Entertainment

Headlines News :

Advertise

Welcome Guys

    Title 1

    Slider Bar

    Recent News

    Tampilkan postingan dengan label Juli. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Juli. Tampilkan semua postingan

    Fatin Lubis - Berjilbab Bukan Masalah

    Fatin Shidqia Lubis atau yang sering dipanggil Fatin, lahir pada tanggal 30 Juli 1996. Cewek berparas lucu ini berdarah batak-betawi. Fatin mendapat pujian tersendiri dalam ajang X-Factor karena memiliki suara yang unik dan gayanya yang cute. Fatin yang mempunyai sifat pemalu ini sempat masuk dalam hot Trending Topic sewaktu menjalani audisi X-Factor. Pada saat itu Fatin membawakan lagu Bruno Mars "grenade" yang memukau para juri. Fatin juga memiliki keunikan dalam berpakaian. Ia sering menggenakan busana rocker namun masih menampilkan busana yang religius. Meskipun memakai jilbab, Fatin tetap mendapat rating yang tinggi.

    Meskipun latihan vokalnya terganggu karena Fatin harus kesekolah, namun Fatin mampu berlatih walau menggunakan sistem kebut semalam dan menampilkan hasil terbaik. Dari semua kontestan, nama Fatinlah yang paling populer di Youtube.

    Meski Fatin pernah masuk dalam posisi tidak aman, bukanlah hal yang menyurutkan niat Fatin untuk menjadi bintang. Bahkan, meskipun ajang ini belum usai, nama Fatin telah dinobatkan sebagai seorang Bintang.

    Sumber, kpoper.asia
                 katailmu.com
                 phitcy.blogspot.com

    (artikel  ini masih belum bisa dibilang biografi. Bantu kami melengkapinya)
                
                


    Chelsea Olivia - Aktris Indonesia

    Chelsea Olivia Wijaya atau yang biasa dikenal dengan sebutan Chelsea, adalah seorang aktris Indonesia kelahiran Bandar Lampung, Lampung, 29 Juli 1992. Chelsea merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara.

    Awal karier 
    Sinetron
    Saat pertama kali Chelsea masuk dunia model ia menyempatkan diri membuat album untuk anak-anak. Setelah tergabung ke dalam Indika Intertainment dia akhirnya mendapatkan peran dalam Sinetron Matahariku. Ia mulai dikenal publik sejak membintangi sinetron Cincin.
    Setelah itu tawaran bermain sinetron dan iklan berdatangan kepadanya. Namanya semakin bayak dibicarakan dan semakin luas dikenal masyarakat setelah membintangi Sinetron Buku Harian Nayla. Chelsea menuntut ilmu di SD Tarakanita dan SMP St.Louis 1.


    Selain terjun dalam dunia drama, Chelsea juga terjun ke dunia tarik suara bersama grup BBB (Bukan Bintang Biasa) yang beranggotakan para pesinetron muda seperti: Laudya Chintya Bella, Raffi Ahmad, Dimas Beck dan Ayushita dibawah bimbingan penyanyi dan pencipta lagu Melly Goeslaw. Rencananya grup BBB juga akan mengisi Soundtrack film layar lebar yang berjudul Bukan Bintang Biasa tersebut.

    Kehidupan
    Sekitar bulan akhir bulan Juni 2012, kabar kontroversial dari Chelsea Olivia muncul. Kabar mengenai Cgelsea pindah agama dari Kristen ke Islam. Kabar ini beredar setelah adanya debat antara seorang muallaf dengan pendeta pada sebuah forum. Mualaf tersebut bernama Christina Olivia Wijaya yang sudah berganti nama Islam menjadi Aninda Chairunisa. Banyak orang mengira bahwa muallaf tersebut adalah Chelsea Olivia. Paling menghebohkan adalah pemakai nama Chelsea itu memakai foto Chelsea Olovia.

    Chelsea sudah dua tahun menjadi "Brand Ambassador" produk kecantikan dalam negeri ini. Sebagai duta, Chelsea tidak hanya hadir mengajak para pecintanya untuk berbelanja, tetapi juga cerdas menjadi perempuan Indonesia.

    Selain sibuk bermain di sinetron terbarunya, Chelsea juga mengaku sedang asyik dengan hobi barunya memanah. Hal itu ia lakukan sepulang dari Singapore. Di sana, kata Chelsea, banyak sekali klub-klub memanah yang siapapun bisa masuk dan menekuni hobi itu. "Awalnya karena sering lihat di film-film yang ada memanahnya. Tapi setelah mencoba main jadi keasyikan dan seru," ujar Chelsea.

    Rupanya untuk hobi baru ini Chelsea tidak main-main, ia meyakinkan dirinya untuk menjadi pemanah andal yang bisa mengikuti olimpiade. Itu artinya, kata Chelsea, ia juga sedang memupuk hobi barunya ini menjadi prestasi. "Aku kepengen banget menjadi atlet memanah yang bisa membawa nama Indonesia ke olimpiade, waah... Keren kalau sampai bisa seperti itu," ujarnya.

    Apa yang dialami Chelasea bukan tanpa alasan. Pasalnya Chelsea pernah mempunyai pengalaman buruk dengan sepatu berhak tinggi. Menurutnya, dia kurang percaya diri dan tak ingin kakinya lecet.

    “Aku nggak terlalu suka dengan high heels, karena nggak nyaman. Rasanya berat dan nggak bisa bergerak bebas. Belum lagi kalau lecet, perih, dan bikin sakit. Lecetnya pun pasti ninggalin bekas,” ungkap Chelsea di Plaza Senayan.

    Walaupun Chelsea tidak memiliki tubuh yang tinggi. Tapi ia tidak mau menyiasati hal tersebut dengan mengenakan high heels. Sebaliknya, wanita cantik ini lebih senang menggunakan sandal berhak biasa.


    Sinetron Buku Harian Nayla mempertemukannya dengan Glenn Alinskie yang juga artis pendatang baru yang kini menjadi kekasihnya. Glenn dan Chelsea dikabarkan resmi pacaran satu hari sebelum ulangtahun Chelsea yang ke-15 tanggal 28 Juli 2007, setelah sebelumnya menjalin hubungan dengan Ricky Harun. 

    Berpacaran selama lima tahun lebih, tak membuat hubungan asmara Chelsea Olivia dengan Glenn Alinskie lengket, namun justru semakin mengarah kepada perpecahan.
    Berikut tiga fakta menarik yang membuat asmara Chelsea-Glenn menuju jurang perpisahan:

    1. Chelsea Olivia sering berbeda pendapat dengan Glenn. Mereka pun suka berdebat soal masalah sepele. Glenn, menurut Chelsea, tidak pernah mendengarkan nasihatnya, misalnya tentang dampak buruk game.

