Entertainment

Headlines News :

Advertise

Welcome Guys

    Title 1

    Slider Bar

    Recent News

    Tampilkan postingan dengan label Mei. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Mei. Tampilkan semua postingan

    Ho Chi Minh - Sang Proklamator Vietnam


    Ho Chi Minh lahir pada tahun 19 Mei 1890. Beliau adalah seorang tokoh proklamator Vietnam, sekaligus Perdana Menteri (1954) dan Presiden Vietnam Utara (1954 - 1969). Ho Chi Minh sebenarnya bernama Nguyễn Sinh Cung, yang juga biasanya dikenal sebagai Nguyễn Tất Thành, Nguyễn Ái Quốc (sebuah nama yang sering digunakan orang lainnya juga), Lý Thụy, Hồ Quang dan akrab dipanggil Bác Hồ (paman Hồ) di Vietnam.

     Minh terlahir dari keluarga miskin tapi berjiwa patriotis. Minh dan keluarganya serta rakyat Vietnam berjuang keras untuk membebaskan Vietnam dari penjajahan Vietnam. Pada saat itu, dibawah kekuasaan Prancis, Vietnam tergabung bersama Kamboja dan Laos yang membentuk zona Indochina. Di usianya yang masih sangat muda, 18 tahun, dia memulai perjuangannya dengan menjadi seorang koki di sebuah kapal angkutan barang. Lewat pekerjaan inilah yang memberikan dia kesempatan untuk berkunjung ke beberapa negara yang pada akhirnya mengantarkan dia sampai ke Rusia (dahulu Uni Soviet) untuk mempelajari ideologi komunis. Kecintaanya pada ideologi komunis semakin mengobarkan semangatnya untuk segera menerapkan paham tersebut di negaranya. Dan pada tahun 1933 bersama dengan beberapa orang Vietnam yang ada dalam pengungsian di Hongkong, mereka menyusun rencana untuk memerdekakan negaranya, Vietnam Utara.

    Meskipun Minh  menganut paham komunis namun cara berpikirnya sangat liberal. Dari dialah kaum perempuan di Vietnam mendapatkan kesamaan hak dengan kaum pria untuk mendapatkan pendidikan. Jauh sebelum dia menjadi presiden, rakyat Vietnam yang  pendidikannya hanya sekitar 2% saja. Kemiskinan adalah masalah utama yang mengakibatkan kematian akibat kelaparan berjumlah sekitar 2 juta orang!

    Pada tanggal 2 September 1969 Minh meninggal dunia tanpa istri dan anak yang menemani . Ada cerita yang beredar bahwa saat Ho Chi Minh berada di Hongkong, ia menikahi seorang gadis yang merupakan seorang pembantu yang bekerja pada agen mata -mata komunis. Setelah ada pembantaian para kaum komunis, Minh akhirnya pergi meninggalkan istrinya dantak pernah bertemu lagi. Dilukiskan bahwa hingga ajal menjelang dia hidup bagaikan seorang 'pengemis' yang tidak memiliki harta sepeserpun. Satu-satunya benda yang dia miliki hanyalah 2 stel pakaian dan 1 buah topi kebanggaannya. Walaupun secara biologis dia tidak memiliki anak namun di dalam hati, setiap rakyat Vietnam menganggapnya sebagai bapak, bapak bangsa Vietnam. Begitulah kebanggaan dan kecintaan rakyat Vietnam kepada sang pemimpinnya Ho Chi Minh. Sehingga untuk mengenang sang patriot mereka membangun sebuah 'makam' (Ho Chi Minh Mausoleum) di ibukota Hanoi.

    Merupakan sebuah kebanggaan besar bagi setiap rakyat Vietnam untuk mengunjungi Ho Chi Minh
    Ho Chi Minh Mausoleum, Hanoi, Vietnam
    Ho Chi Minh Mausoleum, Hanoi, Vietnam (Photo credit: Wikipedia)
    Mausoleum (dibangun tahun 1976). Setiap pelajar berjuang untuk mencapai nilai tertinggi supaya dapat memperoleh beasiswa untuk mengunjungi Ho Chi Minh Mausoleum. Dan bagi mereka yang berhasil maka akan dengan bangga memajang foto-foto mereka di ruangan rumah dan kamarnya. Bahkan keluarga mereka juga ikut merasakan kebanggaan tersebut.

    Begitu besar cinta Ho Chi Minh kepada rakyatnya sehingga menjelang kematiannya beliau masih sempat memberikan wasiatnya agar supaya mayatnya jangan dikubur tapi dikremasi saja. Hal ini dimaksudkan supaya dapat menghemat lahan tanah untuk pertanian selain lebih higienis. Dan agar supaya dia dapat terus berada di tengah-tengah rakyatnya, beliau juga berpesan supaya abunya disebarkan di 3 lokasi, yaitu di Vietnam bagian utara, tengah dan selatan.

    Sebagai penghargaan dan penghormatan atas jasa-jasa Minh maka setelah bersatunya Vietnam Utara (Komunis) dan Vietnam Selatan (Sosialis) maka nama Ho Chi Minh dijadikan sebagai nama kota menggantikan Saigon.

    Dengan perubahan dan tambahan dari buku Ho Chi Minh - Sang Proklamator Vietnam
    Enhanced by Zemanta

    Jorge Lorenzo - X-Fuera

    Jorge Lorenzo Guerrero lahir di Palma de Mallorca, Spanyol, pada tanggal 4 Mei 1987, merupakan  pembalap MotoGP kelahiran Spanyol. Saat ini ia bergabung di tim Fiat Yamaha. Ia merupakan juara dunia kelas 250cc tahun 2006 dan 2007. Lorenzo juga dikenal dengan gaya menyalipnya dari sisi luar trek. Karena itu, ia pun mendapat julukan 'X-Fuera'. Sejak kecil Lorenzo suka ngebut-ngebutan. Pembalap ini bisa di bilang cukup sukses. Tanggal 10 Oktober 2010, Jorge Lorenzo memastikan diri sebagai juara dunia MotoGP untuk pertama kalinya walaupun hanya finish ketiga di GP Malaysia.Saat ini, dia di kelas MotoGP, pada Yamaha Factory Team.


    Kelas125cc sampai 250cc
    Jorge Lorenzo memulai kariernya di dunia MotoGP di kelas 125cc pada tahun 2002 pada seri Spanyol. Saat itu ia tidak bisa mengikuti sesi latihan karena usianya tidak mencukupi, karena regulasi MotoGP mengharuskan seorang pembalap minimal berusia 15 tahun untuk bisa turun di MotoGP. Namun ia bisa mengikuti sesi kualifikasi kedua karena hari itu tepat hari ulang tahunnya yang ke 15. Ia memenangi Grand Prix pertamanya di musim berikutnya pada seri Rio de Janeiro di Brazil.

    Dua musim berikutnya yaitu tahun 2005 ia turun di kelas 250cc, sejak saat itu ia mulai diperhitungkan keberadaannya di dunia MotoGP, dengan meraih 6 kali podium di musim 2005. Pada 2006 ia berhasil meraih kemenangan balapan kelas 250cc nya di Qatar. Di musim 2006 juga ia berhasil meraih 8 kali kemenangan dan 10 pole position yang kemudian mengantarnya menjadi juara dunia 250cc untuk pertama kalinya. Selanjutnya di musim 2007 ia berhasil mempertahankan mahkota juara dunia 250cc setelah meraih 9 kali kemenangan dan 9 kali pole position.

    Kemenangan Jorge di Misano pada musim 2007 membuatnya tercatat sebagai pembalap Spanyol paling sukses di arena kelas 250cc dengan total 16 kemenangan, atau satu kemenangan lebih banyak dari Daniel Pedrosa dan Sito Pons.


    MotoGP
    Pada 25 Juli 2007 ia menandatangani kontrak dengan Fiat Yamaha dan menjadi rekan Valentino Rossi untuk musim 2008 dan 2009. Pada seri pertamanya di kelas MotoGP 2008 ia langsung merebut pole position, dan membuat ia menjadi orang kedua yang melakukan itu sejak Max Biaggi melakukannya di tahun 1998.

    Tiga seri berikutnya ia mempertahankan pole position-nya dan memenangi kelas MotoGP untuk pertama kali di sirkuit Estoril, Portugal. Di seri selanjutnya di MotoGP Grand Prix of China ia mengalami kecelakaan hebat pada sesi latihan sehingga membuatnya tidak bisa membalap secara fit di balapan tersebut, walaupun akhirnya secara brilian ia mampu finish keempat saat lomba.

    Selanjutnya di seri Le Mans, lagi-lagi Lorenzo mengalami kecelakaan di sesi latihan bebas, namun secara brilian pula ia bisa balapan dan finish kedua. Kesialan belum berakhir dari Lorenzo saat ia kembali lagi mengalami kecelakaan di seri Mugello, dan puncaknya di Sirkuit Catalunya saat ia lagi-lagi terjatuh dan akhirnya menyebabkannya gagal mengikuti balapan.

    Lorenzo kemudian kembali turun balapan di Donington Park dan berakhir dengan finish di P6. Hasil yang sama ia bukukan kembali di seri selanjutnya di Assen, sebelum akhirnya lagi-lagi mengalami kecelakaan di seri Jerman. Kemudian di seri Laguna Seca Lorenzo kembali lagi mengalami kecelakaan hebat saat balapan, yang membuatnya kemudian disebut sebagai pembalap rookie MotoGP yang paling banyak mengalami kecelakaan. Lorenzo kemudian meraih dua podium di San Marino dan Indianapolis. Secara keseluruhan ia berada di P4 klasemen musim 2008 dengan 190 poin.

    Masuk ke musim 2009, Jorge Lorenzo tampil semakin kuat dan matang, ia terus menempel ketat seniornya di tim Yamaha, Valentino Rossi sepanjang musim. Di musim 2009, Lorenzo tampil sebagai juara di empat balapan (Jepang, Perancis, Indianapolis, dan Portugal). Ia juga mampu meraih 5 kali pole dan total 12 podium. Di akhir musim Lorenzo berada di P2 klasemen dengan raihan 261 poin.

    Tanggal 25 Agustus 2009, Jorge Lorenzo mengakhiri gosip tentang peluang kepindahan dirinya ke Honda atau Ducati untuk musim 2010 dengan menandatangani perpanjangan kontrak bersama Yamaha. Ducati dilaporkan menawari Lorenzo dengan kontrak bernilai 15 juta dollar semusim untuk menjadi rekan setim Casey Stoner di musim 2010, namun Lorenzo akhirnya lebih memilih untuk bertahan di Yamaha.

    Lorenzo sempat mengalami cedera ringan di tangan karena mengalami kecelakaan saat pra-musim 2010. Ia kemudian memilih untuk tidak mengikuti beberapa sesi tes di awal musim. Pada balapan pertama di Qatar, Lorenzo mampu finish kedua dibelakang Rossi, sekalipun kondisi tubuhnya sebenarnya tidak memungkinkannya untuk membalap.

    Segera setelah Rossi dipastikan absen beberapa seri akibat cedera karena kecelakaan di Mugello, Yamaha kemudian membekali Lorenzo agar bisa menjadi penantang gelar juara dunia 2010. Setelah meraih empat kemenangan dari enam lomba awal, Lorenzo naik ke puncak klasemen dan ia memiliki selisih 47 angka atas saingannya di P2. Kemenangan di Assen kemudian mengantarkan Lorenzo menjadi pembalap ketujuh yang mampu meraih kemenangan di sirkuit legendaris itu dalam tiga kelas yang berbeda.

    Di paruh musim kedua, Daniel Pedrosa tampil sebagai penantang serius untuk perebutan gelar juara dunia, sampai akhirnya datang musibah bagi Pedrosa saat ia mengalami kecelakaan di Jepang, yang mengharuskannya absen di dua lomba. Jorge Lorenzo akhirnya mengunci gelar juara dunia MotoGP 2010 setelah finish ketiga di Sepang, Kuala Lumpur dibelakang Valentino Rossi dan Andrea Dovizioso.

    Ia menjadi orang Spanyol pertama sejak Alex Criville di 1999 yang mampu menjadi juara dunia MotoGP. Usai lomba, Daniel Pedrosa yang masih menjalani pengobatan di Spanyol kemudian menelepon Lorenzo dan mengucapkan selamat atas kemenangannya sebagai juara dunia MotoGP 2010.


    Musim ke musim

    Musim Kelas Motor Tim Balapan Menang Podium Pole FLap Poin Klsmn
    2002 125cc Derbi RS 125
    14 0 0 0 0 21 ke-21
    2003 125cc Derbi RS 125
    16 1 2 1 1 79 ke-12
    2004 125cc Derbi RSA 125
    16 3 7 2 2 179 ke-4
    2005 250cc Honda RS250RW
    15 0 6 4 0 167 ke-5
    2006 250cc Aprilia RSW 250
    16 8 11 10 1 289 ke-1
    2007 250cc Aprilia RSW 250
    17 9 12 9 3 312 ke-1
    2008 MotoGP Yamaha YZR-M1 Yamaha-YMR 17 1 6 4 1 190 ke-4
    2009 MotoGP Yamaha YZR-M1 Yamaha-YMR 17 4 12 5 4 261 ke-2
    2010 MotoGP Yamaha YZR-M1 Yamaha-YMR 18 9 16 7 4 383 ke-1
    2011 MotoGP Yamaha YZR-M1 Yamaha-YMR 2 1 2 0 0 45* ke-2*
    Total


    148 36 74 42 16 1926
    • *Musim telah dilangsungkan

    Kelas ke kelas

    Kelas Musim GP Prtm Pod Prtm Mng Prtm Balapan Menang Podium Pole FLap Poin JDunia
    125 cc 2002–2004 Spanyol 2002 Brasil 2003 Brasil 2003 46 4 9 3 3 279 0
    250 cc 2005–2007 Spanyol 2005 Italia 2005 Spanyol 2006 48 17 29 23 4 768 2
    MotoGP 2008–sekarang Qatar 2008 Qatar 2008 Portugal 2008 54 15 36 16 9 879 1
    Total 2002–sekarang


    148 36 74 42 16 1926 3

    Sumber, jadilah.com
                 blogs.20minutos.es
                 Wikipedia

    Igor Sikorsky - Pencipta Helikopter Moderen

    25 Mei 1889, Igor Sikorsky, pencipta helikopter pertama, terlahir ke dunia. Sikorsky dilahirkan di Kiev, Rusia dan sejak kecil telah mengenal sains kontemporer dari ibunya, seorang dokter dan ayahnya, seorang profesor di bidang psikologi. Setelah Revolusi Rusia, Sikorsky hijrah ke AS dan merintis karir sebagai desainer pesawat udara. Sejak tahun 1925 hingga 1940, Sikorsky berhasil mendesain berbagai jenis pesawat yang mencatat rekor di bidang kecepatan dan jarak tempuh. Di samping mendesain pesawat, Sikorsky terus mempelajari pembuatan helikopter sampai akhirnya ia berhasil membuat helikopter yang sukses terbang pertama kali pada tanggal 14 September 1939. Igor Sikorsky meninggal pada October 26, 1972

    sebagai anak bungsu dari lima bersaudara. Ayahnya, Ivan Alexeevich Sikorsky, memiliki Polish Rusia dan agung (Polish: szlachta) latar belakang keluarga. Seorang profesor psikologi, Ivan adalah anak dan cucu dari imam Ortodoks Rusia dan diadakan monarki dan pandangan nasionalis Rusia.

    Igor Sikorsky ibu itu, Mariya Stefanovna Sikorskaya (née Temryuk-Cherkasova), adalah seorang dokter yang tidak bekerja secara profesional. Sementara homeschooling muda Igor, ia memberikan cinta yang besar untuk seni, terutama dalam kehidupan dan karya Leonardo da Vinci, dan cerita-cerita dari Jules Verne. Pada tahun 1900, pada usia 11, ia menemani ayahnya ke Jerman dan melalui percakapan dengan ayahnya, menjadi tertarik pada ilmu alam. Setelah pulang ke rumah, Sikorsky mulai bereksperimen dengan mesin model yang terbang, dan pada usia 12, ia telah membuat karet kecil-band bertenaga helikopter.

