buddha Gautama, Buddha Shakyamuni, Tathagata ('Ia Yang Telah Datang', Ia Yang Telah Pergi'), Sugata ('Yang Maha Tahu'), Bhagava ('Yang Agung') dan sebagainya. Lima pertapa yang mendampingi Beliau di hutan Uruwela merupakan murid pertama Sang Buddha yang mendengarkan khotbah pertama Dhammacakka Pavattana, dimana Beliau menjelaskan mengenai Jalan Tengah yang ditemukan-Nya, yaitu Delapan Ruas Jalan Kemuliaan termasuk awal khotbahNya yang menjelaskan "Empat Kebenaran Mulia".

      Buddha Gautama berkelana menyebarkan Dharma selama empat puluh lima tahun lamanya kepada umat manusia dengan penuh cinta kasih dan kasih sayang, hingga akhirnya mencapai usia 80 tahun, saat ia menyadari bahwa tiga bulan lagi ia akan mencapai Parinibbana.

      Sang Buddha dalam keadaan sakit terbaring di antara dua pohon sala di Kusinagara, memberikan khotbah Dharma terakhir kepada siswa-siswa-Nya, lalu Parinibbana (versi Buddhisme Mahayana, 486 SM pada hari ke-15 bulan ke-2 kalender Lunar. Versi WFB pada bulan Mei, 543 SM).