    "Tapi, enggak gimana banget, misalnya ia minta di skype jam 02.00 atau jam 03.00. Gila, aku tuh udah ngantuk banget, enggak bisa tidur jadinya. Dia insomnia-nya  berat banget sekarang. Kata dia, kamu kayak emak-emak," tutur Chelsea dengan nada kesal, di Kantor MD Entertainment, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (7/6/2012).

    2. Saat ditanya kesiapan untuk menikah, keduanya menjawab 'belum siap'. Chelsea mengaku belum siap secara finansial.

    "Kalau kami menikah, kami harus ngidupin anak-anak, ini itu, sekarang kan ngidupin diri sendiri sudah bisa," kilah Chelsea.

    3. Adanya perbedaan hobi. Chelsea suka travelling dan diving, sedangkan Glenn suka main game di dalam rumah. Menurut Chelsea, Glenn tidak pernah menemaninya jika travelling.
    "Aku sukanya travelling, kemarin abis pulang dari Halmahera. Sama mama sih ditemani, dan teman-teman, tapi Glenn enggak ikut, karena ia sibuk syuting. Aku dapat undangan Jailolo," jelas Chelsea. 
    Prestasi
    1. Putri Bobo Favorit 2002
    2. Warna Buyung Upik Favorit 2003
    Iklan
    1.     Indomie
    2.     Vaseline
    3.     Gary Wafer Coklat
    4.     Metalizer bersama Samuel Zylgwyn
    5.     Kentucky Fried Chicken
    6.     Ando bersama Glenn Alinskie
    7.     Washington Apel
    8.     Kalpanax
    9.     AW bersama Dimas Beck dan Mischa
    10.     Vipro G
    11.     Decolith Paint
    12.     Inaco Jelly
    13.     Toyota Kijang Innova dengan Rezky Aditya, Maia Estianty dan Wulan Guritno
    14.     Anda Apel
    15.     XL bersama Raffi Ahmad
    16.     PLN
    17.     Indovision
    18.     Yamaha Mio
    19.     Kulkas Sharp Samurai
    20.     Batavia Air
    21.     Hyundai i10
    22.     Kia Picanto
    23.     Real Good
    24.     Daihatsu Sirion
    25.     Toshiba Glacio bersama Gita Gutawa dan Helmy Yahya
    26.     Bontea Green
    27.     Simas Mobil
    28.     Panadol Cold & Flu
    29.     Redoxon Double Action
    30.     Mie Sedap
    31.     Fanbo bersama Dian Sastrowardoyo
    32.     Mitsubishi Maven
    33.     Smart Fortwo
    34.     Chevrolet Spark
    35.     Barbara Walden Cosmetics
     Sinetron
    1.     Setetes Embun
    2.     Bayangan Adinda (2003)
    3.     Serberkas Kasih Mama
    4.     Matahariku (sinetron)
    5.     Tuhan Ada Dimana-mana
    6.     Kodrat
    7.     Cincin (sinetron) sbg Sasta (2006)
    8.     Penyihir Cinta sbg Kezia
    9.     Maha Cinta
    10.     Cewek Penakluk
    11.     Loni Cantik Maukah Kamu Jadi Pacarku
    12.     Pangeran Penggoda sbg Bulan (2006)
    13.     Buku Harian Nayla sbg Nayla (2006)
    14.     Mawar sbg Mawar (2007)
    15.     Menanti Keajaiban Cinta sbg Nadia (2008)
    16.     Chelsea sbg Chelsea (2008)
    17.     Melati untuk Marvel sbg Melati (2008)
    18.     Mawar Melati sbg Melati (2010)
    19.     Cinta Melody sbg Melody (2010)
    20.     Antara Cinta dan Dusta sbg Atikah (2011)
    21.     Cinta Sejati sbg Saffa (2011)
    22.     Segalanya Cinta sbg Salsa (2012)
    23.     Raja Dan Aku (2012)

    Sumber, Wikipedia
                 www.tribunnews.com
                 Twitter.com
                  Lagingetren.com
                 www.pikiran-rakyat.com 
                selebriti.indonesiaselebriti.com 
                sanleko.blogspot.com

    Girls Generation


    SNSD concept Genie

    Girls Generation atau SNSD (So Nyeo Shi Dae) adalah salah satu group pop perempuan terpopuler di Korea Selatan saat ini. SNSD dibentuk pada tanggal 16 Juli 2007. SNSD berada dibawah naungan agency terkenal di Korea Selatan yaitu SM Entertaintment yang juga menaungi boy band terkenal yaitu Super Junior. SNSD pertama kali muncul dalam acara SBS Inkigayo dengan single pertama mereka yang berjudul Into The New World. Konsep kostum pada saat itu adalah pure and innocent girl. Mereka juga tampil dalam acara terkenal seperti Music Core di MBC dan Music Bank di KBS.

    Singel dan album pertama: 2007-2008


    SNSD concept Into the new world
    SNSD concept Into the new world (Photo credit: Protocol Snow)
    Album pertama mereka dirilis akhir musim gugur 2007 tepatnya bulan november 2007 dengan lagu andalan yang berjudul sama. Single tersebut adalah lagu recycle yang pernah dibawa oleh Lee Seung Chul pada tahun 1989.

    Pada Maret 2008, album Girls' Generation dirilis kembali dengan judul berbeda, Baby Baby, dan dirilis singel "Baby Baby" dari album tersebut. Sementara itu, sebuah album EP digital, Roommate dari Jessica, Tiffany, dan Seohyun dirilis bulan April 2008. Setelah itu, Girls' Generation ikut serta dalam konser SMTown Live '08 bersama rekan-rekan dari SM Entertainment, BoA, TVXQ, Super Junior, CSJH the Grace, Zhang Liyin, dan SHINee. Tur keliling juga dilangsungkan di Thailand dan RRC.

    Puncak kesuksesan: 2009

    Pada Januari 2009, Girls' Generation merilis album mini Gee Singel berjudul sama dari album Gee langsung menjadi lagu terpopuler di Cyworld pada hari berikutnya, dan menempati urutan nomor satu semua tangga lagu digital dalam dua hari berikutnya.