    Sikorsky mulai belajar di Saint Petersburg Rusia Imperial Naval Academy, pada tahun 1903, pada usia 14. Pada 1906, dia menetapkan bahwa masa depannya terletak pada teknik, sehingga ia mengundurkan diri dari Akademi, meskipun berdiri memuaskan, dan meninggalkan Kekaisaran Rusia untuk belajar di Paris. Ia kembali ke Rusia pada tahun 1907, mendaftar di Sekolah Tinggi Teknik dari Institut Politeknik Kiev. Setelah tahun akademik, Sikorsky lagi menemani ayahnya ke Jerman pada musim panas 1908, di mana ia belajar dengan prestasi Wright bersaudara 'Flyer dan balon Ferdinand von Zeppelin Sikorsky kemudian mengatakan tentang acara ini:. "Dalam dua puluh empat jam, saya memutuskan untuk mengubah pekerjaan hidup saya, saya akan mempelajari penerbangan.. "

    Dengan dukungan keuangan dari adiknya Olga, Sikorsky kembali ke Paris pada tahun 1909 untuk mempelajari aeronautika di dunia-terkenal des Teknik Ecole Aéronautiques Konstruksi et de sekolah Automobile (ETACA) teknik dan membeli suku cadang pesawat. Pada saat itu, Paris merupakan pusat dunia penerbangan. Sikorsky akan bertemu dengan pelopor penerbangan, untuk meminta mereka pertanyaan tentang pesawat dan terbang. Pada bulan Mei 1909, ia kembali ke Rusia dan mulai merancang helikopter pertamanya, yang ia mulai menguji pada bulan Juli 1909. Meskipun kemajuan dalam menyelesaikan masalah teknis kendali, Sikorsky menyadari bahwa pesawat tidak akan pernah terbang. Dia akhirnya dibongkar pesawat pada bulan Oktober 1909, setelah ia memutuskan bahwa ia bisa belajar tidak lebih dari desain .
    "Saya telah cukup belajar untuk menyadari bahwa dengan keadaan yang ada dari seni, mesin, bahan, dan - yang paling penting - kekurangan uang dan kurangnya pengalaman ... Saya tidak akan mampu menghasilkan sebuah helikopter sukses pada waktu itu . "


    Pesawat pertama Sikorsky dari desain sendiri, S-1 menggunakan mesin Anzani 15hp, yang tidak bisa mengangkat pesawat. Keduanya 25hp Anzani model S-2 terbang pada 16 Juni 1910 pada ketinggian beberapa meter Kemudian,. Sikorsky membangun dua tempat duduk S-5, desain pertamanya tidak didasarkan pada pesawat Eropa lainnya. Terbang ini pesawat asli, Sikorsky mendapatkan lisensi pilotnya;. Federation Aeronautique Internationale (FAI) lisensi Nomor 64 yang dikeluarkan oleh Aero Club Kekaisaran Rusia pada tahun 1911 Selama demonstrasi S-5, mesin berhenti dan Sikorsky itu terpaksa melakukan pendaratan kecelakaan untuk menghindari dinding. Hal ini ditemukan bahwa nyamuk dalam bensin telah ditarik ke karburator, kelaparan mesin bahan bakar. Panggilan dekat Sikorsky yakin tentang perlunya sebuah pesawat yang bisa terus terbang jika kehilangan mesin . Pesawat berikutnya, S-6 diadakan tiga penumpang dan terpilih sebagai pemenang pameran pesawat Moskow diselenggarakan oleh Rusia Angkatan Darat pada Februari 1912 .

    Pada awal 1912, Igor Sikorsky menjadi Chief Engineer dari divisi pesawat untuk Railroad Pekerjaan Rusia Mobil Baltik (Russko-Baltiisky Vagonny ZAVOD atau R-BVZ) di Saint Petersburg Karyanya di R-BVZ. Termasuk konstruksi pesawat empat-mesin pertama, S-21 Russky Vityaz, yang disebutnya Le Grand. Dia juga menjabat sebagai pilot tes untuk penerbangan pertama pada 13 Mei 1913. Dalam pengakuan atas prestasi, ia dianugerahi gelar kehormatan di bidang teknik dari Saint Petersburg Politeknik Institute di 1914. Sikorsky mengambil pengalaman dari membangun Vityaz Russky untuk mengembangkan S-22 Ilya pesawat Muromets. Karena pecahnya Perang Dunia I, ia didesain ulang sebagai pembom pertama di dunia bermesin empat, untuk itu ia dihiasi dengan Ordo St Vladimir.

    Setelah Perang Dunia I, Igor Sikorsky singkat menjadi seorang insinyur untuk pasukan Perancis di Rusia, selama Perang Saudara Rusia . Melihat sedikit kesempatan untuk dirinya sendiri sebagai desainer pesawat di Eropa yang dilanda perang, dan terutama Rusia, dilanda Oktober Revolusi dan Perang Saudara, ia beremigrasi ke Amerika Serikat, tiba di New York pada tanggal 30 Maret 1919.

    Sikorsky adalah seorang Rusia yang sangat religius Kristen Ortodoks dan menulis dua buku agama dan filsafat (The Message dari Doa Bapa dan The Encounter Tak Terlihat). Meringkas keyakinan, di kedua dia menulis:
    "Kekhawatiran kami tenggelam menjadi tidak penting bila dibandingkan dengan nilai kekal kepribadian manusia - anak potensial Allah yang ditakdirkan untuk menang atas kebohongan, sakit, dan kematian. Tidak ada yang bisa mengambil makna luhur hidup jauh dari kita, dan ini adalah satu hal yang penting . "

    Sumber, en.wikipedia.org 
                     www2.irib.ir 
                    www.fiddlersgreen.net

    Ki Hadjar Dewantara


    Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau Suwardi Suryaningrat, sejak 1922 menjadi Ki Hadjar Dewantara, atau Ki Hajar Dewantara, beberapa menuliskan bunyi bahasa Jawanya dengan Ki Hajar Dewantoro; lahir di Yogyakarta, 2 Mei 1889 – meninggal di Yogyakarta, 26 April 1959 pada umur 69 tahun; selanjutnya disingkat sebagai "Soewardi" atau "KHD") adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Ia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.

    Tanggal kelahirannya sekarang diperingati di Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasional. Bagian dari semboyan ciptaannya, tut wuri handayani, menjadi slogan Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. Namanya diabadikan sebagai salah sebuah nama kapal perang Indonesia, KRI Ki Hajar Dewantara. Potret dirinya diabadikan pada uang kertas pecahan 20.000 rupiah tahun emisi 1998.

    Ia dikukuhkan sebagai pahlawan nasional yang ke-2 oleh Presiden RI, Soekarno, pada 28 November 1959 (Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959).

    Soewardi berasal dari lingkungan keluarga Keraton Yogyakarta. Ia menamatkan pendidikan dasar di ELS (Sekolah Dasar Eropa/Belanda). Kemudian sempat melanjut ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera), tapi tidak sampai tamat karena sakit. Kemudian ia bekerja sebagai penulis dan wartawan di beberapa surat kabar, antara lain, Sediotomo, Midden Java, De Expres, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara. Pada masanya, ia tergolong penulis handal. Tulisan-tulisannya komunikatif dan tajam dengan semangat antikolonial.

    Selain ulet sebagai seorang wartawan muda, ia juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Sejak berdirinya Boedi Oetomo (BO) tahun 1908, ia aktif di seksi propaganda untuk menyosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia (terutama Jawa) pada waktu itu mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. Kongres pertama BO di Yogyakarta juga diorganisasi olehnya.
    Soewardi muda juga menjadi anggota organisasi Insulinde, suatu organisasi multietnik yang didominasi kaum Indo yang memperjuangkan pemerintahan sendiri di Hindia Belanda, atas pengaruh Ernest Douwes Dekker (DD). Ketika kemudian DD mendirikan Indische Partij, Soewardi diajaknya pula.

    Sewaktu pemerintah Hindia Belanda berniat mengumpulkan sumbangan dari warga, termasuk pribumi, untuk perayaan kemerdekaan Belanda dari Perancis pada tahun 1913, timbul reaksi kritis dari kalangan nasionalis, termasuk Soewardi. Ia kemudian menulis "Een voor Allen maar Ook Allen voor Een" atau "Satu untuk Semua, tetapi Semua untuk Satu Juga". Namun kolom KHD yang paling terkenal adalah "Seandainya Aku Seorang Belanda" (judul asli: "Als ik eens Nederlander was"), dimuat dalam surat kabar De Expres pimpinan DD, tahun 1913. Isi artikel ini terasa pedas sekali di kalangan pejabat Hindia Belanda. Kutipan tulisan tersebut antara lain sebagai berikut.

    "Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang telah kita rampas sendiri kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Ide untuk menyelenggaraan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita keruk pula kantongnya. Ayo teruskan saja penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda, hal yang terutama menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku ialah kenyataan bahwa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikit pun baginya".

    Beberapa pejabat Belanda menyangsikan tulisan ini asli dibuat oleh Soewardi sendiri karena gaya bahasanya yang berbeda dari tulisan-tulisannya sebelum ini. Kalaupun benar ia yang menulis, mereka menganggap DD berperan dalam memanas-manasi Soewardi untuk menulis dengan gaya demikian.

    Akibat tulisan ini ia ditangkap atas persetujuan Gubernur Jenderal Idenburg dan akan diasingkan ke Pulau Bangka (atas permintaan sendiri). Namun demikian kedua rekannya, DD dan Tjipto Mangoenkoesoemo, memprotes dan akhirnya mereka bertiga diasingkan ke Belanda (1913). Ketiga tokoh ini dikenal sebagai "Tiga Serangkai". Soewardi kala itu baru berusia 24 tahun.

    Soewardi kembali ke Indonesia pada bulan September 1919. Segera kemudian ia bergabung dalam sekolah binaan saudaranya. Pengalaman mengajar ini kemudian digunakannya untuk mengembangkan konsep mengajar bagi sekolah yang ia dirikan pada tanggal 3 Juli 1922: Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa. Saat ia genap berusia 40 tahun menurut hitungan penanggalan Jawa, ia mengganti namanya menjadi Ki Hadjar Dewantara. Ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun jiwa.

    Semboyan dalam sistem pendidikan yang dipakainya kini sangat dikenal di kalangan pendidikan Indonesia. Secara utuh, semboyan itu dalam bahasa Jawa berbunyi ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani. ("di depan memberi contoh, di tengah memberi semangat, di belakang memberi dorongan"). Semboyan ini masih tetap dipakai dalam dunia pendidikan rakyat Indonesia, terlebih di sekolah-sekolah Perguruan Tamansiswa.

    Atas jasa-jasanya dalam merintis pendidikan umum, ia dinyatakan sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia dan hari kelahirannya dijadikan Hari Pendidikan Nasional.

    Sumber, Tokoh Indonesia
                   Bank Indonesia 
                   Departamen Sosial RI

    Mark Zuckerberg - Pendiri Facebook

    Mark Elliot Zuckerberg (lahir 14 Mei 1984) adalah seorang pemrogram komputer dan pengusaha Internet. Ia dikenal karena menciptakan situs jejaring sosial Facebook bersama temannya, yang dengan itu ia menjadi pejabat eksekutif dan presiden. Facebook didirikan sebagai perusahaan swasta pada tahun 2004 oleh Zuckerberg dan teman sekelasnya Dustin Moskovitz, Eduardo Saverin, dan Chris Hughes ketika menjadi mahasiswa di Universitas Harvard. Pada tahun 2010, Zuckerberg terpilih sebagai Person of the Year versi majalah Time. Pada 2011, kekayaan pribadinya ditaksir mencapai $17,55 miliar.

     

     

     

    Kehidupan pribadi

    Zuckerberg lahir tahun 1984 di White Plains, New York dari pasangan Karen, seorang psikiater, dan Edward Zuckerberg, seorang dokter gigi. Ia bersama tiga saudara perempuannya, Randi, Donna, dan Arielle, dibesarkan di Dobbs Ferry, New York. Zuckerberg dibesarkan sebagai seorang Yahudi dan menjalani bar mitzvah ketika menginjak usia 13 tahun, meski selama ini ia menetapkan dirinya sebagai seorang ateis.
    Di Ardsley High School, Zuckerberg mendapat nilai tinggi pada mata pelajaran klasika sebelum pindah ke Phillips Exeter Academy pada tahun pertamanya, tempat ia mendapat banyak hadiah dalam bidang sains (matematika, astronomi, dan fisika) dan ilmu klasik (dalam formulir pendaftaran perguruan tingginya, Zuckerberg memasukkan bahasa Perancis, Ibrani, Latin, dan Yunani Kuno dalam kolom bahasa non-Inggris yang bisa ia baca dan tulis) swerta merupakan seorang bintang anggar dan kapten tim anggar. Di perguruan tinggi, ia dikenal karena mengutip beberapa kalimat dari puisi-puisi epik seperti The Iliad.
    Pada sebuah pesta yang diadakan persaudaraannya pada tahun kedua di universitas, Zuckerberg bertemu Priscilla Chan, seorang mahasiswa Cina-Amerika asal pinggiran kota Boston (Braintree, Massachusetts), dan mereka terus berkencan, sempat putus sebentar, sejak 2003. Pada September 2010, Zuckerberg mengundang Chan yang sudah menjadi mahasiswa kedokteran di Universitas California, San Francisco, untuk pindah ke rumah sewaannya di Palo Alto. Zuckerberg mempelajari bahasa Cina Mandarin setiap hari sebagai persiapan kunjungan keduanya ke Cina pada Desember 2010. Pada 2010, Facebook diblokir oleh tembok api Internet negara itu.


    Di profil Facebook Zuckerberg, ia menyebutkan tertarik pada "keterbukaan, menciptakan sesuatu yang membantu orang-orang terhubung dan berbagi segala hal yang penting bagi mereka, revolusi, aliran informasi, minimalisme". Zuckerberg lebih enak melihat warna biru karena kebutaan warna merah-hijau yang dialaminya; biru juga merupakan warna dominan di Facebook.
    Pada Mei 2011, dilaporkan bahwa Zuckerberg telah membeli rumah berkamar lima di Palo Alto senilai $7 juta.

    Semasa Kuliah

    Zuckenberg adalah anggota Alpha Epsilon Pi. Pada awalnya Mark Zuckerberg hanyalah seorang mahasiswa dari Universitas Harvard. Zuckerberg lalu membuat suatu sistem jejaring sosial untuk kelasnya. Tetapi setelah ia membuat sistem tersebut, ternyata semakin banyak saja orang yang tergabung didalamnya. Sistem itu lama-kelamaan telah menjaring universitas terdekat dari tempatnya kuliah, dan inilah awal dari Facebook yang kita kenal saat ini.
    Dari situasi inilah, Zuckerberg berinisiatif untuk mengembangkan sistem jejaring tersebut. Mula-mula Zuckerberg mengembangkan sistem ini dan memberi nama Facebook. Zuckerberg dan kawan-kawannya lalu menyewa tempat di Palo Alto, California sebagai tempat untuk mengembangkan Facebook. Karena keasyikan untuk mengembangkan proyek Facebook, maka Zuckerberg lupa akan kuliahnya. Zuckerberg dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sulit antara memilih pendidikannya atau bisnis proyek yang sedang dia kembangkan. Dengan sikap yang optimis Zuckerberg dan kawan-kawannya memilih untuk meninggalkan kuliah mereka, dan memfokuskan diri pada proyek Facebook tersebut.