      Sumber, Wikipedia

      Malcolm X

      Malcolm X (lahir 19 Mei 1925 – meninggal 21 Februari 1965 pada umur 39 tahun) adalah tokoh Muslim dari kaum Afrika-Amerika yang ketokohannya dapat disandingkan dengan Dr. Martin Luther King yang berjuang menghapus segala macam diskriminasi lebih-lebih yang menimpa kaum Afrika-Amerika yang sering dikonotasikan dengan kaum negro yang terdiskriminasikan.
      "Saya tahu masyarakat seringkali membunuh orang-orang yang berusaha mengubah mereka menjadi lebih baik. Jika saya mati dengan membawa cahaya bagi mereka dengan membawa kebenaran hakiki yang akan menghancurkan kanker rasisme yang menggerogoti tubuh Amerika Serikat (AS) semua itu terserah kepada Allah SWT. Sementara itu kesalahan atau kekhilafan dalam upaya saya itu semata-mata adalah dari saya sendiri". Demikianlah pesan terakhirnya dalam buku "Malcolm X", Sebuah Otobiografi yang ditulis oleh Alex Harley.
      Malcolm X lahir pada tanggal 19 Mei 1925 di Omaha, Nebraska dengan nama asli Malcolm Little. ibunya bernama Louise Little dan ayahnya bernama Pendeta Earl, seorang pendeta baptis dan anggota UNIA (Universal Negro Improvement Association) yakni sebuah organisasi yang dirintis oleh Marcos Aurelius Garvey untuk mewadahi perbaikan hidup bagi orang orang negro.
      Semasa kecilnya Malcolm dan keluarganya sering menjadi sasaran penembakan, pembakaran rumah pelecehan dan ancaman lantaran ayahnya adalah anggota UNIA yang militan, hingga semuanya memuncak saat ayahnya dibunuh kelompok rasis kulit putih ketika Malcolm berusia enam tahun.
      Kehilangan ayahnya mengubah kehidupannya sehingga menjadi anak yang liar. Sekolahnya terputus tatkala usianya mencapai 15 tahun. Selanjutnya jalanan dan germerlap dunia hitam yang membuatnya terjerumus dalam berbagai kehidupan antargank pencurian mariyuana narkotika minuman keras perjudian dan pelacuran baik selagi di kampungnya maupun setelah pindah ke Harlem (wilayah terkenal bagi orang Negro) di New York
      Pada usia 20 tahun dia diajukan ke pengadilan atas kasus pencurian dan ditahan hingga berusian 27 tahun. Seperti layaknya narapidana lainnya, banyak keonaran yang dia lakukan di penjara namun dia suka menyendiri di balik kamar tahanannya.
      Dia menemukan apa yang dinamakan pencerahan diri mulai dari membaca menulis di dalam penjara Chalestown State. Kemudian terjadi surat-menyurat antara Malcolm dan saudaranya Philbert serta diskusi dengan saudara kandungnya Hilda yang sering mengunjunginya selama dipenjara khususnya mengenai ajaran agama Islam tempat kedua saudaranya adalah pengikut Nation of Islam (NoI). Berawal dari sinilah dia mengenal NoI, masuk Islam dan mengadakan kontak melalui surat-menyurat dengan Mr Elijah Muhammad, pimpinan sekaligus tokoh yang dianggap sebagai utusan Allah oleh pengikut NoI. Berkat Elijah-lah ia memahami ketertindasan dan ketidakadilan yang menimpa ras hitam sepanjang sejarah. Sejak itulah Malcolm X menjadi seorang napi yang kutu buku mulai dari menekuni sastra, agama, bahasa, dan filsafat.
      Pada hari pembebasannya Malcolm langsung pergi ke Detroit untuk bergabung dengan kegiatan NoI. Dengan bergabungnya Malcolm, NoI berkembang menjadi organisasi yang berskala nasional. Malcolm sendiri menjadi figur yang terkenal di dunia, mulai dari wawancara di televisi, majalah, dan pembicara di berbagai universitas dan serta forum lainnya. Kepopulerannya terbit berkat kata-katanya yang tegas dan kritis seputar kesulitan yang dialami kaum negro, diskriminasi, dan sikap kekerasan yang ditunjukkan kaum kulit putih terhadap kaummnya.
      Namun sayangnya, NoI juga memberikan pandangan-pandangan yang bersikap rasis sehingga ia menolak bantuan apapun dari kalangan kulit putih yang benar-benar mendukung perjuangan antidiskriminasi. Bahkan selama 12 tahun Malcolm mendakwahkan bahwa orang kulit putih adalah iblis dan yang terhormat adalah Elijah Muhammad adalah utusan Allah.
      Pandangan tersebut tentu saja bertentangan dengan ajaran Islam sendiri yang tidak membedakan kehormatan dan kehinaan seseorang berdasarkan ras serta tidak ada nabi sesudah Nabi Muhammad SAW.
      Pandangan rasis dari NoI membuat Malcolm kemudian menyadari bahwa hal tersebut sebagai sebuah ajaran yang tidak rahmatan lil alamin. Karena hal itu Ia pun keluar dari NoI dan berniat mendirikan organisasi sendiri, selain masalah internal NoI.
      Bahkan Malcolm mengatakan, dirinya sering menerima teguran bahwa tuduhan white indicting yang dia lontarkan tidak memiliki dasar dalam perspektif Islam. Di antaranya yang memberikan teguran adalah justru dari kalangan Muslim Timur tengah atau Muslim Afrika Utara. Meski demikian mereka menganggap dia benar-benar memeluk Islam dan mengatakan jika dia berkesempatan mengenal Islam sejati pasti akan memahami ajarannya dan memegang teguh ajarannya.
      Setelah melakukan perjalanan ibadah haji dia mendapatkan gambaran yang berbeda dari pandangannya selama ini, apalagi setelah melihat jamaah haji yang berkumpul dari belahan bumi, dari berbagai ras, bangsa dan warna kulit yang semua memuji Tuhan yang satu dan tidak saling membedakan
      Beliau berkata, "Pengalaman haji yang saya alami dan lihat sendiri benar benar memaksa saya mengubah banyak pola pikir saya sebelumnya dan membuang sebagian pemikiran saya. Hal itu tidaklah sulit bagi saya." Kata-kata ini sebagai bukti bahwa dirinya mengubah pandangan dari memperjuangkan hak sipil orang negro ke gagasan internasionalisme dan humanisme Islam. Malcolm X pun berganti nama menjadi Haji Malik kemudian berkata:
      "Perjalanan haji telah membuka cakrawala berpikir saya dengan menganugerahkan cara pandang baru selama dua pekan di Tanah Suci. Saya melihat hal yang tidak pernah saya lihat selama 39 tahun hidup di Amerika Serikat. Saya melihat semua ras dan warna kulit bersaudara dan beribadah kepada satu Tuhan tanpa menyekutukannya. Benar pada masa lalu saya bersikap benci pada semua orang kulit putih namun saya tidak merasa bersalah dengan sikap itu lagi karena sekarang saya tahu bahwa ada orang kulit putih yang ikhlas dan mau bersaudara dengan orang negro. Kebenaran Islam telah menunjukkan kepada saya bahwa kebencian membabi buta kepada semua orang putih adalah sikap yang salah seperti halnya jika sikap yang sama dilakukan orang kulit putih terhadap orang negro".
      Malcolm X akhirnya mendirikan Organization of Afro-American Unity pada 28 Juni 1964. Pada 21 Februari 1965, pada saat akan memberi ceramah di sebuah hotel di New York, Malcolm X tewas diujung peluru tiga orang Afrika-Amerika yang ironisnya dia perjuangkan nilai-nilai dan hak-haknya serta tidak ada yang tahu siapa dan apa di balik kematiannya. Kendati demikian, impian Malcolm X menyebarkan visi antirasisme dan nilai-nilai Islam yang humanis, menggugah kalangan Afro-Amerika dan dunia.