    Dalam rangka promosi album Gee, mereka muncul dalam acara Show! Music Core bulan Januari 2009. Mereka membawakan lagu "Gee" dan "Him Nae/Way To Go" yang juga berasal dari album mini Gee. Di tangga lagu M.Net, "Gee" menjadi pemegang rekor lagu nomor satu yang bertahan paling lama (8 minggu) mengalahkan "Nobody" dari Wonder Girls. Girls' Generation menempati peringkat pertama 9 minggu berturut-turut dengan lagu "Gee",, sekaligus memecahkan rekor acara Music Bank di KBS yang sebelumnya dipegang oleh Jewelry dengan "One More Time" (7 minggu berturut-turut).


    This image is the Cooky Date with Girls' Gener...
    This image is the Cooky Date with Girls' Generation(korean:소녀시대와 함께 하는 쿠키 데이트) (Photo credit: Wikipedia)
    Mereka kembali dengan singel baru mereka "Tell Me Your Wish (Genie) (lagu)" ("소원을 말해봐", "Tell Me Your Wish") yang dirilis secara digital, 22 Juni 2009.  Album mini ini menampilkan duet Jessica dan anggota Shinee yang bernama Onew. Video berbahasa Jepang dari lagu Tell Me Your Wish (Genie) menampilkan salah satu anggota EXO-K, Chanyeol.

    2010: Album kedua, Album kedua repackage, debut di Jepang dan Hoot

    Pada bulan Januari, SM Entertainment mengonfirmasi bahwa Girls' Generation akan merilis album keduanya, Oh! pada tanggal 28 Januari. Singel utama dari album tersebut yang berjudul "Oh!" dirilis secara digital pada 25 Januari disusul dengan video klipnya yang dirilis dua hari setelahnya. Lagu tersebut langsung menduduki peringkat pertama dalam berbagai chart musik hanya dalam waktu beberapa saat setelah dirilis. Dengan lagu "Oh!", Girls' Generation berhasil memenangi K-Chart 5 minggu berturut-turut pada acara KBS Music Bank, serta 3 kali kemenangan di SBS Inkigayo. Video klip dari lagu tersebut juga sangat populer, terbukti dengan mendapat peringkat pertama sebagai video yang paling banyak ditonton pada tahun 2010 di Youtube Korea dan Hongkong, serta masuk jajaran 10 teratas di Taiwan dan Jepang.[21] Dan juga perilisan Second Album Repackage yang disebut juga Black Soshi, disitu mereka menampilkan Run Devil Run yang sedikit tayang pada MV Terakhir Oh!.

    2011: Mr. Taxi, album Jepang pertama dan The Boys

    Album mini "Hoot" disertifikasi Gold oleh Record Industry Association of Japan dengan penjualan yang telah melebihi 100.000 kopi. Pada awal tahun 2011, Girls' Generation mempersiapkan sebuah lagu baru berjudul "Visual Dreams", sebagai bagian dari promosi untuk prosesor Intel Core generasi kedua di Asia. Video klip untuk "Visual Dreams" dirilis tanggal 17 Januari yang disertai berbagai macam kampanye promosi termasuk musik baru, video klip 2D dan 3D, situs internet, foto-foto dan display di toko-toko komputer.

    Pada pertengahan Januari diumumkan bahwa mereka akan akan kembali ke pasar musik Jepang dengan perilisan versi bahasa Jepang dari "Run Devil Run" sebagai singel digital, dijadwalkan untuk dirilis pada 25 Januari 2011.


    Repackage album cover as Baby Baby
    Repackage album cover as Baby Baby (Photo credit: Wikipedia)
    Tanggal 20 Januari, di Seoul Music Awards ke-20 mereka menerima penghargaan Artist of the Year, Bonsang prize, Popularity Award dan Hallyu Award. Dengan ini Girls' Generation menjadi satu-satunya artis di sejarah musik Korea selain Seo Taiji, Jo Sungmo dan H.O.T. yang berhasil memenangkan penghargaan Artist of the Year dua tahun berturut-turut di Seoul Music Awards. Mereka juga menjadi satu-satunya girl group dalam sejarah yang menerima penghargaan Artist of the Year di Seoul Music Awards, dan Melon Music Awards selama dua tahun berturut-turut.

    Girls' Generation menerima gelar Korea's No. 1 Power Celebrity dari Forbes Korea. Mereka tampil di konser ulang tahun ke-50 stasiun televisi MBC, Korean Music Wave in Bangkok di Thailand pada 12 Maret 2011 yang menandai penampilan pertama mereka di Thailand sejak Pattaya Music Festival bulan Maret 2009.

    Tanggal 8 Maret, Universal Music Japan memberikan informasi di situs resmi mereka tentang perilisan singel ketiga dan tur konser Jepang pertama Girls' Generation. Pada tanggal 27 April Girls' Generation akan merilis album singel Jepang ketiga "Mr. Taxi/Run Devil Run" yang di dalamnya terdapat lagu original berbahasa Jepang mereka yang pertama "MR. TAXI" dan versi bahasa Jepang dari lagu Korea mereka "Run Devil Run". Sebagian keuntungan dari penjualan singel tersebut akan disumbangkan ke Palang Merah Jepang untuk membantu korban gempa bumi dan tsunami Sendai 2011.

    Saat itu diumumkan juga bahwa Girls' Generation akan menggelar konser keliling Jepang bertajuk "The 1st Japan Arena Tour" yang akan dimulai di Osaka pada 31 Mei. Total sebanyak 14 konser di 6 kota akan berlangsung selama satu setengah bulan.

    Di 2011 MTV Video Music Aid Japan (VMAJ), Girls' Generation dinominasikan di tiga kategori yaitu "Best Group Video", "Best Video Of The Year" dan "Best Karaokee! Song". Girls' Generation membawakan dua lagu di acara yang juga dihadiri oleh artis-artis terkenal dunia seperti Tokyo Hotel dan Lady Gaga tersebut. Pada tanggal 2 Juli, diumumkan bahwa mereka memenangkan dua dari tiga nominasi yaitu "Best Group Video" dan "Best Karaokee! Song" untuk "Genie".

    Tanggal 1 Juni 2011, mereka merilis album studio Jepang pertama yang bertajuk Girls' Generation. Album ini memuat 12 lagu termasuk singel "Genie", “Gee”, "Run Devil Run", "Mr. Taxi/Run Devil Run" dan versi Jepang dari "Hoot".