    Facebook

    Pendiri dan Tujuan

    Zuckerberg meluncurkan Facebook dari kamar asrama Harvard pada tanggal 4 Februari 2004. Sebuah inspirasi awal Facebook mungkin berasal dari Phillips Exeter Academy, sekolah tinggi swasta dimana Zuckerberg lulus tahun 2002. Ini mempublikasikan direktori mahasiswa sendiri, buku angkatan yang oleh siswa disebut sebagai "The Facebook". Direktori foto semacam itu merupakan bagian penting pengalaman sosial bagi kebanyakan siswa di sekolah swasta. Dengan hal tersebut, siswa dapat mendaftar berbagai hal seperti tahun angkatan, kedekatan mereka dengan teman-teman, dan nomor telepon mereka.
    Setelah kuliah, Facebook dimulai dari hanya sebagai "barang Harvard" sampai akhirnya Zuckerberg memutuskan untuk menyebarkan ke sekolah lain, mendaftar dengan bantuan dari teman sekamarnya Dustin Moskovitz. Mereka pertama kali dimulai dari Stanford, Dartmouth, Columbia, New York University, Cornell, Brown, dan Yale, dan kemudian di sekolah lain yang memiliki kontak sosial dengan Harvard University.
    Zuckerberg pindah ke Palo Alto, California, bersama Moskovitz dan beberapa teman. Mereka menyewa sebuah rumah kecil yang berfungsi sebagai kantor. Selama musim panas, Zuckerberg bertemu Peter Thiel yang menginvestasikan pada perusahaan. Mereka mendapat kantor pertama mereka di pertengahan tahun 2004. Menurut Zuckerberg, mereka berencana untuk kembali ke Harvard tetapi akhirnya memutuskan untuk tetap di California. Mereka telah menolak tawaran oleh perusahaan besar yang akan membeli Facebook. Dalam sebuah wawancara pada tahun 2007, Zuckerberg menjelaskan alasannya:
    Ini bukan soal uang. Bagi saya dan rekan saya, hal yang paling penting adalah bahwa kita menciptakan aliran informasi yang terbuka untuk orang-orang. Perusahaan media yang dimiliki oleh konglomerat hanya bukan ide menarik bagi saya. Dia mengungkapkan kembali tujuan-tujuan yang sama kepada majalah Wired di tahun 2010: "Yang saya pedulikan adalah misi, membuat dunia terbuka." Sebelumnya, pada bulan April 2009, Zuckerberg meminta nasihat dari mantan CFO Netscape Peter Currie tentang strategi pembiayaan untuk Facebook.
    Pada tanggal 21 Juli 2010, Zuckerberg melaporkan bahwa perusahaan mencapai angka 500 juta pengguna. Ketika ditanya apakah apakah bisa mendapatkan penghasilan lebih banyak dari iklan sebagai hasil dari pertumbuhan yang fenomenal, ia menjelaskan: Saya kira kami bisa ... Jika anda melihat berapa banyak halaman kami diambil untuk porsi iklan dibandingkan dengan rata-rata permintaan pencarian. Rata-rata bagi kita adalah sedikit kurang dari 10 persen dari halaman, dan rata-rata untuk pencarian adalah sekitar 20 persen yang diambil dengan iklan. Itu hal sederhana yang bisa kami lakukan. Tapi kami tidak seperti itu. Kami menghasilkan cukup uang. Benar, maksud saya, kita menjaga hal-hal berjalan, kita tumbuh pada tingkat yang kita inginkan.

    Wirehog

    Sebulan setelah Facebook diluncurkan pada bulan Februari 2004, i2hub, layanan kampus-saja lain yang diciptakan oleh Wayne Chang, diluncurkan. i2hub difokuskan pada berbagi berkas antar teman. Pada saat itu, baik i2hub dan Facebook telah memperoleh perhatian pers dan berkembang pesat pada pengguna dan publisitas. Pada bulan Agustus 2004, Zuckerberg, Andrew McCollum, Adam D'Angelo, dan Sean Parker meluncurkan layanan berbagi berkas yang bersaing disebut Wirehog. Itu adalah pendahulu untuk aplikasi Facebook Platform. Daya tariknya rendah dibandingkan dengan i2hub, dan Facebook akhirnya menutup Wirehog down musim panas berikutnya.

    Platform dan Beacon

    Pada tanggal 24 Mei 2007, Zuckerberg meluncurkan Facebook Platform, sebuah platform pengembangan untuk para pemrogram untuk membuat aplikasi sosial dalam Facebook. Dalam beberapa minggu, banyak aplikasi yang telah dibangun dan beberapa sudah memiliki jutaan pengguna. Ini berkembang menjadi lebih dari 800.000 pengembang di seluruh dunia aplikasi Facebook Platform. Pada tanggal 23 Juli 2008, Zuckerberg mengumumkan Facebook Connect, sebuah versi dari Facebook Platform untuk para pengguna.
    Pada tanggal 6 November 2007, Zuckerberg mengumumkan sistem periklanan baru sosial bernama Beacon, yang memungkinkan orang untuk berbagi informasi dengan teman-teman mereka berdasarkan kegiatan browsing mereka di situs lain. Misalnya, penjual eBay bisa memberitahu teman-teman tahu secara otomatis apa yang telah mereka untuk dijual melalui Facebook news feed daftar barang-barang mereka yang dijual. Program ini berada di bawah pengawasan karena masalah privasi dari kelompok-kelompok dan pengguna individu. Zuckerberg dan Facebook gagal untuk menanggapi keprihatinan dengan cepat, dan pada tanggal 5 Desember 2007, Zuckerberg menulis blog di Facebook yang isinya mengambil tanggung jawab atas keprihatinan tentang Beacon dan menawarkan cara yang lebih mudah bagi pengguna untuk memilih keluar dari layanan tersebut.

    Gugatan ConnectU

    Cameron Winklevoss, Tyler Winklevoss, dan Divya Narendra, ketiganya adalah mahasiswa Harvard menuduh Zuckerberg sengaja membuat mereka yakin bahwa ia akan membantu mereka membangun jejaring sosial yang disebut HarvardConnection.com (kemudian disebut ConnectU). Mereka mengajukan gugatan pada tahun 2004 tetapi ditolak secara teknis pada tanggal 28 Maret 2007. Gugatan itu diajukan kembali tidak lama kemudian di pengadilan federal inBoston, dan sidang dijadwalkan untuk 25 Juli 2007, dengan agenda pembatalan oleh Zuckerberg. Pada sidang hakim mengatakan kepada ConnectU bahwa bagian-bagian pengaduan terdapat kekurangan dan memberi kesempatan mereka untuk mengubahnya. Facebook melawan gugatan dalam hal Sosial Butterfly, sebuah proyek yang dikeluarkan oleh The Winklevoss Chang Group, sebuah kemitraan yang diduga antara ConnectU dan i2hub. Ditujukan kepada pendiri ConnectU, Cameron Winklevoss, Tyler Winklevoss, Divya Narendra, dan Wayne Chang, pendiri i2hub. Para pihak mencapai kesepakatan penyelesaian rahasia pada Februari 2008. Pada tanggal 25 Juni 2008, kasus ini diselesaikan dan Facebook setuju untuk mentransfer lebih dari 1,2 juta saham biasa dan membayar $ 20 juta tunai. Pada bulan Mei 2010, dilaporkan bahwa pendiri ConnectU itu menuduh Zuckerberg melakukan penipuan efek dengan melakukan penafsiran menyesatkan mengenai nilai saham. Para pendiri ConnectU mendapatkan kesan nilainya $ 45 juta. Namun, pemahaman itu didasarkan pada penilaian saham utama, sedangkan mereka hanya menerima saham biasa. Akibatnya adalah saham yang diberikan kepada pendiri sebagai bagian penempatan nilainya kurang dari 75% dari yang Facebook katakan, dan kesepakatan kas-dan-saham keseluruhan senilai 50% kurang. Sejak saat penempatan, saham tersebut telah diperdagangkan sebesar $ 76 per saham pada pasar sekunder, yang akan menempatkan nilai penyelesaian pada $ 120,000,000. Menurut satu laporan, Winklevoss bersaudara berencana untuk menuntut lagi berdasarkan dugaan bahwa Facebook menyesatkan mereka dalam hal penilaian penempatan.

    Sumber, Wikipedia

    Paus Yohanes Paulus II - Sang Penerang

    Beato Paus Yohanes Paulus II (Latin: Ioannes Paulus PP. II, Italia: Giovanni Paolo II, Polandia: Jan Paweł II, Inggris: John Paul II) yang nama aslinya: Karol Józef Wojtyła, lahir di Wadowice, Polandia, 18 Mei 1920 – meninggal di Istana Apostolik, Vatikan, 2 April 2005 pada umur 84 tahun adalah Paus, Uskup Roma, dan kepala Gereja Katolik Roma sejak 16 Oktober 1978 hingga kematiannya. Dia juga pemimpin dari Negara Kota Vatikan, negara berdaulat dengan luas terkecil di dunia.

    Paus Yohanes Paulus II diangkat pada usia 58 tahun pada tahun 1978. Dia adalah Paus non-Italia pertama sejak Paus Adrianus VI, yang menjabat untuk sesaat antara tahun 1522-1523. Dia memerangi komunisme, kapitalisme yang tak terkendali dan penindasan politik. Dia dengan tegas melawan aborsi dan membela pendekatan Gereja Katolik Roma yang lebih tradisional terhadap seksualitas manusia.

    Dia telah melakukan lawatan 129 negara selama menjadi Paus dan menjadi pemimpin dunia yang paling banyak melawat dalam sejarah. Dia berbicara dalam bahasa-bahasa Italia, Perancis, Jerman, Inggris, Spanyol, Portugis, Ukraina, Rusia, Kroasia, Esperanto, Yunani Kuno dan Latin selain bahasa ibunya bahasa Polski.[3] Sebagai bagian dari wewenang panggilan sucinya yang universal, ia telah melakukan beatifikasi terhadap 1.340 orang dan melakukan kanonisasi 483 santo/santa,lebih banyak dari gabungan beatifikasi dan kanonisasi yang dilakukan pendahulunya selama lima abad terakhir.

    Selain itu, masa tugasnya sebagai Paus adalah yang ketiga terlama dalam sejarah, setelah Paus Pius IX dan Santo Petrus. Pada tahun 1989, ia mengunjungi Indonesia. Kota-kota yang dikunjunginya adalah Jakarta, Medan (Sumatera Utara), Yogyakarta (Jawa Tengah, dan DIY) dan Dili (Timor Timur). Setelah berkunjung ke Indonesia, komentarnya ialah: "Tidak ada negara yang begitu toleran seperti Indonesia di muka bumi."

    Pada 19 Desember 2009, Yohanes Paulus II telah mendapat gelar venerabilis dari penerusnya Paus Benediktus XVI dan sebagai langkah pendahulu sebelum beatifikasi pada 1 Mei 2011.

    Biografi

    Kelahiran dan masa muda

    Karol Józef Wojtyła (dilafazkan sebagai: voi-TI-wa; IPA: /ˈkarɔl ˈjuzef vɔjˈtɨwa/) lahir pada 18 Mei 1920 di Wadowice, Polandia selatan, sebagai seorang anak ketiga dari opsir pada Tentara Kekaisaran Habsburg Austria, yang juga bernama Karol Wojtyła dan Emilia Kaczorowska, yang seorang keturunan Lithuania. Ibunya meninggal pada 13 April 1929, ketika ia berusia delapan tahun. Kakak perempuan Karol, Olga meninggal di waktu bayi sebelum kelahiran Karol; dengan demikian dia tumbuh dan dekat dengan kakaknya Edmund yang lebih tua 14 tahun, dan punya panggilan Mundek. Namun, pekerjaan Edmund sebagai dokter mengakibatkan kematiannya karena skarlatina (scarlet fever). Hal ini sangat mempengaruhi Karol.

    Sebagai remaja, Wojtyła adalah seorang atlet dan sering bermain sepak bola sebagai penjaga gawang. Masa kecilnya terpengaruh kontak intensif dengan komunitas Yahudi. Pertandingan sepak bola sering diadakan antara tim Yahudi dan Katolik, dan Wojtyła biasanya secara sukarela akan menawarkan diri menjadi penjaga gawang cadangan di tim Yahudi jika kekurangan pemain.

    Pada pertengahan 1938, Karol Wojtyła dan ayahnya meninggalkan Wadowice dan pindah ke Kraków, dimana dia masuk ke Universitas Jagiellonian. Sambil belajar filologi dan berbagai bahasa di universitas, dia menjadi pustakawan sukarela dan juga harus ikut serta dalam wajib militer di Legiun Akademik Resimen Infanteri ke 36 Polandia, namun dia penganut pasifisme dan menolak menembakkan senjata. Dia juga tampil di beberapa grup teater dan menjadi penulis naskah drama.Selama masa itu, kemampuan berbahasanya berkembang dan dia belajar 12 bahasa asing, sembilan diantaranya kemudian dipakai terus ketika menjadi Paus (Bahasa Polandia, Slovakia, Rusia, Italia, Perancis, Spanyol, Portugis, Jerman, dan Inggris, ditambah dengan pengetahuan akan Bahasa Latin Gerejawi).

    Pada tahun 1939 terjadi pendudukan pendudukan Nazi dan menutup universitas tempatnya belajar setelah invasi terhadap Polandia.Semua warga yang sehat diwajibkan bekerja, dari tahun 1940 sampai 1944, Wojtyła bekerja berbagai macam mulai dari pencatat menu di restoran, pekerja kasar tambang batu kapur, dan di pabrik kimia Solvay untuk menghindari dideportasi ke Jerman. Ayahnya, seorang bintara di Angkatan Darat Polandia, meninggal karena serangan jantung pada 1941, meninggalkan Karol seorang diri dari sisa keluarga. "Saya tidak ada pada saat kematian ibu saya, saya tidak ada pada saat kematian kakak saya, saya tidak ada pada saat kematian ayah saya" katanya, menceritakan masa-masa kehidupannya ketika itu, hampir empat puluh tahun kemudian, "Pada usia 20, saya sudah kehilangan semua orang yang saya cintai"

    Dia kemudian mulai berpikir serius untuk menjadi pastor setelah kematian ayahnya, kemudian panggilan imamatnya perlahan menjadi ‘sesuatu yang mutlak dan tak terbantahkan.’ Pada Oktober 1942, dengan meningkatnya keinginan untuk menjadi pastor, dia mengetuk pintu Wisma Uskup Agung di Kraków, dan menyatakan bahwa dia ingin belajar menjadi pastor.Tidak lama kemudian, dia mulai belajar di seminari rahasia yang dijalankan oleh uskup agung Kraków Kardinal Adam Stefan Sapieha.

    Pada 29 Februari 1944, Wojtyła tertabrak oleh truk Nazi Jerman. Tak diduga, perwira Wehrmacht Jerman kasihan padanya dan mengirimkannya ke rumah sakit. Dia menghabiskan waktu dua minggu untuk pulih dari gegar otak dan luka bahu. Kecelakaan ini dan penyelamatannya membuatnya makin yakin dengan panggilan imamatnya.

    Pada 6 Agustus 1994, ‘Minggu Hitam’, Gestapo mengumpulkan para pria muda di Kraków untuk menghindari demonstrasi yang serupa dengan demonstrasi di Warsawa. Wojtyła selamat dengan bersembunyi di ruang bawah tanah rumah pamannya di 10 Tyniecka Street, ketika tentara Jerman mencari di lantai atas. Lebih dari 8000 pria dan pemuda ditangkap hari itu, namun dia kemudian bersembunyi di Wisma Uskup Agung, dimana dia tetap bersembunyi sampai Jerman pergi.

    Pada 17 Januari 1945 malam, Jerman meninggalkan kota, dan para pelajar mengambil kembali reruntuhan seminari. Wojtyła dan seminaris lainnya secara sukarela bertugas membersihkan tumpukan kotoran beku dari jamban. Bulan itu, Wojtyła menolong seorang gadis pengungsi Yahudi berusia 14 tahun bernama Edith Zierer yang melarikan diri dari perkampungan buruh di Częstochowa. Setelah terjatuh dari peron stasiun kereta, Wojtyła membawanya ke kereta dan menemaninya hingga selamat sampai Kraków. Zierer sangat berterima kasih pada Wojtyła yang menyelamatkan hidupnya hari itu. B'nai B'rith sebuah organisasi Yahudi dan beberapa otoritas lainnya menyatakan bahwa Wojtyła telah menolong dan melindungi banyak Yahudi Polandia lainnya dari Nazisme.

    Menjadi pastor


    Setelah menyelesaikan pendidikan seminari di Kraków, Karol Wojtyła ditahbiskan sebagai pastor di Hari Para Orang Kudus pada 1 November 1946, oleh uskup agung Kraków, Kardinal Adam Stefan Sapieha. Dia kemudian berangkat untuk belajar teologi di Roma, di Universitas Kepausan Santo Thomas Aquinas (Pontifical International Athenaeum Angelicum), dimana dia kemudian mendapat Diploma Teologi Suci dan kemudian Doktor Teologi Suci. Gelar Doktorat ini yang pertama dari dua, didasarkan pada disertasi Latin "Doktrin Iman Menurut Santo Yohanes dari Salib Suci"
    Universitas Kepausan Santo Thomas Aquinas di Roma.