       Sumber, Wikipedia

      Pangeran Diponegoro

      Raden Mas Ontowiryo atau yang biasa dikenal Pangeran Diponegoro (lahir di Yogyakarta, 11 November 1785 – meninggal di Makassar, Sulawesi Selatan, 8 Januari 1855 pada umur 69 tahun) adalah salah seorang pahlawan nasional Republik Indonesia. Makamnya berada di Makassar. Diponegoro adalah putra sulung Hamengkubuwana III, seorang raja Mataram di Yogyakarta. Lahir pada tanggal 11 November 1785 di Yogyakarta dari seorang garwa ampeyan (selir) bernama R.A. Mangkarawati, yaitu seorang garwa ampeyan (istri non permaisuri) yang berasal dari Pacitan. Pangeran Diponegoro bernama kecil Bendoro Raden Mas Ontowiryo.


      Menyadari kedudukannya sebagai putra seorang selir, Diponegoro menolak keinginan ayahnya, Sultan Hamengkubuwana III, untuk mengangkatnya menjadi raja. Ia menolak mengingat ibunya bukanlah permaisuri. Diponegoro mempunyai 3 orang istri, yaitu: Bendara Raden Ayu Antawirya, Raden Ayu Ratnaningsih, & Raden Ayu Ratnaningrum.

      Diponegoro lebih tertarik pada kehidupan keagamaan dan merakyat sehingga ia lebih suka tinggal di Tegalrejo tempat tinggal eyang buyut putrinya, permaisuri dari HB I Ratu Ageng Tegalrejo daripada di keraton. Pemberontakannya terhadap keraton dimulai sejak kepemimpinan Hamengkubuwana V (1822) dimana Diponegoro menjadi salah satu anggota perwalian yang mendampingi Hamengkubuwana V yang baru berusia 3 tahun, sedangkan pemerintahan sehari-hari dipegang oleh Patih Danurejo bersama Residen Belanda. Cara perwalian seperti itu tidak disetujui Diponegoro.

      Riwayat perjuangan
      Perang Diponegoro berawal ketika pihak Belanda memasang patok di tanah milik Diponegoro di desa Tegalrejo. Saat itu, beliau memang sudah muak dengan kelakuan Belanda yang tidak menghargai adat istiadat setempat dan sangat mengeksploitasi rakyat dengan pembebanan pajak.

      Sikap Diponegoro yang menentang Belanda secara terbuka, mendapat simpati dan dukungan rakyat. Atas saran Pangeran Mangkubumi, pamannya, Diponegoro menyingkir dari Tegalrejo, dan membuat markas di sebuah goa yang bernama Goa Selarong. Saat itu, Diponegoro menyatakan bahwa perlawanannya adalah perang sabil, perlawanan menghadapi kaum kafir. Semangat "perang sabil" yang dikobarkan Diponegoro membawa pengaruh luas hingga ke wilayah Pacitan dan Kedu. Salah seorang tokoh agama di Surakarta, Kyai Maja, ikut bergabung dengan pasukan Diponegoro di Goa Selarong.

      Selama perang ini kerugian pihak Belanda tidak kurang dari 15.000 tentara dan 20 juta gulden. Berbagai cara terus diupayakan Belanda untuk menangkap Diponegoro. Bahkan sayembara pun dipergunakan. Hadiah 50.000 Gulden diberikan kepada siapa saja yang bisa menangkap Diponegoro. Sampai akhirnya Diponegoro ditangkap pada 1830.

      Penangkapan dan pengasingan

      16 Februari 1830 Pangeran Diponegoro dan Kolonel Cleerens bertemu di Remo Kamal, Bagelen (sekarang masuk wilayah Purworejo). Cleerens mengusulkan agar Kanjeng Pangeran dan pengikutnya berdiam dulu di Menoreh sambil menunggu kedatangan Letnan Gubernur Jenderal Markus de Kock dari Batavia.