    Album Girls' Generation disertifikasi Platinum oleh Recording Industry Association of Japan pada 14 Juni 2011 dan Double Platinum pada 8 Juli 2011. Grup ini juga mencetak rekor sebagai artis luar negeri dengan total penjualan album pertama tertinggi di Jepang. Girls' Generation adalah artis keempat yang mencapai posisi nomor 1 di chart album mingguan Oricon setelah BoA, TVXQ dan Big Bang, dan menjadi artis Korea ketiga yang melewati angka penjualan 500.000 kopi setelah BoA dan TVXQ. Seiring dengan popularitas mereka yang semakin bertambah, Girls' Generation pun menjadi artis luar negeri berpenghasilan tertinggi di Jepang pada paruh pertama tahun 2011. Album Girls' Generation telah terjual sebanyak lebih dari 629.436 keping, menjadikannya sebagai album oleh sebuah grup asal Korea yang paling banyak terjual dalam sejarah tangga lagu Oricon.

    Belakangan ini, Girls' Generation sedang sibuk dengan tur Asia kedua mereka. Dua konser pertama telah diselenggarakan di Seoul pada 23 dan 24 Juli, diikuti dengan konser di Taipei, Taiwan tanggal 9, 10 dan 11 September, serta di Singapura pada 9 dan 10 Desember.


    Factory Girl (TV series)
    Factory Girl (TV series) (Photo credit: Wikipedia)
    Girls' Generation dinamai "The Most Influential Entertainers in Korea" untuk tahun 2011 oleh SISA Press setelah pada tahun sebelumnya berada di posisi keenam.

    Pada tanggal 26 September 2011 S.M. Entertainment mengumumkan bahwa Girls' Generation akan kembali dengan album Korea ketiga mereka "The Boys. Foto teaser mereka memiliki konsep cerita dongeng dan foto pertama yang menampilkan Taeyeon dirilis pada hari itu juga, disusul oleh Sunny dan Hyoyeon pada 27 September, Jessica, Sooyoung dan Tiffany pada 28 September serta Yoona, Yuri, dan Seohyun pada 29 September. Video teaser pertama untuk "The Boys" dirilis pada 1 Oktober 2011 melalui kanal YouTube milik S.M. Entertainment.

    Girls’ Generation pada awalnya dijadwalkan untuk merilis album ketiga "The Boys" lewat iTunes dan berbagai situs musik di Asia termasuk Korea pada 5 Oktober 2011. Namun pada 30 September diumumkan bahwa peluncuran album tersebut telah ditunda karena adanya diskusi tentang perilisan album ini di seluruh dunia, yang detailnya akan segera diungkap segera setelah tercapai kesepakatan. Pada 10 Oktober dikonfirmasi bahwa album tersebut akan dirilis pada 19 Oktober 2011 dan Girls' Generation akan membawakan lagu "The Boys" untuk pertama kalinya di acara Music Bank di KBS pada 21 Oktober.
    Sebagai langkah pertama mereka dalam menembus pasar musik internasional, Girls' Generation menanda tangani kontrak dengan label Amerika Serikat Interscope Records yang merupakan anak perusahaan Universal Music Group.

    Singel utama album ketiga mereka, "The Boys" dirilis dalam dua bahasa yaitu Korea dan Inggris. Lagu tersebut diciptakan dan diaransemen oleh Teddy Riley yang pernah menjadi produser Michael Jackson.
    Hanya dalam waktu beberapa menit setelah "The Boys" dirilis, album tersebut langsung menduduki ranking pertama di berbagai tangga lagu situs musik. Pada tanggal 21 Oktober, Girls' Generation memulai promosi mereka untuk album ketiga dengan membawakan lagu "The Boys" dan "Mr. Taxi(Korean ver.)" di Music Bank. Girls' Generation dikonfirmasi akan merilis singel maxi (album mini) "The Boys" di Amerika Serikat pada 29 November, namun belakangan tanggal perilisan tersebut kemudian diundur sampai 25 Desember 2011.

    Seminggu setelah penampilan comeback mereka, Girls' Generation memenangkan penghargaan pertama untuk "The Boys" di M! Countdown pada 27 Oktober, kedua di Music Bank pada 28 Oktober dan yang ketiga pada 30 Oktober di Inkigayo. The Boys terjual sebanyak 227.994 kopi selama 12 hari dan menjadi album yang paling banyak terjual di Korea Selatan untuk bulan Oktober.

    Pada tanggal 11 November dikabarkan bahwa Girls' Generation akan merilis buku foto resmi pertama mereka di Jepang yang berjudul “Holiday”. Selain itu dokumentasi tur konser Jepang pertama mereka akan tersedia baik dalam bentuk blu-ray maupun DVD dan akan dirilis pada 14 Desember. "Holiday" menembus posisi no. 1 dalam kategori fotografi di chart penjualan buku di Jepang. Buku tersebut memuat koleksi foto mereka saat menikmati liburan, dan berhasil terjual lebih dari 17.000 eksemplar hanya dalam waktu satu minggu. pada tanggal 29 November Girls' Generation tampil dalam acara M'Net Asian Music Award 2011 dengan menampilkan lagu The Boys dalam versi remix. Dalam acara itu pula Girls' Generation mendapatkan dua penghargaan sebagai Best Female Group dan Artist Of The Year.

    Girls' Generation ikut berpartisipasi dalam album kompilasi "2011 Winter SMTown: The Warmest Gift" dengan lagu berjudul "Diamond". Album tersebut dirilis pada 13 Desember 2011.

    2012: Aktivitas Internasional, pembentukan sub-unit, dan Paparazzi

    Pada 12 Januari, Girls' Generation menghadiri "Golden Disk Awards" yang digelar di Osaka. Mereka berhasil membawa pulang dua penghargaan yaitu "Digital Bonsang" dan "Digital Daesang" yang merupakan penghargaan terbesar yang diberikan malam itu. Mereka juga menghadiri Seoul Music Awards pada 19 Januari dan memenangkan dua penghargaan, "Bonsang" dan "Popularity Award".

    Girls' Generation tampil untuk pertama kalinya di acara bincang-bincang malam Amerika, Late Show with David Letterman pada 31 Januari. Mereka menyanyikan versi remix dari "The Boys" dalam bahasa Inggris. Mereka juga tampil di di acara Live! with Kelly keesokan harinya. Girls' Generation merupakan penyanyi Korea pertama yang tampil di kedua acara televisi tersebut. Mereka juga menjadi bintang tamu di acara televisi Perancis Le Grand Journal pada 9 Februari. Girls' Generation merilis album The Boys secara resmi di Perancis pada tanggal 13 Februari 2012 melalui label Polydor Records.