    Dia kembali ke Polandia pada musim panas 1948 dengan tugas pertama pastoral di desa Niegowić, lima belas mil dari Kraków. Setibanya di Niegowić pada musim panen, tindakan pertama yang dilakukannya adalah berlutut dan mencium lantai.Tindakan ini diadaptasi dari kebiasaan santo Jean Marie Baptiste Vianney yang berasal dari Perancis, yang kemudian menjadi ciri khasnya ketika menjadi Paus.

    Pada Maret 1949, dia dipindah ke paroki Santo Florian di Kraków, dia mengajar ilmu etika di Universitas Jagiellonian kemudian di Universitas Katolik Lublin (John Paul II Catholic University of Lublin). Sambil mengajar, Wojtyła bergabung dengan grup terdiri dari 20 pemuda, yang kemudian mereka juluki Rodzinka, atau "keluarga kecil". Mereka berkumpul untuk berdoa, diskusi filosofi, serta menolong orang buta dan sakit. Grup ini kemudian berkembang sampai sekitar 200 anggota, dan kegiatannya bertambah dengan bermain ski tahunan dan kayak.

    Tahun 1954 dia memperoleh doktorat kedua, dalam bidang filosofi, mengevaluasi kelayakan etika Katolik berdasarkan sistem etis dari fenomenologi Max Scheler. Namun, otoritas Komunis menghalanginya memperoleh gelar sampai 1957.

    Selama periode ini, Wojtyła menulis seri artikel di koran Katolik Kraków Tygodnik Powszechny (Mingguan Umum) berkaitan dengan masalah kontemporer gereja. Dia juga fokus pada pembuatan literatur asli selama dua belas tahun pertama menjadi pastor. Perang, hidup dalam Komunisme, dan tanggung jawab pastoralnya mempengaruhi puisi dan naskah dramanya. Namun, dia mempublikasikan karya-karyanya dalam dua nama samaran - Andrzej Jawień dan Stanisław Andrzej Gruda - untuk memisahkan antara literatur dan tulisan religiusnya (yang diterbitkan dengan nama aslinya) dan agar karya literaturnya mendapat penghargaannya sendiri tanpa pengaruh masalah religi kepastorannya. Pada 1960, Wojtyła menerbitkan buku teologis berpengaruh Cinta dan Tanggungjawab sebuah pembelaan terhadap ajaran-ajaran tradisional Gereja tentang pernikahan dari sudut pandang filosofis baru.

    Menjadi uskup, uskup agung dan kardinal

    Kunjungan ke gereja Santa Perawan Maria di Kraków. Carmelite on the Sand - awal Juni 1967, beberapa waktu sebelum dilantik menjadi kardinal

    Pada 4 Juli 1958, ketika Wojtyła sedang berlibur bermain kayak di sebuah danau di utara Polandia, Paus Pius XII mengangkatnya menjadi uskup pembantu (auxiliary bishop) di Kraków. Dia dipanggil ke Warsawa, untuk bertemu Primat Polandia Kardinal Stefan Wyszyński, yang memberitahunya mengenai pengangkatannya. Dia menyetujui untuk membantu uskup agung Eugeniusz Baziak sebagai uskup pembantu, dia ditahbiskan ke keuskupan menggunakan nama Uskup Ombi pada 28 September 1958. Pada usia 38 tahun, dia menjadi uskup termuda di Polandia. Baziak wafat pada Juni 1962 dan pada 16 Juli 1962, Karol Wojtyła terpilih sebagai Vicar Capitular, atau administrator sementara keuskupan agung sampai uskup agung baru terpilih.

    Mulai Oktober 1962, Uskup Wojtyła mengambil bagian pada Konsili Vatikan II (1962–1965),dan memberikan kontribusi pada dokumen-dokumen penting yang kelak menjadi Pernyataan tentang Kebebasan Beragama (Dignitatis Humanae) dan Konstitusi Pastoral tentang Gereja dalam Dunia Modern (Gaudium et Spes), dua hasil utama Konsili, ditilik dari sudut pandang historis dan pengaruhnya.

    Uskup Wojtyła juga terlibat pada semua majelis sinode para uskup. Kemudian pada 13 Januari 1963, Paus Paulus VI mengangkatnya menjadi Uskup agung Kraków.[46] Pada 26 Juni 1967, Paus Paulus VI mengumumkan promosi Uskup agung Wojtyła kepada Dewan Kardinal. Dia dinamakan Imam Kardinal titulus San Caesareo de Appia.

    Pada tahun 1967, dia berperan penting dalam perumusan ensiklik Humanae Vitae, yang berkaitan dengan masalah pelarangan aborsi dan pengaturan kelahiran dalam KB. Menurut seorang saksi baru, Kardinal Wojtyla pada tahun 1970 melarang distribusi di keuskupan Kraków surat pastoral tentang keuskupan Polandia sedang mempersiapkan upacara ulang tahun ke-50 Perang Polandia-Soviet.

    Menjadi Paus

    Lambang Paus Yohanes Paulus II dengan Salib Maria. Huruf M untuk Santa Perawan Maria, ibu Yesus, yang mana merupakan pengabdiannya (devosi)

    Agustus 1978, pada wafatnya Paus Paulus VI, Kardinal Karol Wojtyła menghadiri konklaf Paus yang memilih Albino Luciani, Kardinal Venesia, sebagai Paus Yohanes Paulus I. Pada usia 65, Luciani bisa dikatakan masih muda sebagai Paus. Wojtyła pada usia 58 masih bisa mengharapkan untuk menghadiri sebuah konklaf Paus lainnya sebelum mencapai usia 80 tahun (usia maksimal dalam mengikuti konklaf). Namun tidak diduga bahwa konklaf berikutnya datang begitu cepat pada 28 September 1978, hanya 33 hari setelah menjabat, Paus Yohanes Paulus I wafat. Pada Oktober 1978 Wojtyła kembali ke Vatikan untuk menghadiri konklaf kedua dalam waktu kurang dari dua bulan.

    Konklaf kedua pada tahun 1978 diadakan pada 14 Oktober, sepuluh hari setelah pemakaman Paus Yohanes Paulus I. Pada konklaf ada dua kubu yang sama-sama memiliki calon kuat: Kardinal Giuseppe Siri, kubu konservatif yang merupakan Uskup Agung Genoa, dan Kardinal Giovanni Benelli, kubu liberal yang merupakan Uskup Agung Firenze (Florence) dan seorang teman dekat Paus Yohanes Paulus I.

    Pendukung Benelli begitu yakin bahwa ia bisa terpilih, pada putaran pemungutan suara pertama, Benelli memenangkan sembilan suara. Namun, dari skala oposisi berarti suara yang diperoleh para calon tidak mencukupi untuk menjadi yang terpilih. Kardinal Franz König, Uskup Agung Wina, mengusulkan kepada para rekan pemilih lainnya untuk mengajukan kandidat kompromi: Kardinal Karol Józef Wojtyła dari Polandia. Wojtyła akhirnya memenangkan pemilihan dengan delapan surat suara pada hari kedua, menurut media Italia, 99 suara dari 111 pemilih memilihnya. Dia kemudian memilih nama Yohanes Paulus II untuk menghormati pendahulunya, dan asap putih muncul untuk memberitahu khalayak yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus bahwa seorang Paus telah terpilih. Dia menerima pemilihannya dengan kata-kata: ‘Dengan ketaatan dalam iman Kristus, Tuhanku, dan dengan kepercayaan pada Bunda Kristus dan Gereja, meskipun dalam kesulitan yang besar, saya menerima’ Ketika Paus baru muncul di balkon, ia telah melanggar tradisi dengan menyapa kerumunan massa.

    Wojtyła menjadi Paus ke-264 menurut kronologis daftar Paus dan menjadi Paus non Italia pertama sejak 455 tahun. Dengan usia 58 tahun, dia adalah Paus termuda yang dilantik sejak Paus Pius IX pada 1846, yang berusia 54 tahun. Seperti halnya pendahulunya, Paus Yohanes Paulus II meniadakan penobatan kepausan tradisional yang seperti pelantikan dalam kerajaan, sebagai gantinya menerima pelantikan gerejawi yang disederhanakan pada 22 Oktober 1978. Selama pelantikan, ketika para kardinal berlutut di hadapannya untuk mengambil sumpah mereka dan mencium cincinnya, dia berdiri ketika Kardinal Stefan Wyszyński dari Polandia berlutut, menghentikannya mencium cincin dan memeluknya.

    Karya dan kehidupan

    Pengajaran
    Paus Yohanes Paulus II di Lapangan Santo Petrus (1985)
    “ Masa depan dimulai hari ini, bukan besok. ”


    —Paus Yohanes Paulus II

    Sebagai Paus, salah satu peran Yohanes Paulus II yang paling penting adalah untuk mengajar orang tentang agama Kristen. Dia menulis 14 ensiklik Paus dan mengajarkan tentang "Teologi Tubuh".

    Dalam suratnya Di awal milenium yang baru (Novo Millennio Ineunte) dia menekankan pentingnya semua prioritas gereja pada Yesus Kristus: "Tidak, kami tidak akan diselamatkan oleh program namun oleh Manusia."

    Dalam Cahaya Kebenaran (Veritatis Splendor), dia menekankan ketergantungan manusia pada Allah dan HukumNya ("Tanpa Sang Pencipta, makhluk ciptaan akan hilang") dan "ketergantungan kebebasan pada kebenaran". Dia mengingatkan bahwa manusia yang "menggantungkan dirinya sendiri pada relativisme dan skeptisime, akan tersesat dalam pencarian kebebasan semu jauh dari kebenaran itu sendiri".

    Dalam Iman dan Akal budi (Fides et Ratio) Yohanes Paulus II mempromosikan minat baru dalam filsafat dan pencarian kebenaran dalam hal-hal teologis. Mengambil dari berbagai jenis sumber (seperti dari Thomisme), dia menggambarkan hubungan saling mendukung antara iman dan akal, dan menekankan para teolog harus fokus pada hubungan itu.

    Yohanes Paulus II juga menulis banyak tentang kelompok pekerja dan doktrin sosial dari Gereja, dituangkannya dalam tiga ensiklik. Melalui ensiklik dan banyak Surat Apostolik serta Opininya, Yohanes Paulus II membahas tentang martabat perempuan dan pentingnya keluarga dalam masa depan kemanusiaan.

    Ensiklik lain termasuk Injil Kehidupan (Evangelium Vitae) dan Ut Unum Sint (Supaya Mereka Semua Menjadi Satu). Meskipun banyak kritik yang menuduhnya tidak fleksibel, dia menegaskan kembali ajaran moral Katolik menentang pembunuhan, eutanasia dan aborsi yang telah ada lebih dari seribu tahun.
    “ Ke mana pun arah keluarga, demikian juga arah negara dan demikian juga seluruh dunia tempat kita hidup ”


    —Paus Yohanes Paulus II
    Perjalanan pastoral
    Paus Yohanes Paulus II mengunjungi Parlemen Polandia pada 11 Juni 1999

    Bekas Presiden AS George W. Bush dan Laura Bush mengunjungi Paus Yohanes Paulus II di Castel Gandolfo pada 23 Juli 2001


    Selama masa kepausannya, Paus Yohanes Paulus II melakukan perjalanan ke 129 negara, dan mencatat lebih dari 1,1 juta kilometer jarak perjalanan. Dia selalu menarik perhatian banyak orang dalam perjalanannya, beberapa yang terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah manusia seperti Hari Pemuda Sedunia di Manila 1995, dimana berkumpul sekitar 5 juta orang. Sebagian orang memperkirakan bahwa ini mungkin merupakan perkumpulan orang Kristiani terbesar yang pernah ada.

    Dua dari kunjungan resmi Paus Yohanes Paulus II adalah ke Meksiko pada Januari 1979 dan ke Polandia pada Juni 1979, dimana selalu dikerumuni oleh kegembiraan manusia. Kunjungan pertama ke Polandia ini meningkatkan semangat nasional dan mencetuskan formasi gerakan Solidaritas (Solidarność) pada tahun 1980, yang membawa kebebasan dan hak asasi pada negara yang bermasalah ini. Pada kunjungan berikutnya ke Polandia dia memberikan dukungan diam-diam pada organisasi ini. Beberapa perjalanan ini menguatkan pesannya dan Polandia memulai proses yang kemudian mengalahkan dominasi Uni Soviet di Eropa Timur pada tahun 1989.

    Sementara beberapa kunjungannya (seperti ke Amerika Serikat dan Tanah Suci) meneruskan kunjungan sebelumnya dari Paus Paulus VI, Yohanes Paulus II menjadi Paus pertama yang berkunjung ke Gedung Putih ketika perjalanan ke AS pada Oktober 1979, dimana dia disambut dengan hangat oleh calon presiden waktu itu Jimmy Carter. Dia juga berkunjung ke banyak negara dimana belum pernah ada Paus yang berkunjung sebelumnya. Dia adalah Paus pertama yang mengunjungi Meksiko di Januari 1979, sebelum berkunjung ke Polandia sebagai Paus, juga ke Irlandia kemudian pada tahun yang sama. Dia adalah paus yang memerintah pertama yang berkunjung ke Britania Raya, pada 1982,  dimana dia bertemu Ratu Elizabeth II, Gubernur Agung dari Gereja Inggris. Dia melakukan perjalanan ke Haiti pada 1983, dimana dia berbicara dalam bahasa kreol kepada ribuan warga Katolik miskin yang berkumpul menyambutnya di bandar udara. Pesannya, "sesuatu harus berubah di Haiti", berdasarkan pada perbedaan yang menyolok antara kaya dan miskin, mendapat tepuk tangan bergemuruh. Pada tahun 2000, dia adalah Paus modern pertama yang berkunjung ke Mesir,  dimana dia bertemu dengan paus Koptik, Paus Shenouda III dan Patriark Ortodoks Yunani dari Alexandria. Dia juga menjadi paus Katolik pertama yang berkunjung dan berdoa di sebuah masjid di Damaskus, Siria pada tahun 2001. Dia berkunjung ke Masjid Agung Umayyah, yang sebelumnya adalah gereja Kristen dimana Yohanes Pembaptis diyakini dimakamkan, dimana dia berpidato untuk meminta Muslim, Kristen dan Yahudi untuk bekerja bersama-sama.