      28 Maret 1830 Diponegoro menemui Jenderal de Kock di Magelang. De Kock memaksa mengadakan perundingan dan mendesak Diponegoro agar menghentikan perang. Permintaan itu ditolak Diponegoro. Tetapi Belanda telah menyiapkan penyergapan dengan teliti. Hari itu juga Diponegoro ditangkap dan diasingkan ke Ungaran, kemudian dibawa ke Gedung Karesidenan Semarang, dan langsung ke Batavia menggunakan kapal Pollux pada 5 April.

      11 April 1830 sampai di Batavia dan ditawan di Stadhuis (sekarang gedung Museum Fatahillah). Sambil menunggu keputusan penyelesaian dari Gubernur Jenderal Van den Bosch. 30 April 1830 keputusan pun keluar. Pangeran Diponegoro, Raden Ayu Retnaningsih, Tumenggung Diposono dan istri, serta para pengikut lainnya seperti Mertoleksono, Banteng Wereng, dan Nyai Sotaruno akan dibuang ke Manado. tanggal 3 Mei 1830 Diponegoro dan rombongan diberangkatkan dengan kapal Pollux ke Manado dan ditawan di benteng Amsterdam.

      1834 dipindahkan ke benteng Rotterdam di Makassar, Sulawesi Selatan. pada tanggal 8 Januari 1855 Diponegoro wafat dan dimakamkan di kampung Jawa Makassar. Dalam perjuangannya, Pangeran Diponegoro dibantu oleh puteranya bernama Bagus Singlon atau Ki Sodewo. Ki Sodewo melakukan peperangan di wilayah Kulon Progo dan Bagelen.

      Bagus Singlon atau Ki Sodewo adalah Putera Pangeran Diponegoro dengan Raden Ayu Citrowati Puteri Bupati Madiun Raden Ronggo. Raden Ayu Citrowati adalah saudara satu ayah lain ibu dengan Sentot Prawiro Dirjo. Nama Raden Mas Singlon atau Bagus Singlon atau Ki Sodewo snediri telah masuk dalam daftar silsilah yang dikeluarkan oleh Tepas Darah Dalem Keraton Yogyakarta.

      Perjuangan Ki Sodewo untuk mendampingi ayahnya dilandasi rasa dendam pada kematian eyangnya (Ronggo) dan ibundanya ketika Raden Ronggo dipaksa menyerah karena memberontak kepada Belanda. Melalui tangan-tangan pangeran Mataram yang sudah dikendalikan oleh Patih Danurejo, maka Raden Ronggo dapat ditaklukkan. Ki Sodewo kecil dan Sentot bersama keluarga bupati Madiun lalu diserahkan ke Keraton sebagai barang bukti suksesnya penyerbuan.

      Ki Sodewo yang masih bayi lalu diambil oleh Pangeran Diponegoro lalu dititipkan pada sahabatnya bernama Ki Tembi. Ki Tembi lalu membawanya pergi dan selalu berpindah-pindah tempat agar keberadaannya tidak tercium oleh Belanda. Belanda sendiri pada saat itu sangat membenci anak turun Raden Ronggo yang sejak dulu terkenal sebagai penentang Belanda. Atas kehendak Pangeran Diponegoro, bayi tersebut diberi nama Singlon yang artinya penyamaran.

      Keturunan Ki Sodewo saat ini banyak tinggal di bekas kantung-kantung perjuangan Ki Sodewo pada saat itu dengan bermacam macam profesi. Dengan restu para sesepuh dan dimotori oleh keturunan ke 7 Pangeran Diponegoro yang bernama Raden Roni Muryanto, Keturunan Ki Sodewo membentuk sebuah paguyuban dengan nama Paguyuban Trah Sodewo. Setidaknya Pangeran Diponegoro mempunyai 17 putra dan 5 orang putri, yang semuanya kini hidup tersebar di seluruh Indonesia, termasuk Jawa, Sulawesi & Maluku.