    Di acara Gaon Chart Awards yang diselenggarakan pada 22 Februari, Girls' Generation berhasil membawa pulang dua penghargaan, Album Of The Year for the 4th Quarter dan Oricon Hallyu Singer.
    Pada 24 Februari Girls' Generation merilis teaser untuk video klip "Time Machine, disusul video klip lengkapnya yang dirilis pada 3 Maret.

    Pada 19 April, S.M. Entertainment mengumumkan proyek sub-unit terbaru Girls' Generation, Girls' Generation-TTS yang beranggotakan Taeyeon, Tiffany, dan Seohyun. Album mini pertama mereka Twinkle akan dirilis pada 29 April 2012 dalam digital dan 2 Mei 2012 dalam CD.

    S.M. Entertainment merilis video teaser untuk Girls' Generation, "Paparazzi", pada 29 Mei 2012. Lagu ini ditetapkan untuk rilis pada tanggal 27 Juni 2012 di Jepang dan akan berfungsi sebagai lead single dari album kedua Jepang mereka yang akan datang. Menempati #1 di Chart Harian Oricon dan Chart Harian iTunes Jepang. Pada 16 Agustus, "Paparazzi" dirilis di Korea Selatan. Singel akan berisi 3 versi dalam Korea: Limited Edition (CD+DVD), reguler CD+DVD Edition, dan only CD Edition.

    Anggota

    Nama panggungNama lahirTanggal lahirPosisi
    RomanisasiHangulRomanisasiHangul
    Taeyeon태연Kim Tae-yeon김태연9 Maret 1989 (umur 23)Leader, Vokalis Utama
    Jessica제시카Jessica Jung제시카 정18 April 1989 (umur 23)Vokalis Utama
    Sunny써니Lee Soon-kyu이순규15 Mei 1989 (umur 23)Vokalis
    Tiffany티파니Stephanie Hwang스테파니 황1 Agustus 1989 (umur 23)Vokalis Utama
    Hyoyeon효연Kim Hyo-yeon김효연22 September 1989 (umur 22)Dancer Utama, Vokalis
    Yuri유리Kwon Yu-ri권유리5 Desember 1989 (umur 22)lead Dancer, Vokalis
    Sooyoung수영Choi Soo-young최수영10 Februari 1990 (umur 22)Dancer, Vokalis
    Yoona윤아Im Yoon-ah임윤아30 Mei 1990 (umur 22)Dancer, Visual, Vokalis
    Seohyun서현Seo Joo-hyun서주현28 Juni 1991 (umur 21)Vokalis Utama, Maknae

    Sumber,  Buku The Story Of SNSD oleh Sari Yuanita
                   Wikipedia



    Enhanced by Zemanta

    Elias Howe - Penemu Mesin Jahit

    Elias Howe yang berkebangsaan Amerika Serikat. Howe lahir di Spencer, Massachusetts, Amerika Serikat, pada 9 Juli 1819. Pada tahun 1844 Mesin jahit ditemukan oleh Howe.

     Keluarganya memiliki pertanian kecil dan gristmill, dan Howe menghabiskan sebagian besar masa kecilnya membantu ayahnya dengan tugas-tugas pertanian. Meskipun sejak kecil Howe sering jatuh sakit, dia tetap memiliki keuletan dan minat yang sangat besar untuk belajar, terutama pada mesin. Pada saat Howe berusia 16 tahun, ia diterima kerja di pabrik tekstil lokal sebagai magang ahli mesin. Untuk mengembangkan minat dan bakatnya tersebut, Howe kemudian belajar dan bekerja di sebuah pabrik mesin kapas di Lowell, Massachusetts. Kemudian, dia pun berpindah lagi ke pabrik arloji yang ada di Boston dan pabrik instrumen ilmiah yang ada di Cambridge.

     Pada 1840, Howe menikah dan memiliki tiga orang anak. Ketika itu, Howe sering sakit-sakitan sehingga istrinya harus menjahit pakaian untuk membayar kebutuhan hidup mereka. Howe mendapatkan ide untuk membuat mesin jahit saat mengamati istrinya yang sedang menjahit. Howe berpikir untuk menciptakan alat yang dapat meniru gerakan tangan dan lengan saat menjahit. Howe kemudian mencoba menyalurkan idenya tersebut. Selama lima tahun ia bekerja keras untuk mewujudkan mimpinya. Awalnya Howe mengalami kesulitan, mesin jahit pertamanya tidak sesuai berjalan dengan baik. Pada waktu itu Howe merancang mesin jahitnya dengan meniru gerak tangan manusia yang sedang menjahit menggunakan jarum jahit yang lubangnya terletak pada pangkal jarum. Dan usahanya ini pun gagal. Namun Howe tidak menyerah, ia terus berpikir untuk mewujudkan mimpinya tersebut. Karena begitu seriusnya berpikir, sampai-sampai terbawa mimpi.

    Howe bermimpi ada sekumpulan kanibal yang menusuk-nusukkan tombak ke perutnya dengan irama teratur. Saat itulah Howe memperhatikan tombak-tombak mereka yang ternyata memiliki lubang di mata tombaknya. Bentuk ujung tombak inilah yang dijadikan inspirasi olehnya untuk menciptakan jarum yang telah lama ia cari. Pada usianya yang ke-25, tepatnya tahun 1844, Howe membuat mesin jahit keduanya. Kali ini ia berhasil menciptakan lubang jarum terletak di ujung jarum seperti mesin jahit yang ada sekarang ini.

     Howe mempatenkan temuannya pada 1846. Ia mempromosikan ciptaannya di negara Inggris, dan kemudian menjual patennya seharga 250 poundsterling kepada seorang warga Inggris bernama William Thomas pada 1847. Lalu, Howe pun bekerja pada William Thomas dengan gaji yang cukup rendah yaitu 5 pounsterling atau Rp7.155 seminggunya. Howe bertugas memperbaiki mesin jahitnya hingga mampu menjahit korset, kulit, dan sejenisnya. Hingga pada akhirnya Howe jatuh sakit dan kemudian dia menabung untuk kembali ke Boston, Amerika Serikat. Setibanya di Boston, Amerika, istrinya jatuh sakit dan akhirnya meninggal.