    Pada 15 Januari 1995, ketika berlangsung Hari Pemudia Dunia X, dia mengadakan misa untuk sekitar lima sampai tujuh juta umat di Luneta park, Manila, Filipina, yang menjadi pertemuan tunggal terbesar dalam sejarah Kristen. Pada Maret 2000, ketika mengunjungi Yerusalem, Yohanes Paulus II menjadi paus pertama dalam sejarah yang berkunjung dan berdoa di Tembok Ratapan. Pada September 2001, dalam suasana paska Serangan 11 September 2001, dia melakukan perjalanan ke Kazakhstan dengan pengunjung yang kebanyakan adalah muslim, dan ke Armenia, untuk menghadiri peringatan 1.700 tahun masuknya Kristen di negara itu.
    “ Hari ini, pertama kali dalam sejarah, seorang Uskup Roma menjejakkan kaki di tanah Inggris. Tanah terbuka ini, pernah menjadi pos terdepan dari dunia luar dengan keyakinan berbeda, telah menjadi, melalui pemberitaan Injil, bagian yang dicintai dan diberkahi dari ladang anggur Kristus ”


    —Paus Yohanes Paulus II (1982)

    Pada kunjungan lima harinya ke Indonesia pada 8-12 Oktober 1989, Paus Yohanes Paulus II menyinggahi Jakarta, Yogyakarta, Maumere, Dili (Timor Timur - waktu itu masih menjadi provinsi ke 27 Indonesia), dan Medan. Dalam kunjungan itu Sri Paus memimpin Misa Agung dan berdialog langsung dengan lebih dari satu juta orang. Pada Misa Agung di Senayan, Paus mengucapkan doa Tanda Salib: “Atas nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus” dalam bahasa Indonesia yang lancar, yang dijawab umat “Amin”. Misa itu seluruhnya berlangsung dalam Bahasa Indonesia, dan Paus dapat melafalkan doa dan nyanyian dalam Bahasa Indonesia dengan baik dan lancar, nyaris tanpa salah, termasuk ketika menyanyikan Prefasi yang panjang. Paus Yohanes Paulus II juga mengadakan pertemuan khusus dengan kaum awam dan cendekiawan Katolik Indonesia di kampus Universitas Atma Jaya Jakarta, serta meresmikan gedung baru "Karol Wojtyła". Paus sempat menyatakan:
    “ Karena itu saya bangga akan Anda, orang Katolik yang hanya merupakan minoritas kecil, membuat kontribusi yang signifikan terhadap pendidikan tinggi di Indonesia. ”


    —Paus Yohanes Paulus II pada peresmian gedung “Karol Wojtyła” di kampus Atma Jaya


    Perjalanan Dunia Paus Yohanes Paulus II:


    1979

    1. 25 Januari–1 Februari
    Republik Dominika dan Meksiko
    2. 2-10 Juni
    Polandia
    3. 29 September–7 Oktober
    Irlandia dan Amerika Serikat
    4. 28-30 November
    Turki

    1980

    5. 2-12 Mei
    Zaire, Republik Kongo, Kenya, Ghana, Burkina Faso, dan Pantai Gading
    6. 30 Mei 30–2 Juni
    Perancis
    7. 30 June–12 Juli
    Brasil
    8. 15-19 November
    Jerman Barat

    1981

    9. 16-27 Februari
    Filipina, Guam, dan Jepang

    1982

    10. 12-19 Februari
    Nigeria, Benin, Gabon, dan Guinea Khatulistiwa
    11. 12-15 Mei
    Portugal (termasuk Fátima)
    12. 28 Mei–2 June
    Britania Raya
    13. 10-13 Juni
    Argentina
    14. 15 June
    Swiss
    15. 29 Agustus
    San Marino
    16. 31 Oktober–9 November
    Spanyol

    1983

    17. 2-10 Maret
    Kosta Rika, Nikaragua, Panama, El Salvador, Guatemala, Belize, Honduras dan Haiti
    18. 16-23 Juni
    Polandia
    19. 14-15 Agustus
    Lourdes di Perancis
    20. 10-13 September
    Austria

    1984

    21. 2-12 Mei
    Korea Selatan, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Thailand
    22. 12-17 Juni
    Swiss
    23. 9-20 September
    Kanada
    24. 10-12 Oktober
    Spanyol, Republik Dominika, Puerto Rico

    1985

    25. 26 Januari–6 Februari
    Venezuela, Ekuador, Peru, Trinidad dan Tobago
    26. 11-21 Mei
    Belgia, Belanda, Luxembourg
    27. 8-19 Agustus
    Togo, Pantai Gading, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Zaire, Kenya, Maroko
    28. 8 September
    Liechtenstein

    1986

    29. 1 Februari–10 Februari
    India
    30. 1-8 Juli
    Colombia, St. Lucia
    31. 4-7 Oktober
    Perancis
    32. 19 November–1 Desember 1
    Australia, Selandia Baru, Bangladesh, Fiji, Singapura, Seychelles

    1987

    33. 31 Maret–13 April
    Uruguay, Chili, Argentina
    34. 30 April–4 Mei
    Jerman Barat
    35. 8-14 Juni
    Polandia
    36. 10-20 September
    Amerika Serikat dan Kanada

    1988

    37. 7-18 Mei
    Uruguay, Bolivia, Peru, Paraguay
    38. 23-27 Juni
    Austria
    39. 10-19 September
    Zimbabwe, Botswana, Lesotho, Swaziland, Mozambique, memutar melalui Afrika Selatan
    40. 8-11 Oktober
    Perancis

    1989

    41. 28 April–6 Mei
    Madagaskar, Réunion, Zambia, and Malawi
    42. 1-10 Juni
    Norwegia, Islandia, Finlandia, Denmark, Swedia
    43. 19-21 Agustus
    Spanyol
    44. 6-16 Oktober
    Korea Selatan, Indonesia, Timor Timur, Mauritius

    1990

    45. 25 Januari–1 Februari
    Cape Verde, Guinea-Bissau, Mali, Burkina Faso, Chad
    46. 21-22 April
    Cekoslowakia
    47. 6-13 May
    Meksiko, Curaçao
    48. 25-27 Mei
    Malta
    49. 1-10 September
    Tanzania, Rwanda, Burundi, Pantai Gading

    1991

    50. 10-13 Mei
    Portugal
    51. 1-9 Juni
    Polandia
    52. 13-20 Agustus
    Polandia, Hungaria
    53. 12-21 Oktober
    Brasil

    1992

    54. 19-26 Februari
    Senegal, Gambia, Guinea
    55. 4-10 Juni
    Angola, São Tomé dan Príncipe
    56. 9-14 Oktober
    Republik Dominika

    1993

    57. 3-10 Februari
    Benin, Uganda, Sudan
    58. 25 April
    Albania
    59. 12-17 Juni
    Spanyol
    60. 9-16 Agustus
    Jamaika, Meksiko, Amerika Serikat
    61. 4-10 September
    Lituania, Latvia, Estonia

    1994

    62. 10-11 September
    Kroasia

    1995

    63. 12-21 Januari
    Filipina, Australia, Papua Nugini, Sri Lanka
    64. 20-22 Mei
    Ceko, Polandia
    65. 3-4 Juni
    Belgia
    66. 30 Juni
    Slowakia
    67. 14-20 September
    Kamerun, Kenya, Afrika Selatan
    68. 4-8 Oktober
    Amerika Serikat

    1996

    69. 5-12 Februari
    Guatemala, El Salvador, Nikaragua, Venezuela
    70. 14 April
    Tunisia
    71. 17-19 Mei
    Slovenia
    72. 21-23 Juni
    Jerman
    73. 6-7 September
    Hungaria
    74. 19-22 September
    Perancis

    1997

    75. 12-13 April
    Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina
    76. 25-27 April
    Ceko
    77. 10-11 Mei
    Lebanon
    78. 31 Mei–10 Juni
    Polandia
    79. 21-24 Agustus
    Perancis
    80. 2-5 Oktober
    Brasil

    1998

    81. 21-25 Januari
    Kuba
    82. 21-23 Maret
    Nigeria
    83. 19-21 Juni
    Austria
    84. 2-4 Oktober
    Kroasia

    1999

    85. 22-25 Januari
    Mexico City di Meksiko
    26-27 Januari
    St. Louis, Missouri
    86. 7-9 Mei
    Rumania
    87. 5-17 Juni
    Polandia
    88. 19 September
    Slovenia
    89. 5-9 November
    New Delhi, India, dan Tbilisi di Georgia

    2000

    90. 24-26 Februari
    Mesir
    91. 20-26 Maret
    Jordan, Israel, dan Wilayah Otonomi Palestina
    92. 12-13 Mei
    Fátima di Portugal

    2001

    93.(a) 4-5 Mei
    Athena di Yunani
    93.(b) 5-6 Mei
    Suriah
    93.(c) 8-9 Mei
    Malta
    94. 23-27 Juni
    Ukraina
    95. 22-27 September
    Armenia dan Kazakhstan

    2002

    96. 22-26 Mei
    Azerbaijan dan Bulgaria
    97. 23 Juli–1 Agustus
    Kanada, Guatemala, dan Meksiko
    98. 16-19 Agustus
    Polandia

    2003

    99. 3-4 Mei
    Spanyol
    100. 5-9 Juni
    Kroasia
    101. 22 Juni
    Bosnia dan Herzegovina
    102. 11-14 September
    Slowakia

    2004

    103. 5-6 Juni
    Swiss
    104. 14-15 Agustus
    Lourdes di Perancis



    Kepemudaan
    Hari Pemuda Dunia adalah kegiatan pemuda Katolik internasional yang populer dan digagas oleh Paus Yohanes Paulus II


    Paus Yohanes Paulus II mempunyai hubungan khusus dengan kepemudaan Katolik dan dikenal juga sebagai Paus untuk Kepemudaan.Sebelum menjadi paus, dia sudah sering melakukan perkemahan dan perjalanan mendaki gunung dengan para pemuda. Dia tetap melakukannya ketika sudah menjadi paus.[78] Dia sangat memperhatikan pendidikan untuk pastor masa mendatang dan banyak melakukan kunjungan awal ke seminari Katolik Roma, termasuk ke Venerable English College pada 1979. Dia menggagas Hari Pemuda Dunia pada 1984 dengan maksud membawa pemuda pemudi Katolik dari seluruh dunia bersama-sama merayakan keyakinannya. Pertemuan seminggu para pemuda ini berlangsung setiap dua atau tiga tahun, menarik minat ratusan ribu kaum muda, yang berkumpul untuk bernyanyi, berpesta dan bertemu untuk memperdalam keyakinan mereka.[19][79] Hari Pemuda Dunia ke 19 yang dirayakan selama kepausannya, mengumpulkan jutaan kaum muda dari seluruh dunia. Pada waktu itu, perhatiannya pada keluarga diungkapkan pada Pertemuan Keluarga Dunia, yang diadakan pada tahun 1994.[19]
    “ Kaum muda terancam... dengan teknik jahat iklan yang membuat mereka menghindari kerja keras dan berharap mendapat kepuasan cepat atas setiap segala sesuatu yang mereka inginkan. ”


    —Paus Yohanes Paulus II

    Hubungan dengan agama lain
    Patung Paus Yohanes Paulus II diluar Katedral Almudena (Madrid, Spanyol)

    Paus Yohanes Paulus II melakukan sangat banyak perjalanan dan bertemu dengan para penganut agama dan kepercayaan lain. Dia selalu mencoba mencari dasar yang sama untuk berkomunikasi, baik doktrin atau dogma. Pada hari Doa Sedunia untuk Perdamaian, yang diadakan pada 27 Oktober 1986 di Assisi, lebih dari 120 wakil agama dan kepercayaan serta berbagai denominasi Kristen meluangkan waktu sehari bersama untuk berpuasa dan berdoa.[80]

    Anglikanisme

    Paus Yohanes Paulus II mempunyai hubungan yang baik dengan Gereja Inggris, berdasarkan pendahulunya Paus Paulus VI, sebagai "yang tercinta Saudari Gereja".[81] Dia berkotbah di Katedral Canterbury ketika berkunjung ke Britania Raya,[67] dan menerima Uskup Agung Canterbury dengan bersahabat dan penuh kesopanan.[67] Namun, Yohanes Paulus II kecewa dengan keputusan Gereja Inggris yang memberikan Sakramen Tahbisan (Holy Orders) kepada perempuan dan melihatnya sebagai sebuah langkah berlawanan dalam kesatuan antara Komuni Anglikan dan Gereja Katolik.[81]

    Pada 1980 Yohanes Paulus II mengeluarkan pengecualian pastoral yang memungkinkan mantan imam Episkopal yang pernah menikah untuk menjadi imam Katolik, dan untuk menerima bekas paroki Gereja Episkopal menjadi Gereja Katolik. Dia juga mengijinkan penciptaan bentuk Anglikan dari Ritus Latin, yang menggabungkan Buku Umum Doa Anglikan. Upaya bersejarah oikumene Yohanes Paulus II dengan Komuni Anglikan diwujudkan dengan berdirinya Gereja Katolik Bunda Penebusan (bentuk Anglikan), bekerjasama dengan Uskup Agung Patrick Flores dari San Antonio, Texas di Amerika Serikat.[82]

    Lutheranisme

    Pada perjalanan kepausannya ke Norwegia, Islandia, Finlandia, Denmark dan Swedia 1-10 Juni 1989[83], Yohanes Paulus II menjadi paus pertama yang berkunjung ke negara-negara dengan mayoritas gereja Lutheran. Selain merayakan Misa dengan umat Katolik, dia berpartisipasi dalam pelayanan oikumene di tempat-tempat yang pernah menjadi tempat suci Katolik sebelum reformasi Lutheran pada abad 16: Katedral Nidaros Norwegia, Thingvellir Islandia, Katedral Turku Finlandia, Katedral Roskilde Denmark dan Katedral Uppsala Swedia.

    Pada 31 Oktober 1999 (ulang tahun ke 482 Hari Reformasi, pengumuman 95 Tesis), perwakilan dari Vatikan dan Federasi Lutheran se-Dunia menandatangani Deklarasi Bersama tentang Doktrin Pembenaran, sebagai tanda persatuan.

    Yudaisme
    Tembok Ratapan di Yerusalem

    Hubungan antara Katolik dan Yudaisme meningkat selama kepausan Yohanes Paulus II.[48][74] Dia sering membicarakan hubungan gereja dengan Yahudi.

    Pada masa kanak-kanak, Karol Wojtyła sering berolah raga dengan banyak tetangga Yahudinya.[23][84] Pada tahun 1979 dia menjadi Paus pertama yang mengunjungi kamp konsentrasi Auschwitz Jerman di Polandia, dimana banyak warga sebangsanya (mayoritas Yahudi Polandia) meninggal selama pendudukan Nazi pada Perang Dunia II. Pada tahun 1998 dia mengeluarkan dokumen "Kami Ingat: Sebuah Refleksi Shoah" yang menggambarkan pemikirannya tentang Holocaust.[85] Dia juga menjadi paus pertama yang diketahui melakukan kunjungan resmi kepausan ke sebuah sinagoga,[86] ketika dia mengunjungi Sinagoga Agung di Roma pada 13 April 1986.

    Pada tahun 1994, Yohanes Paulus II meresmikan hubungan diplomatik resmi antara Tahta Suci dan Negara Israel, mengakui sentralitas kehidupan Yahudi dan keimanannya.[87][90] Untuk menghargai peristiwa ini, Paus Yohanes Paulus II menyelenggarakan ‘Konser Kepausan Memperingati Holocaust’. Konser ini, disusun dan dilaksanakan oleh Maestro Amerika Gilbert Levine, dihadiri oleh Ketua Rabi di Roma, Presiden Italia, dan mereka yang selamat dari Holocaust dari seluruh dunia.[91]

    Pada Maret 2000, Yohanes Paulus II mengunjungi Yad Vashem, tugu peringatan Holocaust di Israel, dan kemudian membuat sejarah dengan menyentuh satu dari tempat tersuci Yudaisme, Tembok Ratapan di Yerusalem,[74] menaruh sebuah pesan di dalamnya (dimana dia berdoa untuk pengampunan atas tindakan yang dilakukan terhadap orang Yahudi). Di bagian tujuan, dia mengatakan: "Saya yakinkan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Gereja Katolik ... sangat sedih oleh kebencian, penganiayaan dan tindakan anti-Semitisme yang diarahkan kepada orang Yahudi oleh orang Kristen di setiap saat dan di setiap waktu", dia menambahkan bahwa "tidak ada kata-kata yang cukup kuat untuk menyayangkan tragedi mengerikan dari Holocaust". Menteri kabinet Israel Rabi Michael Melchior, yang menjadi tuan rumah kunjungan Paus, berkata bahwa dia "sangat terharu" dengan apa yang dilakukan Paus.
    “ Ini diluar sejarah, diluar ingatan. ”


    — Rabi Michael Melchior (26 Maret 2000)
    “ Kami sangat sedih oleh perilaku orang-orang yang dalam perjalanan sejarah telah menyebabkan anak-anak Anda untuk menderita dan meminta pengampunan Anda, kami ingin membaktikan diri pada persaudaraan sejati dengan orang-orang Kovenan. ”


    —Paus Yohanes Paulus II(12 Maret 2000) dari catatan yang ditinggalkan Paus di Tembok Ratapan Yerusalem

    Pada Oktober 2003, Anti-Defamation League (ADL) mengeluarkan pernyataan selamat kepada Yohanes Paulus II memasuki 25 tahun kepausannya.[90] Pada Januari 2005, Yohanes Paulus II menjadi Paus pertama yang diketahui sejarah menerima berkat imam dari seorang rabi, ketika Rabi Benjamin Blech, Barry Dov Schwartz, dan Jack Bemporad berkunjung ke Paus di Clementi Hall di Istana Apostolik.[94]

    Segera setelah meninggalnya paus, ADL mengeluarkan pernyataan bahwa Paus Yohanes Paulus II telah mengubah drastis hubungan antara Katolik dan Yudaisme, mengatakan bahwa "banyak perubahan menuju kebaikan terjadi pada 27 tahun masa kepemimpinanya dibanding 2000 tahun sebelumnya."[95] Dalam pernyataan lainnya yang dikeluarkan di Australia, Dewan Urusan Israel & Yahudi, Direktur Dr Colin Rubenstein berkata, "Paus akan dikenang untuk inspirasi kepemimpinan rohaninya dalam kemerdekaan dan kemanusiaan. Dia mencapai hasil yang lebih jauh dalam hal transformasi hubungan dengan orang-orang Yahudi dan Israel dibanding tokoh lainnya dalam sejarah Gereja Katolik.".[87]
    “ Dengan Yudaisme, karena itu, kami memiliki hubungan yang tidak dimiliki dengan agama lainnya. Anda adalah saudara kami terkasih, dan dengan cara tertentu, dapat dikatakan bahwa Anda adalah saudara tua kita. ”