      Latar Belakang Perang Diponegoro
      Perang Diponegoro (Inggris:The Java War, Belanda: De Java Oorlog), adalah perang besar dan menyeluruh berlangsung selama lima tahun (1825-1830) yang terjadi di Jawa, Hindia Belanda (sekarang Indonesia), antara pasukan penjajah Belanda di bawah pimpinan Jendral De Kock[1] melawan penduduk pribumi yang dipimpin seorang pangeran Yogyakarta bernama Pangeran Diponegoro. Dalam perang ini telah berjatuhan korban yang tidak sedikit. Baik korban harta maupun jiwa. Dokumen-dokumen Belanda yang dikutip para ahli sejarah, disebutkan bahwa sekitar 200.000 jiwa rakyat yang terenggut. Sementara itu di pihak serdadu Belanda, korban tewas berjumlah 8.000.

      Perang Diponegoro merupakan salah satu pertempuran terbesar yang pernah dialami oleh Belanda selama menjajah Nusantara. Peperangan ini melibatkan seluruh wilayah Jawa, maka disebutlah perang ini sebagai Perang Jawa. Setelah kekalahannya dalam Perang Napoleon di Eropa, pemerintah Belanda yang berada dalam kesulitan ekonomi berusaha menutup kekosongan kas mereka dengan memberlakukan berbagai pajak di wilayah jajahannya, termasuk di Hindia Belanda. Selain itu, mereka juga melakukan monopoli usaha dan perdagangan untuk memaksimalkan keuntungan. Pajak-pajak dan praktek monopoli tersebut amat mencekik rakyat Indonesia yang ketika itu sudah sangat menderita.

      Untuk semakin memperkuat kekuasaan dan perekonomiannya, Belanda mulai berusaha menguasai kerajaan-kerajaan lain di Nusantara, salah satu di antaranya adalah Kerajaan Yogyakarta. Ketika Sultan Hamengku Buwono IV wafat, kemenakannya, Sultan Hamengku Buwono V yang baru berusia 3 tahun, diangkat menjadi penguasa. Akan tetapi pada prakteknya, pemerintahan kerajaan dilaksanakan oleh Patih Danuredjo, seseorang yang mudah dipengaruhi dan tunduk kepada Belanda. Belanda dianggap mengangkat seseorang yang tidak sesuai dengan pilihan/adat keraton.

      Pada pertengahan bulan Mei 1825, pemerintah Belanda yang awalnya memerintahkan pembangunan jalan dari Yogyakarta ke Magelang lewat Muntilan, mengubah rencananya dan membelokan jalan itu melewati Tegalrejo. Rupanya di salah satu sektor, Belanda tepat melintasi makam dari leluhur Pangeran Diponegoro. Hal inilah yang membuat Pangeran Diponegoro tersinggung dan memutuskan untuk mengangkat senjata melawan Belanda. Beliau kemudian memerintahkan bawahannya untuk mencabut patok-patok yang melewati makam tersebut.

      Belanda yang mempunyai alasan untuk menangkap Pangeran Diponegoro karena dinilai telah memberontak, pada 20 Juli 1825 mengepung kediaman beliau. Terdesak, Pangeran beserta keluarga dan pasukannya menyelamatkan diri menuju barat hingga Desa Dekso di Kabupaten Kulonprogo, dan meneruskan ke arah selatan hingga tiba di Goa Selarong yang terletak lima kilometer arah barat dari Kota Bantul. Sementara itu, Belanda —yang tidak berhasil menangkap Pangeran Diponegoro— membakar habis kediaman Pangeran.

      Pangeran Diponegoro kemudian menjadikan Goa Selarong, sebuah goa yang terletak di Dusun Kentolan Lor, Guwosari Pajangan Bantul, sebagai basisnya. Pangeran menempati goa sebelah Barat yang disebut Goa Kakung, yang juga menjadi tempat pertapaan beliau. Sedangkan Raden Ayu Retnaningsih (selir yang paling setia menemani Pangeran setelah dua istrinya wafat) dan pengiringnya menempati Goa Putri di sebelah Timur.

      Setelah penyerangan itu, dimulailah sebuah perang besar yang akan berlangsung 5 tahun lamanya. Di bawah kepemimpinan Diponegoro, rakyat pribumi bersatu dalam semangat “Sadumuk bathuk, sanyari bumi ditohi tekan pati“; sejari kepala sejengkal tanah dibela sampai mati. Selama perang, sebanyak 15 dari 19 pangeran bergabung dengan Diponegoro. Perjuangan Diponegoro dibantu Kyai Maja yang juga menjadi pemimpin spiritual pemberontakan.
       

      About Author

      Title 2

      Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
      Copyright © 2011. Laboratorium Blog tes - All Rights Reserved
      Template Created by Creating Website Published by Mas Template
      Proudly powered by Blogger