    Penderitaan semakin bertambah ketika banyak pengusaha yang mencuri ide mesin jahit miliknya dan menjualnya dengan bebas. Begitu juga dengan pengusaha Isaac M. Singer. Hingga akhirnya dia berjuang keras atas hak patennya. Howe menuntut Singer dan memenangkan hak patennya pada 1854. Selama lima tahun dia pergi ke pengadilan untuk merebut hak patennya. Dan pada akhirnya, usaha Howe untuk mendapatkan paten berhasil dengan gemilang. Singer terpaksa mengembalikan 15.000 dolar AS royaltinya kepada Howe. Dan sejak 1856, Howe menetapkan royalti 5 dolar AS untuk setiap satu mesin jahit yang dibuat di AS dan satu dolar untuk di luar AS. Pada saat hak patennya berakhir, yaitu tahun 1867, Howe mendapatkan royalti dari tiap mesin jahit yang terjual di Amerika Serikat. Howe pun menjadi seorang jutawan dan membuat pabrik mesin jahit bernama Howe Machine Company di Bridgeport, Conecticut. 

    Howe ikut menjadi prajurit dan membentuk pasukan infanteri ketika di Amerika terjadi perang saudara. Semua peralatan dan pakaian pasukan itu dijahit dengan mesin hasil temuannya. Howe meninggal di Brookyln, New York, 3 Oktober 1867 dalam usia 48 tahun. Berkat penemuannya yang sangat hebat ini, mesin jahit kini bisa menghasilkan pakaian-pakaian sesuai dengan keinginan si pemakainya.

    Sumber, engineeringtown.com
                    Klipingut.wordpress.com
                   Dan dari berbagai Sumber

    Andrew Darwis - Pendiri KasKus

    Andrew Darwis (lahir 20 Juli 1979; umur 32 tahun) merupakan pendiri (founder) komunitas online terbesar di Indonesia, Kaskus lewat situs Kaskus.us yang sekarang ini mempunyai lebih dari 3 juta member . Andrew sekarang menjabat sebagai Chief Technology Officer (CTO) PT Darta Media Indonesia (Kaskus) sekaligus pemilik (owner) Kaskus Network lewat PT Darta Media Indonesia.

    Pendidikan
    • SD: Tarakanita Pluit Jakarta
    • SMP: Tarakanita Pluit Jakarta
    • SMA: Gandhi National School, Ancol '98 Jakarta
    • Universitas : Sistem Informasi, Universitas Bina Nusantara, 1998
    • Universitas : Multimedia & Web Design, Art Institute of Seattle, 1999 - 2003
    • Universitas : Master of Computer Science, Seattle University, 2004 - 2006
    • Agama : Konghuchu

    Karier

    • Kerja paruh waktu web desain di kemana.com dan indotradezone.com (1998)
    • Web desainer Thor Loki, Seattle, Amerika Serikat (2003 - 2006)
    • Web desainer lyrics.com, Seattle, Amerika Serikat (2007 - 2008)
    • Pendiri & CTO Kaskus (1999 -sekarang)

    Andrew mendirikan Kaskus pada 6 November 1999. Bermula dari pengalamannya saat menimba ilmu di salah satu universitas terkemuka di Negeri Paman Sam, Seattle University, Program Studi Multimedia & Web Design, Art Institute of Seattle Computer Science di tahun 1999, pria yang disapa Andrew ini terinspirasi membuat website forum komunitas yang bisa di bilang menjadi yang terbesar di Indonesia. "Saat itu saya ditugaskan oleh dosen untuk membuat program dari free software, dari situlah mulai muncul ide membuat website dengan nama Kaskus." Ujar Andrew yang bekerja di perusahaan lyrics.com saat kuliah di Amerika.

    Kaskus berasal dari kata Kasak-Kusuk atau bermakna bergosip. Dengan modal awal sebesar US$ 3 (Rp 30.000,-) untuk membeli server, Andrew dan dua rekannya, Ronald dan Budi, memilih untuk membuat portal yang berisi mengenai berita maupun informasi tentang Indonesia. Portal tersebut sengaja di buat menjadi suatu media untuk memuaskan kerinduan bagi masyarakat Indonesia yang berada di Luar negeri.

    Manfaatnya adalah semakin membaiknya geliat bisnis online, serta banyaknya orang yang memulai bisnis online dilihat Andrew sebagai potensi besar yang mendukung perkembangan Kaskus. Berdasarkan survey, terdapat lebih dari 40 juta pengguna Internet di Indonesia. Dengan jumlah yang luar biasa tersebut, ia mengasumsikan bahwa masing-masing pengguna Internet adalah target pasar yang potensial

    Kendalanya Andrew mengaku bahwa kendala terberat dialaminya saat awal pembentukan Kaskus. Ia harus turun tangan langsung dan memperbaiki apabila ada server yang down, karena saat itu Andrew belum memiliki karyawan. Selain itu kendala terberat juga dialaminya ketika pindah ke Jakarta, karenai ia harus meyakinkan customer dan advertiser mengenai citra Kaskus.

    Pemasarannya Andrew dan timnya di awal usaha harus bergeriliya door to door ke klien untuk memperkenalkan positioning Kaskus dan tidak sampai 1 tahun, Kaskus sudah banyak dipercaya oleh client-client besar yang sudah mendukung Kaskus sejak pertama kali Kaskus launching pada Desember 2008. Berselang 2 bulan kemudian Kaskus resmi menjadi perusahaan professional di bawah bendera PT. Darta Media Indonesia.

    Saat ini tercatat Kaskus memiliki 3.730.031 member(update pertanggal 3 Desember 2011 pada pukul 11.55) dan terus bertambah tiap detiknya. Kaskus memiliki target pasar dari usia 15-40 tahun baik kalangan pelajar, mahasiswa, karyawan, professional dan entrepreneur.

    Berbagai penghargaan juga diterima oleh Andrew di antaranya The Best Indonesian Communities for 2005 and 2006 versi Alexa.com dan Wikipedia, dari Microsoft dengan nominasi Kaskus Indonesia Innovative Top Web Site di tahun 2008, dan dari Indosat dengan nominasi Kaskus The Online Inspiring Award di tahun 2009

    Saat ini untuk me-manage Kaskus, Andrew dibantu 30 orang karyawan yang terbagi dalam tim pemasaran (marketing), sales, IT dan kreatif (creative).

    Dari sekian banyak konten dalam Kaskus.us, tanpa ragu Andrew menyebut konten Jual Beli (FJB) dan Lounge sebagai terfavorit dikunjungi kaskuser. Para kaskuser yang berasal dari seluruh pelosok Indonesia itu bisa memanfaatkan konten ini untuk transaksi bisnis online. Dalam sehari saja, 80 ribu daftar barang, diikutkan dalam Forum Jual Beli (FJB).