    — Paus Yohanes Paulus II (13 April 1986)
    Gereja Ortodoks Oriental

    Pada Mei 1999, Yohanes Paulus II mengunjungi Rumania atas undangan dari Patriark Teoctist Arăpaşu dari Gereja Ortodoks Rumania. Ini adalah untuk pertama kalinya seorang Paus mengunjungi sebuah negara yang didominasi Gereja Ortodoks sejak Skisma Timur-Barat tahun 1054.[96] Pada kedatangannya, Patriark dan presiden Rumania, Emil Constantinescu menyambut Paus.[96] Patriark menyatakan, "Milenium kedua dalam sejarah Kristen dimulai dengan luka yang menyakitkan dari persatuan Gereja; akhir dari milenium ini telah terlihat komitmen yang nyata untuk memulihkan persatuan Kristen."[96]

    Yohanes Paulus II mengunjungi negara dengan penganut Ortodoks lainnya yang besar, Ukraina pada 23-27 Juni 2001 atas undangan presiden Ukraina dan uskup Gereja Katolik-Yunani Ukraina. Paus berbincang dengan para pimpinan Dewan Gereja-gereja dan Keagamaan Seluruh Ukraina, memohon untuk "sebuah dialog yang terbuka, toleran dan jujur".[97] Sekitar 200 ribu orang menghadiri perayaan liturgi yang dipimpin Paus di Kiev, dan liturgi di Lviv dihadiri hampir satu setengah juta umat.[97] Yohanes Paulus II menyatakan akhir dari Skisma Besar adalah salah satu harapannya.[97] Menyembuhkan luka perpisahan antara Katolik dan gereja-gereja Ortodoks Oriental meski tradisi Latin dan Romawi Timur jelas tentang kepentingan pribadi yang besar. Selama tradisi Latin dan Byzantium jelas tentang kepentingan pribadi yang besar. Cukup lama, Yohanes Paulus II berusaha memfasilitasi dialog dan usaha melakukan penyatuan setidaknya sejak 1988 pada Eutus in mundum (dunia) bahwa "Eropa memiliki dua paru-paru, bernapas tidaklah mudah sampai keduanya digunakan".

    Selama perjalanan tahun 2001, Yohanes Paulus II menjadi Paus pertama yang mengunjungi Yunani dalam 1291 tahun. Di Athena, Paus bertemu dengan Uskup Agung Christodoulos, pimpinan Gereja Ortodoks Yunani.[98] Setelah pertemuan tertutup 30 menit, keduanya berbicara pada publik. Christodoulos membaca daftar "13 pelanggaran" dari Gereja Katolik Roma terhadap Gereja Ortodoks Oriental sejak Skisma Besar,[98] termasuk perampasan Konstantinopel oleh pejuang perang Salib pada 1204, dan meratapi kurangnya permintaan maaf dari Gereja Katolik Roma, mengatakan "Hingga sekarang, belum pernah terdengar satupun permintaan maaf" untuk ""pejuang gila perang Salib abad ke 13."[98]

    Paus menanggapi dengan berkata "Untuk kesempatan dulu dan sekarang, ketika putra dan putri Gereja Katolik telah berdosa atas tindakan atau kelalaian terhadap saudara-saudara mereka dari kaum Ortodoks, semoga Tuhan memberikan kita pengampunan," yang mana langsung disambut tepuk tangan oleh Christodoulos. Yohanes Paulus II juga mengatakan bahwa penjarahan Konstantinopel adalah sumber "penyesalan yang mendalam" untuk Katolik.[98] Kemudian Yohanes Paulus II dan Christodoulos bertemu di lokasi dimana Santo Paulus dari Tarsus pernah diwartakan kepada orang-orang Kristen Athena. Mereka mengeluarkan ‘deklarasi bersama’, yang mengatakan "Kami akan mengupayakan segala daya, agar akar Kristen di Eropa dan jiwa Kristen dapat dipertahankan. ... Kami mengutuk semua jenis kekerasan, proselitisme, fanatisme, atas nama agama"[98] Kedua pemimpin itu lalu melakukan Doa Bapa Kami bersama, menyingkirkan tabu bahwa Ortodoks tidak boleh berdoa bersama Katolik.[98]

    Paus juga pernah berkata selama masa kepemimpinannya bahwa salah satu mimpi besarnya adalah mengunjungi Rusia, namun hal ini tidak pernah terwujud. Dia mencoba menyelesaikan masalah yang muncul berabad-abad antara Katolik dan Gereja Ortodoks Rusia, seperti mengembalikan ikon Our Lady of Kazan pada bulan Agustus 2004 kepada gereja Ortodoks Rusia.

    Budhisme
    Dalai Lama bertemu dengan Paus Yohanes Paulus II delapan kali.

    Tenzin Gyatso, Dalai Lama ke-14 mengunjungi Paus Yohanes Paulus II delapan kali, lebih banyak dari para petinggi negara atau agama lainnya. Paus dan Dalai Lama sering berbagi pandangan yang sama dan memahami hal-hal buruk yang mirip, keduanya berasal dari masyarakat yang terpengaruh oleh komunisme dan keduanya sama-sama adalah pimpinan agama tertinggi.[100][101]



    Islam
    Paus Yohanes Paulus memegang dan mencium kitab suci Islam; Al-Qur'an.

    Paus Yohanes Paulus II membuat upaya yang cukup untuk meningkatkan hubungan antara Katolik dan Islam.

    Pada 6 Mei 2001, Paus Yohanes Paulus II menjadi paus Katolik pertama yang memasuki dan berdoa di masjid. Dengan penuh hormat menanggalkan sepatunya, dia masuk ke Masjid Agung Umayyah, sebuah bekas gereja Kristen pada masa Kekaisaran Romawi Timur yang didedikasikan untuk Yohanes Pembaptis (yang diyakini dimakamkan disitu) di Damaskus, Suriah, dan memberikan kotbah termasuk pernyataan: "Untuk masa waktu ketika Muslim dan Kristen pernah menyinggung satu sama lain, kita perlu meminta pengampunan dari Yang Maha Kuasa untuk memberikan pengampunan satu sama lain." Dia mencium Al-Qur'an di Suriah, sebuah tindakan yang membuatnya terkenal di kalangan Muslim namun mengganggu banyak umat Katolik.

    Pada tahun 2004, Paus Yohanes Paulus II mengadakan "Konser Rekonsiliasi Kepausan," yang menghadirkan para pemimpin Islam dengan para pemimpin komunitas Yahudi dan Gereja Katolik di Vatikan dengan konser oleh Kraków Philharmonic Choir dari Polandia, London Philharmonic Choir dari Britania Raya, Pittsburgh Symphony Orchestra dari Amerika Serikat, dan Ankara State Polyphonic Choir dari Turki. Acara ini disiapkan dan dipimpin oleh Sir Gilbert Levine, KCSG dan disiarkan ke seluruh dunia.

    Yohanes Paulus II mengawasi penerbitan Katekismus Gereja Katolik yang memuat hal khusus untuk Muslim; di dalamnya, tertulis, "Rencana keselamatan juga mencakup Penciptaan, di tempat pertama diantaranya adalah kaum Muslim; bersama memegang iman Abraham (Nabi Ibrahim dalam Islam), dan bersama-sama memuja satu, Tuhan Maha Penyayang, serta penghakiman manusia pada akhir zaman."


    Peran Dalam Runtuhnya Komunisme


    Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu Paus Yohanes Paulus II


    Paus Yohanes Paulus II telah dikatakan berperan pada jatuhnya komunisme di Eropa Timur, dengan menjadi inspirasi spiritual dibalik kejatuhannya, dan menjadi katalisator untuk "revolusi damai" di Polandia. Lech Wałęsa pendiri Solidarność, menghargai Yohanes Paulus II yang telah memberikan keberanian pada Polandia untuk bangkit.[48] Menurut Wałęsa, "Sebelum masa kepausannya, dunia terbagi dalam blok-blok. Tidak ada seorangpun tahu bagaimana keluar dari pengaruh komunisme. Di Warsawa, 1979, dia hanya berkata singkat: "Jangan takut", dan kemudian berdoa: "Biarlah Roh Kudusmu turun dan mengubah wajah bumi... tanah ini".

    Dalam surat-menyurat presiden Ronald Reagan kepada paus mengungkapkan "bertindak cepat secara menerus untuk menopang dukungan Vatikan atas kebijakan AS. Mungkin yang paling mengejutkan, surat-surat menunjukkan bahwa, hingga akhir tahun 1984, Paus tidak yakin bahwa pemerintah Komunis Polandia bisa diubah."[113]

    Pada Desember 1989, Yohanes Paulus II bertemu dengan pimpinan Soviet Mikhail Gorbachev di Vatikan dan keduanya saling mengungkapkan rasa hormat dan kekaguman. Gorbachev pernah mengatakan "Runtuhnya Tirai Besi tidak mungkin terjadi tanpa Yohanes Paulus II".[61][63] Pada saat wafatnya Yohanes Paulus II, Mikhail Gorbachev berkata: "Kesetiaan Paus Yohanes Paulus II pada pengikutnya adalah contoh yang patut kita semua tiru."
    Presiden AS George W. Bush menunjukkan Medali Kebebasan pada Paus Yohanes Paulus II, Juni 2004

    Pada Februari 2004, Paus Yohanes Paulus II dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian untuk menghargai karya kehidupannya melawan penindasan Komunis dan bantuannya mengubah tatanan dunia.[115]

    Presiden George W. Bush memberikan Medali Kebebasan Presidensial, sebuah penghargaan tertinggi Amerika kepada Paus Yohanes Paulus II ketika berlangsung upacara di Istana Apostolik Vatikan 4 Juni 2004. Presiden membacakan kutipan yang terdapat di medali, yang tertuliskan "putra Polandia ini" yang mana "pendiriannya pada perdamaian dan kebebasan telah menginspirasi jutaan orang dan membantu menggulingkan komunisme dan tirani."[116] Setelah menerima penghargaan itu, Yohanes Paulus II berkata, "Semoga keinginan untuk bebas, perdamaian, dunia yang lebih manusiawi yang dilambangkan oleh medali ini menginspirasi keinginan baik setiap pria dan wanita di setiap waktu dan tempat."
    “ Warsawa, Moskow, Budapest, Berlin, Praha, Sofia dan Bukares telah menjadi panggung pada perjalanan ziarah panjang menuju kebebasan. Hal yang mengagumkan bahwa dalam peristiwa ini, seluruh masyarakat bebas mengungkapkan diri - wanita, kaum muda, pria, mengatasi rasa takut, mengatasi rasa haus tak tertahankan untuk mempercepat perkembangan kebebasan, membuat tembok runtuh dan gerbang terbuka. ”


    — Paus Yohanes Paulus II (1989)
    Percobaan-percobaan pembunuhan

    Pada 13 Mei 1981, Yohanes Paulus II hampir tewas ketika ditembak oleh Mehmet Ali Ağca, seorang ekstremis Turki, kala masuk Lapangan Santo Petrus untuk bertemu umat. Ağca akhirnya dihukum penjara seumur hidup.
    Paus ditembak ketika mengendarai sebuah mobil terbuka.

    Mengapa, bagaimana dan atas perintah siapa percobaan pembunuhan ini dilakukan, masih tetap berupa misteri sampai akhir Maret 2005. Dikatakan dokumen-dokumen penting dari negara-negara mantan anggota Uni Soviet menunjukkan bahwa KGB bertanggung jawab. Motif pembunuhan masih diperdebatkan. Salah satu kemungkinan ialah bahwa rezim komunis Uni Soviet takut akan pengaruh Paus Polandia ini akan stabilitas negara-negara satelit Soviet di Eropa Timur, terutama di Polandia sendiri.

    Spekulasi lain menuduh orang-orang dalam Vatikan yang memberi perintah, terutama faksi kaum Freemason yang menentang Karol Wojtyła dan kelompok Opus Dei, yang salah satu pemimpinnya adalah Kardinal Casaroli. Ali Ağca sendiri masih bungkam dalam mengungkapkan kebenaran percobaan pembunuhannya, meski ia sering memberikan petunjuk bahwa ia mendapatkan pertolongan dari orang dalam Vatikan.

    Dan akhirnya ada yang mengatakan bahwa Ağca, seorang penembak ulung, sebenarnya bisa membunuh sang Paus, jika mau dan misinya hanyalah menakut-nakutinya. Namun segala kemungkinan hanya merupakan spekulasi saja karena belum ada bukti-bukti definitif yang muncul.

    Dua hari setelah Natal, pada 27 Desember 1983, Paus menjenguk pembunuhnya di penjara. Keduanya bercakap-cakap dan berbincang-bincang beberapa lama. Setelah pertemuan ini, Paus kemudian berkata: "Apa yang kita bicarakan harus merupakan rahasia antara dia dan saya. Ketika berbicara dengannya saya anggap ia adalah seorang saudara yang sudah saya ampuni dan saya percayai sepenuhnya."

    Naik takhtanya Yohanes Paulus II sebagai Paus sudah diramalkan beberapa dasawarsa sebelumnya oleh Padre Pio. Biarawan yang sama ini, juga meramal bahwa pemerintahan Karol Wojtyła hanya berlangsung singkat dan berakhir dengan darah, sebuah ramalan yang hampir saja terbukti jika pembunuhannya berhasil. Percobaan pembunuhan ini juga diramalkan pada rahasia ketiga Tiga Rahasia Fatima, sebuah analisis dari Vatikan mengungkapkannya.

    Sebuah percobaan pembunuhan lainnya terjadi pada 12 Mei 1982, di Fatima, Portugal ketika seorang pria berusaha menikam Paus dengan sebilah bayonet, tetapi dicegah oleh para penjaga. Si pembunuh, adalah seorang pastor ultrakonservatif, berhaluan keras, seorang warganegara Spanyol, bernama Juan María Fernández y Krohn. Dilaporkan ia menentang reformasi Konsili Vatikan II dan memanggil Paus seorang "agen dari Moskwa." Ia kemudian divonis hukuman penjara enam tahun dan lalu diekstradisi dari Portugal.

    Ada pula sebuah percobaan pembunuhan Paus pada lawatannya di Manila bulan Januari 1995, yang merupakan bagian dari Operasi Bojinka, sebuah serangan terorisme masal yang dikembangkan oleh anggota kaum ekstremis Ramzi Yousef dan Khalid Sheik Mohammed.

    Seorang bom bunuh diri yang menyamar sebagai seorang pastor direncanakan mendekati parade Paus dan meledakkan diri. Namun sebelum tanggal 15 Januari 1995 hari para pria ini akan melaksanakan rencana teror mereka, sebuah kebakaran dalam sebuah apartemen membawa para penyidik yang dipimpin oleh Aida Fariscal ke komputer laptop Yousef yang berisikan rencana-rencana teror mereka.

    Yousef dicekal di Pakistan kurang lebih sebulan kemudian, tetapi Khalid Sheik Mohammed baru dicekal pada 2003.

    Peran dan sikap sosial dan politik

    Yohanes Paulus II dianggap konservatif pada doktrin dan isu-isu yang berhubungan dengan reproduksi dan pentahbisan perempuan.