    Obsesi yang ingin diraih Andrew untuk pengembangan bisnis online-nya adalah terus mengembangkan content (fasilitas yang ada di dalam website) Di Indonesia, sehingga nantinya orang luar negerilah yang akan membeli content itu.

    Penghargaan
    2005, 2006: The best Indonesian Communities versi Alexa.com dan Wikipedia.
    2008: Oleh Microsoft : KASKUS Web Site that recognized as Indonesia Inovative Top Web Site (2008)
    2009: Oleh Indosat : KASKUS - The Online Inspiring Award 2009

    Sumber, Wikipedia
                    KasKus

    Adi Rahman Adiwoso - Penemu Teknologi Baru dalam Telepon Bergerak Berbasis Satelit

    Adi Rahman Adiwoso lahir di Yogyakarta, 26 Juli 1953. Mengenyam pendidikan tinggi di Bachelor of Science dari purdue University, USA (1975) dan Master of Science Bidang Aeronautika dan Astronautika, California Institute of Technology, USA. Ia magang di bagian perakitan satelit Hughes Aircraft, salah satu kontraktor pertahanan internasional terbesar yang basisnya ada di California. Setelah 8 tahun berkerja Adi pulang ke tanah kelahirannya, Yogyakarta. Berbekal keahliannya dia lantas menghasilkan teknologi sekaligus produk baru yang belum pernah ada di pasaran dunia. Teknologi ini memungkinkan komunikasi handphone mampu dilakukan di mana saja. Meski jaringan kabel belum menjangkau dan telepon seluler konvensional kehilangan sinyal, sistem telekomunikasi temuannya akan tetap “on”.

    Satelit Garuda-1 diluncurkan Pada bulan Februari 2000, menempati lintasan imajiner yang terletak 36.000 km di atas permukaan bumi.Ini adalah surprise untuk dunia telekomunikasi, tidak hanya Indonesia, tapi juga dunia terlonjak kaget.  Kenapa dunia tercengang dengan kemampuan Indonesia, karena pada waktu itu bisa dikatakan seluruh satelit telekomunikasi dunia diluncurkan pada orbit rendah yaitu 600-1.000 km dan menengahnya 7.000-10.000 km. Satelit-satelit ini juga punya kelemahan. Pertama, daya jangkaunya yang terbatas. Padahal untuk bisa meliput sebelah belahan dunia membutuhkan sekitar 60 satelit rendah atau 12 satelit berorbit menengah. Kelemahan lainnya adalah pengoperasian sistem telekomunikasi satelit pada telepon bergerak kala itu pesawatnya tidak praktis. Bayangkan perangkat telepon bergerak yang digunakan berkomunikasi via satelit punya ukuran hampir segedhe koper untuk traveling. Pengoperasiannya juga memerlukan stasiun bumi, berupa antena parabola berdiameter satu meter. Pelepasan satelit Garuda-1 ke atas langit tentu saja menambah gengsi politik dan ekonomi.

    Di samping sistem FSS (Palapa dan Telkom), Indonesia menjadi salah satu negara pengguna dan pemilik satelit terbesar di kawasan Asia.Inovasi buatan Adi tak hanya memperluas cakupan satelit, tetapi juga memperkecil dimensi pesawat telepon bergerak berbasis satelit. Daya pancar yang dimiliki satelit Garuda-1 bisa mencapai 10 kw. Karenanya sinyal Garuda-1 bisa diterima dengan handphone yang sekaligus merupakan stasiun bumi. Jaringan telepon satelit yang menginduk ke Garuda-1 itu selanjutnya dikemas dengan brandmerk Byru. Kinerja telepon ini sangat bergantung pada Garuda-1, di mana pengendali pengontrol satelitnya ada di Pulau Batam. Di situ juga dibangun pusat kendali jaringan (Network Control Center-NCC), yakni pengatur arus percakapan dengan panel pengaturnya. Dalam temuannya ini Adi memang tidak sendirian, ia menjalin kerja sama dengan beberapa pihak. Misalnya ia membikin satelitnya ditempat ia pernah bekerja, Hughes Aircraft. Sementara handphone R190-nya dipesan ke pabrik handphone terkenal Ericsson, Swedia.

    Sumber, ais-zakiyudin.blogspot.com

    Jacob Perkins - Pencipta Kulkas

    Jacob Perkins (9 Juli 1766 - 30 Juli 1849) adalah seorang Anglo-Amerika penemu , insinyur mekanik dan fisika . Lahir di Newburyport, Massachusetts , Perkins adalah magang ke tukang emas . Dia segera membuat dirinya dikenal dengan berbagai penemuan mekanis berguna dan akhirnya harus dua puluh satu Inggris Amerika dan sembilan belas paten .

    Yakub pergi ke sekolah di Newburyport sampai ia berusia 12 dan kemudian magang ke tukang emas di Newburyport bernama Davis. Mr Davis meninggal tiga tahun kemudian dan Yakub (hanya lima belas) melanjutkan usaha pembuatan manik-manik emas dan menambahkan pembuatan gesper sepatu. Ketika ia berusia dua puluh satu dia dipekerjakan oleh master dari Massachusetts mint untuk membuat mati untuk koin tembaga mencolok, ini adalah persen bantalan elang dan India sebuah.
    Yakub menikah pada 11 November, 1790 untuk Hannah Greenleaf Newbury dan mereka memiliki sembilan anak.

    Tahun 1790 pada usia 24 di Byfield, dia menciptakan mesin untuk memotong dan pos kuku. Pada 1795 dia diberikan paten untuk mesin ditingkatkan nya kuku dan memulai bisnis manufaktur kuku di Sungai Powwow di Amesbury, Massachusetts .

    Dia menciptakan beberapa pelat baja terbaik (seperti dicatat dari bahasa Inggris Engravers) untuk ukiran, dan memulai sebuah bisnis percetakan dengan pemahat Gideon Fairman. Mereka mulai dengan buku-buku sekolah (Tangan Menjalankan, delapan halaman), dan mata uang juga membuat yang tidak dipalsukan. Pada tahun 1809 ia membeli teknologi stereotip (pencegahan tagihan palsu) dari Asa Spencer, dan terdaftar paten, dan kemudian dipekerjakan Asa Spencer.

    Selama Perang 1812 dia bekerja pada militer untuk membuat meriam. Dia juga mulai bekerja pada kompresi air dan menciptakan bathometer atau piezometer untuk mengukur kedalaman laut dengan tekanannya.