    Ketika Paus mengunjungi Amerika Serikat dia berkata, "Semua kehidupan manusia, sejak saat pembuahan dan melewati seluruh tahap perkembangannya, adalah suci."[119]

    Seri pengajaran sebanyak 129 buah yang diberikan Yohanes Paulus II pada pengunjung di Roma antara September 1979 dan November 1984 kemudian dijilid dan dipublikasikan dalam sebuah bunderl berjudul ‘Teologi Tubuh’, sebuah meditasi yang diperluas untuk seksualitas manusia. Dia juga memperluasnya dengan mengutuk aborsi, eutanasia dan segala bentuk hukuman mati,[120] menyebutnya semua itu sebagai bagian dari "kultur kematian" yang meresap pada kehidupan dunia modern. Dia mengkampanyekan untuk menghentikan pertumbuhan hutang dunia dan memberikan keadilan sosial.[48][118]

    Dia melakukan kunjungan pertama sebagai Paus ke Irlandia di akhir 1979. Dia berbicara pada sekitar 250.000 umat yang hadir pada Misa di Drogheda. Mengingat Na Trioblóidí (the Troubles), paus berkata:
    “ Dengan berlutut, saya mohon Anda berpaling dari jalan kekerasan dan kembali ke jalan damai ... Mereka yang menggunakan jalan kekerasan selalu mengatakan bahwa perubahan bisa terjadi dengan kekerasan. Anda harus tahu bahwa ada cara politis, cara damai untuk memperoleh keadilan. ”


    —Paus Yohanes Paulus II

    Teologi pembebasan

    Pada tahun 1984 dan 1986, melalui suara Kardinal Ratzinger, pemimpin Kongregasi bagi Doktrin Iman, Yohanes Paulus II secara resmi mengutuk teori teologi Pembebasan, yang mana mempunyai banyak pengikut di Amerika Selatan. Óscar Romero mencoba, ketika berkunjung ke Eropa, untuk mendapatkan kutukan Vatikan untuk rezim El Salvador, dan mencela atas pelanggaran hak asasi manusia dan dukungannya terhadap skuad kematian, namun gagal. Dalam perjalanannya ke Managua, Nikaragua pada 1983, Yohanes Paulus II mengutuk dengan keras apa yang ia sebut "Gereja populer""[122] (seperti komunitas gerejawi dasar atau ecclesial base communities (CEB) yang didukung Consejo Episcopal Latinoamericano atau CELAM atau Konferensi Episkopal Amerika Latin), dan kecenderungan klerus (rohaniwan) Nikaragua yang mendukung sayap kiri Sandinista, mengingatkan para rohaniwan atas tugas mereka untuk taat pada Tahta Suci.[122]

    Yubileum 2000

    Pada tahun 2000, dia secara terbuka mendukung kampanye Yubileum 2000 untuk mengurangi hutang negara-negara Afrika yang diawali oleh bintang rock Irlandia Bob Geldof dan Bono.

    Perang Irak

    Pada tahun 2003, Yohanes Paulus II juga menjadi kritikus terkemuka dari invasi 2003 ke Irak yang dipimpin Amerika Serikat.[48] Pada tahun itu Paus menyatakan ketidak setujuannya terhadap invasi tersebut dengan menyatakan, "Tidak untuk perang! Perang tidak selalu dapat dihindari. Namun perang selalu merupakan kekalahan untuk kemanusiaan."[123] Dia mengirim Apostolik Pro-Nuncio ke Amerika Serikat Kardinal Pio Laghi untuk berbicara dengan presiden Amerika Serikat George W. Bush untuk menyatakan sikap anti perangnya. Yohanes Paulus II mengatakan bahwa itu terserah pada PBB untuk menyelesaikan masalah konflik internasional melalui diplomasi dan agresi sepihak merupakan kejahatan terhadap perdamaian dan pelanggaran terhadap hukum internasional.
    “ Perang tidak menyelesaikan masalah atas sebab apa mereka berperang, oleh karena itu ... terbukti berakhir sia-sia. ”


    — Paus Yohanes Paulus II
    Evolusi

    Pada 22 Oktober 1996, dalam sesi pleno Akademi Ilmu Pengetahuan Kepausan di Vatikan, Paus Yohanes Paulus II menyatakan bahwa teori evolusi Charles Darwin adalah fakta, dan sepenuhnya kompatibel dengan ajaran Gereja Katolik Roma.

    Namun, meski menerima teori evolusi, Yohanes Paulus II memberikan satu perkecualian - jiwa manusia. "Jika tubuh manusia berasal dari sesuatu materi hidup yang pernah ada sebelumnya, jiwa rohani diciptakan langsung oleh Allah".

    Pandangan pada seksualitas

    Ketika mengambil posisi tradisional atas seksualitas, membela Gereja sebagai oposisi moral atas pernikahan sejenis, Paus menegaskan bahwa orang-orang dengan kecenderungan homoseksual memiliki martabat yang melekat dan hak-hak yang sama seperti orang lain. Dalam buku terakhirnya, Memori dan Identitas, ia mengacu pada "tekanan" pada Parlemen Eropa untuk mengijinkan "perkawinan sejenis". Dalam buku, seperti dikutip Reuters, ia menulis: "Adalah sah dan perlu untuk bertanya pada diri sendiri jika ini bukan merupakan bagian dari ideologi baru yang jahat, mungkin lebih berbahaya dan tersembunyi, yang mana mencoba mengadu hak asasi manusia melawan kehidupan keluarga dan manusia."[48]

    Paus juga menegaskan kembali ajaran Gereja mengenai hubungan gender terhadap transseksual, seperti pada Kongregasi bagi Doktrin Iman, yang mana ia awasi, sudah jelas bahwa transseksual tidak bisa melakukan pelayanan gereja.

    Pada sebuah stupada tahun 1997 mengatakan bahwa 3% dari pendapat-pendapat Paus adalah tentang isu moralitas seksual.

    Kesehatan


    Paus Yohanes Paulus II yang sakit di atas Mobil Paus pada 22 September 2004

    Ketika dai menjadi paus pada 1978, Yohanes Paulus II adalah olahragawan sejati. Pada waktu yang sama, meski berusia 58 tahun masih sehat dan aktif, jogging di Taman Vatikan, latihan beban, berenang, dan hiking di pegunungan. Dia juga punya latar belakang bermain sepak bola. Media membandingkan atletisme Paus yang baru dengan sosok Paus Yohanes Paulus I dan Paus Paulus VI yang jelek kondisi kesehatannya, gemuknya Paus Yohanes XXIII dan Paus Pius XII yang sakit-sakitan. Paus modern dengan kesehatan baik hanya Paus Pius XI (1922-1939) yang bekas pendaki gunung.[129][130] Sebuah artikel Irish Independent pada tahun 1980 menjuluki Yohanes Paulus II sebagai Paus yang sehat.

    Yohanes Paulus II sehat sepenuhnya setelah percobaan pembunuhan pertama yang gagal, dan berolahraga dalam kondisi fisik yang mengagumkan sepanjang tahun 1980-an. Pada November 1993, ia terpeleset di atas karpet yang baru dipasang dan jatuh beberapa anak tangga, mematahkan tulang bahu kanannya.[131] Empat bulan kemudian ia terjatuh di kamar mandi, dan tulang pahanya patah, berakibat pada perawatan di Rumah Sakit Gemelli, Roma untuk penggantian pinggul.[132] Dia kemudian jarang terlihat berjalan di depan masyarakat setelahnya, dan mulai mengalami cara berbicara yang cadel dan mengalami kesulitan pendengaran. Kesehatan Paus yang mulai rapuh tersebut diduga karena terkena penyakit Parkinson, meski kemudian baru diungkap pada 2001 oleh ahli bedah ortopedi Italia, Dr. Gianfranco Fineschi.Kuria Romawi baru mengkonfirmasi pada tahun 2003, setelah menyimpan rahasia selama 12 tahun.

    Pada Februari 2005, Paus dibawa lagi ke Rumah Sakit Gemelli karena peradangan dan pembengkakan laring, sebagai akibat terkena flu. Dia dirawat lagi setelah beberapa hari keluar rumah sakit karena kesulitan bernapas. Dilakukan trakeotomi, yang meningkatkan kemampuan bernapas Paus namun membatasi kemampuan berbicaranya, membuatnya terlihat frustrasi. Vatikan memastikan dia menjelang ajal pada Maret 2005, beberapa hari sebelum ia wafat.

    Wafat dan pemakaman

    Pemakaman Paus Yohanes Paulus II menjadi pelayatan terbesar dalam sejarah masa Kristen sejak Perang Salib, menarik kunjungan lebih dari 4 juta pengunjung ke Vatikan ditambah dengan lebih dari 3,7 juta penduduk yang menetap di Roma. Hanya 2 juta orang yang diizinkan untuk melihat jenazah Yohanes Paulus II.

    (ki-ka)Mantan Presiden George W. Bush, First Lady Laura Bush, mantan Presiden Bush dan Clinton, dan mantan Sekretaris Negara Condoleezza Rice, memberi penghormatan disamping jenazah Yohanes Paulus II di Basilika Santo Petrus, 6 April 2005.









    Umat memenuhi misa pemakaman Yohanes Paulus II, 8 April 2005.

    31 Maret 2005 akibat dari infeksi saluran kemih,[138] Yohanes Paulus II mengalami septic shock sebuah gejala penyebaran infeksi dengan demam tinggi dan tekanan darah turun, namun dia tidak dibawa ke rumah sakit. Namun mendapat pengawasan medis dari tim perawat di tempat tinggal pribadinya. Ini menandakan bahwa paus sudah mendekati ajalnya; kemungkinan juga karena keinginannya untuk meninggal di Vatikan. Hari itu juga, sumber Vatikan mengumumkan bahwa Yohanes Paulus II telah mendapat Sakramen pengurapan orang sakit oleh teman dan sekretarisnya Stanisław Dziwisz. Selama hari-hari terakhir kehidupan Paus, cahaya tetap dinyalakan menerangi malam dimana dia tinggal di lantai atas Istana Apostolik. Puluhan ribu umat berkumpul di Lapangan Santo Petrus dan jalan-jalan sekitarnya selama dua hari. Mendengar kabar ini, paus yang sedang sekarang berkata: "Saya telah mencari untuk Anda, dan kini Anda telah datang kepada saya, dan saya berterima kasih."

    Sabtu, 2 April 2005, sekitar jam 15:30 CEST, Yohanes Paulus II mengatakan kata terakhirnya, "pozwólcie mi odejść do domu Ojca", ("biarkan aku pergi ke rumah Bapa"), kepada pendampingnya, dan mengalami koma sekitar empat jam kemudian. Misa persiapan Minggu Kerahiman Ilahi memperingati kanonisasi Maria Faustina Kowalska pada 30 April 2000, baru dilakukan di sisi ranjangnya, dipimpin oleh Stanisław Dziwisz dan bersama dua pendamping Polandia. Juga hadir Kardinal dari Ukraina yang pernah melayani menjadi pastor bersama Paus di Polandia, juga beberapa biarawati Polandia dari Kongregasi Suster-suster Hati Kudus Yesus (Congregation of the Sisters Servants of the Most Sacred Heart of Jesus), yang melayani rumah tangga kepausan. Ia meninggal di apartemen pribadinya jam 21:37 CEST (19:37 UTC) karena kegagalan jantung akibat tekanan darah rendah dan kegagalan peredaran darah, 46 hari sebelum ulang tahunnya yang ke 85. Yohanes Paulus II tidak mempunyai keluarga dekat pada saat meninggal, dan perasaannya sudah terungkap dari kata-katanya, seperti tertulis pada tahun 2000, pada testamen terakhirnya:[144]
    “ Dalam masa akhir kehidupan duniawi saya yang semakin dekat, ingatan saya kembali ke masa lalu, pada orang tua saya, pada saudara laki saya dan saudara perpempuan (yang saya tidak tahu karena meninggal sebelum kelahiran saya), pada Paroki di Wadowice dimana saya dibaptis, pada kota yang saya cintai, pada semua relasi, teman-teman SD sampai SMA dan universitas, sampai waktu saya menjadi pekerja, kemudian di Paroki Niegowic, sampai Santo Florian di Kraków, pada layanan pastoral akademisi, pada lingkungan dari ... untuk semua milieux ... untuk Kraków dan untuk Roma ... kepada orang-orang yang dipercayakan secara khusus oleh Tuhan kepada saya. ”
    Situasi Misa Requiem, 8 April 2005


    Kematian Paus Yohanes Paulus II diiringi ritual berusia berabad-abad lamanya dan tradisi yang berawal sejak masa pertengahan. Upacara Pengunjungan berlangsung dari 4 April hingga pagi hari tanggal 8 April di Basilika Santo Petrus. Testamen Paus Yohanes Paulus II yang dipublikasikan pada 7 April[145] mengungapkan bahwa paus berkeinginan dimakamkan di tanah kelahirannya Polandia namun tergantung dari para Kardinal, yang memutuskan untuk dikebumikan di gua-gua di bawah basilika.

    Pada 8 April, pukul 8.00 pagi UTC, Misa Requiem dipimpin oleh Kardinal Joseph Ratzinger sebagai Dekan Dewan Kardinal dan dihadiri lebih dari 180 orang Kardinal dari berbagai negara. Misa ini menjadi misa yang memecahkan rekor dunia dalam hal jumlah kehadiran umat dan banyaknya kepala negara yang hadir.(lihat: Daftar peserta resmi pemakaman Paus Yohanes Paulus II). Ini adalah berkumpulnya para kepala negara terbesar dalam sejarah, mengalahkan pemakaman Winston Churchill (1965) dan Josip Broz Tito (1980). Empat raja, lima ratu, dan sedikitnya 70 presiden dan perdana menteri, serta lebih dari 14 pimpinan agama dari agama selain Katolik menghadiri pemakaman.

    Peristiwa ini juga mungkin menjadi ziarah Kristen terbesar dalam sejarah, dengan perkiraan empat juta orang berkumpul dalam perkabungan di Roma. Sekitar 250.000 sampai 300.000 orang mengikuti peristiwa ini di Vatikan.[149] Dekan Para Kardinal, Kardinal Joseph Ratzinger, yang kemudian menjadi paus berikutnya, memimpin upacara. Yohanes Paulus II dikebumikan di gua di bawah basilika, makam para Paus. Ia dikebumikan di liang makam yang sebelumnya dipakai jenazah Paus Yohanes XXIII. Liang itu telah dikosongkan ketika jenazah Paus Yohanes XXIII dipindahkan ke ruang lain di basilika setelah dibeatifikasi.
    Search Wikinews Wikinews bahasa Inggris memberitakan: Pope John Paul II dies

    Gelar yang Agung

    Patung Yohanes Paulus II di Częstochowa, selatan Polandia



    Sejak wafatnya Yohanes Paulus II, sejumlah imam di Vatikan dan kaum awam di seluruh dunia telah menyebutnya "Yohanes Paulus yang Agung"; hanya empat paus yang disebut demikian, dan menjadi yang pertama sejak milenium pertama.

    Siswa dari Hukum Kanon mengatakan bahwa tidak ada proses resmi untuk menyatakan seorang Paus mendapatkan gelar "Yang Agung"; gelar ini muncul sendiri melalui penggunaan populer dan terus menerus, seperti juga pada kasus pemimpin sekuler (sebagai contoh, Aleksander III dari Makedonia menjadi populer dan dikenal sebagai Aleksander Agung. Tiga paus saat ini yang diketahui menyandang "Yang Agung" adalah Paus Leo I, yang memimpin dari 440-461 dan membujuk Attila (Attila the Hun) untuk mundur dari Roma; Paus Gregorius I, 590-604, yang mengilhami penamaan kidung Gregorian; dan Paus Nikolas I, 858-867.

    Pengerusnya Paus Benediktus XVI, menyebutnya "Paus Yohanes Paulus II yang agung" pada pidato awalnya dari loggia Gereja Santo Petrus, dan menyebutkan Paus Yohanes Paulus II sebagai "Agung" di homili yang diterbitkan pada Misa pemakamannya (Mass of Repose).

    Sejak memberikan homili pada pemakaman Paus Yohanes Paulus II, Paus Benediktus selalu menyebut Yohanes Paulus II sebagai "yang Agung". Pada Hari Pemuda Dunia ke-20 di Jerman 2005, Paus Benediktus XVI, berbicara dalam bahasa Polski, bahasa ibu Yohanes Paulus II, mengatakan, "Seperti Paus Yohanes Paulus II yang Agung akan berkat: jagalah api keimanan dalam kehidupanmu dan kerabat dekatmu." Pada Mei 2006, Paus Benediktus XVI mengunjungi tanah kelahiran Yohanes Paulus II di Polandia. Selama kunjungannya, ia berulang kali menyebut "Yohanes Paulus yang Agung" dan "pendahulu saya yang agung".

    Sebagai tambahan Vatikan menyebutnya "yang Agung," banyak surat kabar melakukannya juga. Contohnya, koran Italia Corriere della Sera menyebutnya "yang sangat Agung" dan koran Katolik Afrika Selatan, The Southern Cross, menyebutnya "Yohanes Paulus II Yang Agung".

    Beberapa sekolah di Amerika Serikat, seperti Universitas Katolik Yohanes Paulus Agung dan Sekolah Menengah Atas Yohanes Paulus Agung, dinamakan demikian setelah Yohanes Paulus II meggunakan julukan itu.

    Beatifikasi

    Beatifikasi Paus Yohanes Paulus II                                 Monumen untuk Paus Yoahanes Paulus II di Poznań
                               


    Terinspirasi dari seruan "Santo Subito!" ("jadikan Santo Segera!") dari kerumunan umat pada saat pemakamannya, Paus Benediktus XVI memulai proses beatifikasi kepada pendahulunya, melewati batasan normal bahwa lima tahun harus berlalu setelah wafatnya seseorang sebelum proses beatifiksi bisa dimulai. Pada audiensi dengan Paus Benediktus XVI, Camillo Ruini, Vikaris Jenderal Keuskupan Roma dan orang yang bertanggung jawab untuk mempromosikan alasan kanonisasi seseorang yang meninggal dalam keuskupan, mengutip "keadaan luar biasa" yang menyebabkan masa menunggu bisa diabaikan. Keputusan ini diumumkan pada 13 Mei 2005, pada Perayaan Our Lady of Fátima dan peringatan 24 tahun percobaan pembunuhan Yohanes Paulus II di lapangan Santo Petrus.

    Pada awal 2006, dilaporkan bahwa Vatikan sedang menyelidiki kemungkinan mukjizat terkait dengan Yohanes Paulus II. Suster Marie Simon-Pierre, seorang biarawati Perancis dan anggota Konggregasi Little Sisters of Catholic Maternity Wards, yang hanya bisa tergolek di tempat tidurnya karena penyakit Parkinson,[160][168] dilaporkan mendapatkan pengalaman "kesembuhan total setelah anggota komunitasnya berdoa untuk perantaraan dengan Paus Yohanes Paulus II". Pada Mei 2008, Sister Marie-Simon-Pierre, then 46, Kemudian berkarya lagi di rumah sakit ibu dan anak yang dioperasikan oleh ordo-nya. "Saya sakit dan sekarang saya telah disembuhkan," dia mengatakan pada wartawan Gerry Shaw. "Saya sembuh, namun ini terserah gereja apakah ini adalah mukjizat atau bukan."

    Pada 28 Mei 2006, Paus Benediktus XVI berkata pada Misa yang dihadiri sekitar 900.000 orang di tanah kelahiran Yohanes Paulus II di Polandia. Dalam homilinya, dia meminta doa untuk mengawali kanonisasi Yohanes Paulus II dan berharap kanonisasi dapat terjadi "dalam waktu dekat."

    Pada Januari 2007, Kardinal Stanisław Dziwisz dari Kraków, yang pernah menjadi sekretarisnya, mengumumkan bahwa tahap wawancara untuk proses beatifikasi, di Italia dan Polandia, mendekati selesai. Pada Februari 2007, peninggalan Paus Yohanes Paulus II berupa potongan jubah putih yang sering ia gunakan mulai didistribusikan bersama kartu doa untuk suatu alasan, sebuah kebiasaan khas setelah meninggalnya seorang Katolik yang saleh.

    Pada 8 Maret 2007, Vikaris Roma mengumumkan bahwa tahap diosis Yohanes Paulus II untuk beatifikasi telah selesai. Diikuti dengan upacara pada 2 April 2007 — upacara kedua setelah meninggalnya Paus — kemudian proses berlanjut untuk pengawasan komite awam, para imam, dan anggota keuskupan Vatikan Congregation for the Causes of Saints, yang akan melanjutkan penyelidikan dari mereka.

    Pada peringatan tahun keempat wafatnya Paus Yohanes Paulus II, 2 April 2009, Kardinal Dziwisz, memberitahu wartawan tentang mukjizat yang baru saja muncul di makamnya di Basilika Santo Petrus. Seorang anak laki Polandia berusia sembilan tahun dari Gdańsk, yang menderita kanker ginjal dan tidak bisa berjalan, mengunjungi makam bersama orang tuanya. Ketika meninggalkan Basilika Santo Petrus, anak itu mengatakan, "Saya ingin berjalan," dan mulai bisa berjalan normal.

    Pada 16 November 2009, sebuah panel peninjau dari Congregation for the Causes of Saints mengambil suara secara tertutup bahwa Paus Yohanes Paulus II pernah hidup dalam kebajikan. Pada 19 Desember 2009, Paus Benediktus XVI menanda tangani satu dari dua dekrit (keputusan) yang diperlukan untuk beatifikasi dan menyebut Yohanes Paulus II "Yang Mulia", untuk menandakan bahwa ia hidup dalam kegagahan dan kebajikan. Pengambilan suara kedua dan dekrit kedua ditanda tangani untuk menandai kebenaran dari mukjizatnya yang pertama (suster Marie Simon-Pierre, biarawati Perancis yang sembuh dari penyakit Parkinson). Begitu dekrit kedua ditanda tangani, positio (laporan alasan, dengan dokumentasi kehidupannya dan tulisan-tulisannya ditambah informasi tentang alasannya) telah dianggap lengkap.[185] Dia dapat di beatifikasi.[184][185] Beberapa spekulasi mengatakan bahwa dia kemungkinan akan di beatifikasi ketika (atau segera setelah) bulan peringatan 32 tahun terpilihnya sebagai Paus pada 1978, yaitu pada Oktober 2010. Mgr. Oder mencatat, ini bisa terjadi jika dekirt kedua ditanda tangani tepat waktu oleh Paus Benediktus XVI, jika mukjizat paska wafatnya Yohanes Paulus II dapat dicatatkan untuk menyelesaikan positio tersebut.

    Vatikan mengumumkan pada 14 Januari 2011 bahwa Paus Benediktus XVI telah mengkonfirmasi mukjizat yang terkait suster Marie Simon-Pierre dan Yohanes Paulus II dapat di beatifikasi pada 1 Mei, Minggu Rahmat Ilahi dalam oktaf Paskah dan awal bulan Rosario. 1 Mei juga dirayakan di bekas negara-negara komunis seperti Polandia. dan beberapa negara Eropa Barat sebagai May Day (Hari Buruh), dan Paus Yohanes Paulus II sangat dikenal dalam banyak hal, termasuk dalam kontribusinya dalam runtuhnya Komunisme Eropa Timur dengan damai, yang juga terbukti kebenarannya oleh bekas presiden Soviet Gorbachev pada saat wafatnya Yohanes Paulus II.[16]

    Pada 29 April 2011, peti Paus Yohanes Paulus II digali mengawali beatifikasinya, sementara puluhan ribu umat mulai berdatangan ke Roma untuk peristiwa besar sejak pemakamannya pada tahun 2005. Peti tertutup berisi jenazah Yohanes Paulus II dipindahkan dari gua di bawah Basilika Santo Petrus ke monumen batu marmer di Kapel Santo Sebastian, Pier Paolo Christofari, dimana Yang Diberkati (Beato) Paus Innosensius XI dimakamkan. Lokasi yang lebih baik ini, dekat Kapel Pieta, Kapel Sakramen Mahakudus dan patung dari Paus Pius XI dan Paus Pius XII, akan memungkinkan lebih banyak peziarah melihat makamnya.

    Polandia mengeluarkan koin emas 1.000 Złoty (mata uang Polandia) dengan wajah Paus Yohanes Paulus II untuk memperingati beatifikasinya.
    “ Akan menjadi kegembiraan luar biasa bagi kami ketika resmi dibeatifikasi, namun sejauh pengamatan kami dia sudah menjadi Santo. ”


    —Kardinal Stanisław Dziwisz, Uskup Agung Kraków

    Pada hari yang sama "Non abbiate paura" ("Tanpa takut"), lagu resmi yang didedikasikan untuk Yohanes Paulus II yang menampilkan foto dan kata-kata asli dari Yohanes Paulus II diedarkan. Lagu, yang diciptakan oleh Giorgio Mantovan dan Francesco Fiumanò, dinyanyikan oleh penyanyi Italia Matteo Setti dan satu-satunya karya musik dimana Vatikan memberikan izin penggunaan suara rekaman Karol Wojtyła.

    Kritik

    Yohanes Paulus II mendapat kritik atas dukungannya pada prelatur Opus Dei dan kanonisasi pendirinya pada tahun 2002, Josemaría Escrivá, yang mana dia sebut "santo dari kehidupan biasa" Beberapa gerakan dan organisasi keagamaan lain dari Gereja jelas berada dalam pengaruhnya (Legiun Kristus, Jalan Neokatekumen, Gerakan Schoenstatt, Gerakan Karismatik), dan dia dituduh beberapa kali mengabaikan beberapa hal, terutama kasus Rev.Marcial Maciel, pendiri Legiun Kristus.

    Yohanes Paulus II mempertahankan pengajaran moral Gereja Katolik terkait peran gender, seksualitas, eutanasia, program Keluarga Berencana dan aborsi ditentang banyak pihak. Kaum feminisme Kristen, juga ahli teologi Katolik seperti John Wijngaards mengkritik posisi moralnya terhadap peran perempuan, termasuk menolak tentang pendeta wanita.

    Banyak aktivis gay dan lainnya mengkritiknya ketika mempertahankan oposisi Gereja terhadap homoseksualitas dan pernikahan sejenis, namun juga nyata bahwa Yohanes Paulus II mengutuk diskriminasi terhadap kelompok ini. Tahun 2007, majalah TIME melaporkan bahwa salah satu penyebab meninggalnya Yohanes Paulus II kemungkinan adalah pertentangan keyakinannya mengenai penggunaan peralatan medis untuk memperpanjang usia.

    Selain semua kritik dari mereka yang menuntut modernisasi, kaum Katolik Tradsional kadang-kadang juga mengecamnya, menuntut kembali ke Misa Tridentina[194] dan menolak reformasi yang dilembagakan setelah Konsili Vatikan II, seperti penggunaan bahasa daerah atau bahasa nasional dari sebelumnya bahasa Latin dalam Misa Ritus Romawi, ekumenisme dan prinsip kebebasan beragama. Dia juga dituduh oleh para kritikus karena mengijinkan penunjukan uskup liberal dalam tahtanya dan dengan diam-diam mempromosikan modernisme, yang sebelumnya jelas dikutuk sebagai "sintesis dari semua ajaran sesat" oleh pendahulunya Paus Pius X.

    Yohanes Paulus yang mempertahankan moral Gereja Katolik dalam menolak penggunaan pengaturan kelahiran yang tidak alami (KB) sangat dikritik oleh para dokter dan aktvis AIDS, yang mengatakan penolakan itu akan mengarah pada kematian yang tak terhitung dan jutaan yatim piatu karena AIDS.Para pengkritik juga mengklaim bahwa keluarga besar adalah karena kurangnya kontrasepsi memperparah kemiskinan dan timbulnya masalah di Dunia Ketiga seperti anak jalanan di Afrika Selatan.[118] Catholic Agency for Overseas Development (CAFOD) mempublikasikan tulisan ilmiah yang menyebutkan, "Setiap strategi yang memungkinkan orang untuk berpindah dari risiko tinggi ke yang lebih rendah dalam satu kesatuan, (kita) yakini, adalah risiko sebenarnya dalam "strategi pegurangan".

    Permintaan maaf

    Yohanes Paulus II meminta maaf pada orang Yahudi, Galileo, wanita, korban Inkuisisi, Muslim yang terbunuh pada Perang Salib, dan hampir pada semua orang yang menderita karena perbuatan Gereja Katolik pada masa lalu. Jauh sebelum ia menjadi Paus, ia adalah editor yang menonjol dan pendukung inisiatif seperti Surat Rekonsiliasi Uskup Polandia kepada Uskup Jerman tahun 1965. Sebagai Paus, ia membuat pernyataan maaf yang dipublikasikan untuk lebih dari 100 kesalahan, termasuk:

    Prosedur hukum pada ilmuwan dan filsuf Italia Galileo Galilei, yang juga seorang Katolik yang taat pada sekitar tahun 1633 (31 Oktober 1992).
    Keterlibatan Katolik dalam perdagangan budak Afrika (9 Agustus 1993).
    Peran Hirarki Gereja pada penghukuman mati dengan dibakar dan perang agama yang mengikuti Reformasi Protestan (Mei 1995, di Republik Ceko).
    Ketidak adilan terhadap perempuan, pelanggaran hak asasi perempuan dan perendahan martabat perempuan dalam sejarah (10 Juli 1995, pada sebuah surat pada "semua perempuan")
    Ketidak aktifan dan pembiaran oleh banyak umat Katolik selama Holocaust (lihat artikel Agama di Nazi Jerman) (16 Maret 1998).

    “ Permintaan maaf itu lebih sulit dibanding berbohong, untuk sebuah maaf kebohongan telah dipenjarakan. ”


    —Paus Yohanes Paulus II
    Penghargaan dan penamaan

    Paus Benediktus XVI diperlihatkan sebuah peta Peninsula Yohanes Paulus II di Antarktika.

    Beberapa proyek nasional dan kota diberi namanya sebagai penghargaan: Stasiun Roma Termini, didedikasikan untuk Paus Yohanes Paulus II atas permintaan Dewan Kota, bangunan pertama di Roma yang diberi nama diluar orang Italia. Bandar udara internasional yang dinamakannya adalah Bandar Udara Internasional Yohanes Paulus II Kraków (Kraków Airport im. Jana Pawła II) - satu bandara utama di Polandia - dan Bandar Udara Yohanes Paulus II (Aeroporto João Paulo II) di Azores, Portugal. Jembatan Yohanes Paulus II (Juan Pablo II Puente) di Chili, juga Lapangan Yohanes Paulus II di Bulgaria memperingati kunjungan Paus ke Sofia tahun 2002. Di Tegucigalpa, ibukota Honduras ada jalan raya (boulevard) dinamakan "Yohanes Paulus II" (Juan Pablo II) yang dinamakan demikian setelah kunjungan Paus ke Tegucigalpa.

    Stadion Yohanes Paulus II (Estádio João Paulo II) adalah sebuah stadion sepak bola di Moji-Mirim, Brasil. Parvis Notre-Dame - Place Jean-Paul II adalah sebuah pusat lingkungan di Paris. Minggu 10 Desember 2006, kota Ploërmel, Morbihan, barat Perancis, meresmikan patung Yohanes Paulus II setinggi 875 m (2,870.73 kaki), yang merupakan hadiah dari pematung Russo-Georgian Zurab Tsereteli. Taman Reservasi Paus Yohanes Paulus II (Pope John Paul II Park Reservation) di Boston, Massachusetts juga (jalan) Pope John Paul II Drive berada di Chicago, Illinois.

    Di Filipina, Paroki Yesus, the Way the Truth and the Life mear SM Mall of Asia di Pasay City juga disebut Pusat Pemuda Internasional Yohanes Paulus II (John Paul II International Youth Centre). Ketika Sekretaris Vatikan untuk Hubungan antar Negara, Uskup Agung Jean Louis Tauran pergi ke negara ini, ia disambut kaum muda dari seluruh keuskupan sufragan dari Keuskupan Agung Manila disitu. Di Sekolah Tinggi Katolik Pasig, satu dari gerbang untuk SMA dinamakan "Gerbang Paus Yohanes Paulus II". Gerbang ini mengarah langsung ke wisma uskup dan Katedral Immaculate Conception. Di Bacolod City, sebuah menara didedikasikan untuk dia di daerah reklamasi dekat SM City Bacolod dan diberi nama Menara Paus Yohanes Paulus II. Menara ini adalah struktur bangunan di kota itu.

    Dari kepentingan internasional Peninsula Yohanes Paulus II di Pulau Livingston, Kepulauan Shetland Selatan dinamakan demikian sebagai penghargaan kepada Paus. Penanda Antarktika tersebut sebagai pengakuan atas kontribusinya terhadap perdamaian dunia dan saling pengertian antar sesama manusia di dunia.


    “ Kemerdekaan tidak hanya terdiri dari mengerjakan apa yang kita suka, tetapi juga dalam mendapatkan hak yang seharusnya bisa kita lakukan. ”


    — Paus Yohanes Paulus II


    Source,http://id.wikipedia.org/wiki/Paus_Yohanes_Paulus_II
     

    About Author

    Title 2

    Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2011. Laboratorium Blog tes - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Mas Template
    Proudly powered by Blogger