    Pada 1816 ia pindah ke Philadelphia dan bekerja pada tenaga uap dengan Oliver Evans , dan sekaligus mendirikan toko percetakan dan tawaran pada pencetakan mata uang untuk Bank Nasional Kedua di Philadelphia. Dengan mitra bisnis percetakannya, Gideon Fairman, mereka dipekerjakan Asa dan pergi ke Inggris di Charles Heath 's mendesak dalam upaya untuk memenangkan hadiah £ 20.000 untuk "catatan unforgable". Mereka mendirikan toko di Inggris, dan menghabiskan bulan pada mata uang misalnya, masih pada layar saat ini. Sayangnya untuk mereka, Sir Joseph Banks berpikir bahwa "unforgable" juga tersirat bahwa penemu harus bahasa Inggris oleh kelahiran. Sir Joseph Banks penerus masa depan memberikan kontrak kepada perusahaan percetakan Inggris dimulai dengan Charles Heath . Mereka membuat beberapa buku dan mata uang kemudian dan prangko. Perangko mereka adalah prangko pertama preglued diketahui. Juga bersamaan, saudara Yakub menjalankan bisnis percetakan Amerika, dan mereka membuat uang di paten keselamatan kebakaran penting. Charles Heath dan Jacob Perkins bekerja sama dan secara independen pada beberapa proyek secara bersamaan. Jacob Perkins membeli teknologi tertentu, dan dipatenkan sendiri di beberapa negara, dan mempekerjakan para penemu benar (seperti yang terjadi dengan Asa Spencer dan Oliver Evans).

    Dia juga memiliki paten untuk teknologi pemanas dan penyejuk udara.

    Jacob Perkins dan Charles Heath memiliki keberhasilan bisnis, tetapi juga mengalami kesulitan keuangan, tetapi biasanya tidak pada saat yang sama. Pembukuan untuk bisnis cetak mereka menunjukkan dua saham yang dipinjam dari bisnis, dan dijual bolak-balik bila diperlukan dalam setiap dan semua usaha bisnis, dan menyimpan catatan rinci. Hubungan profesional berakhir ketika Yakub anak mertua, Yosua Butters Bacon, dibeli pangsa Charles Heath dari bisnis percetakan bersama mereka, yang kemudian menjadi Perkins Bacon .

    Perkins membuat beberapa inovasi baru yang penting dalam teknologi pencetakan, termasuk ukiran pelat baja baru. Dengan menggunakan piring dia membuat dikenal baja pertama terukir buku Amerika Serikat (Tangan Menjalankan, buku sekolah, 8 halaman masing-masing). Ia kemudian membuat mata uang bagi Bank Boston, dan kemudian untuk Bank Nasional.

    Kualitas mata uang bank Amerika Nya menarik perhatian dari Royal Society yang sibuk mengatasi masalah catatan Inggris massal dipalsukan. Pada tahun 1819 ia pergi ke Inggris dengan rencana untuk ukiran uang kertas pada baja. Contoh catatan yang ditampilkan ke Royal Society presiden Sir Joseph Banks . Mencetak Inggris catatan akhirnya terbukti sukses dan dilakukan oleh Perkins dalam kemitraan dengan pengukir-penerbit Inggris Charles Heath dan Fairman rekannya Gideon. Bersama-sama mereka membentuk kemitraan Perkins, Fairman dan Heath. Heath dan Perkins juga mendapat dukungan dari saudara-saudara mereka. Perkins, Fairman dan Heath kemudian berganti nama, ketika anaknya mertua, Yosua Butters Bacon, dibeli Charles Heath dan perusahaan ini kemudian dikenal sebagai Perkins, Bacon . Perkins Bacon memberikan uang kertas untuk banyak bank, dan negara-negara asing dengan prangko . produksi Stamp mulai untuk pemerintah Inggris pada tahun 1840 dengan hitam 1d dan 2d perangko biru, yang tergabung tindakan anti-pemalsuan dalam bentuk dari latar belakang rumit diproduksi dengan cara mesin mawar , penemuan Perkins.

    Dia membuat tekanan eksperimental tinggi uap mesin bekerja pada tekanan sampai 2000 psi, tetapi ini tidak praktis untuk teknologi manufaktur dari waktu, meskipun konsep-temannya kembali abad kemudian. Pada 1827 ia menjadi orang pertama di Inggris menggunakan mesin uap Uniflow . Sebuah lokomotif di Timur Selatan Kereta Api diubah menjadi sistem Uniflow pada tahun 1849, meskipun tidak diketahui yang ide ini.

    Perkins diterapkan sistem tabung Hermetik nya (lihat di bawah) untuk lokomotif uap boiler dan sejumlah lokomotif menggunakan prinsip ini dibuat pada tahun 1836 untuk London dan South Western Railway . Ini adalah contoh yang sangat awal dari sebuah lokomotif uap tekanan tinggi .

    Kontribusi utamanya untuk fisika terletak pada percobaan di mana ia membuktikan kompresibilitas air dan diukur dengan sebuah piezometer dari penemuan sendiri. Ia menjadi terlibat dalam tuntutan hukum dan harus menutup pabrik mesinnya, 1829-30, masuk ke kemitraan dengan putra keduanya (lihat di bawah), pembuatan dan instalasi pemanas sentral sistem menggunakan nya tabung kedap udara prinsip. Dia juga meneliti pendinginan mesin setelah menemukan dari penelitiannya dalam pemanasan yang cair amonia menyebabkan efek pendinginan.

    Pada tahun 1832 Perkins mendirikan Galeri Nasional Sains Praktis di Adelaide Street, Barat Strand, London . Ini ditujukan untuk menunjukkan penemuan modern. Sebuah fitur populer adalah uap senjatanya, yang tidak menemukan bersama dengan militer.

    Perkins dikreditkan dengan paten pertama untuk pendinginan uap-kompresi siklus, ditugaskan pada tanggal 14 Agustus 1834 dan berjudul, "Peralatan dan sarana untuk memproduksi es, dan dalam cairan pendingin." Idenya datang dari penemu lain Amerika, Oliver Evans , yang dikandung dari ide pada tahun 1805 tetapi tidak pernah dibangun kulkas. Paten Perkins, X6662, diberikan sesaat sebelum terjadi kebakaran di USPTO , sehingga teks paten mungkin tidak masih ada. Paten yang sama diberikan di kedua Skotlandia dan Inggris secara terpisah.

    Dia pensiun pada 1843 dan meninggal di London pada tanggal 30 Juli 1849, pada 84 tahun. Ia dimakamkan di Pemakaman Kensal Hijau di London.

    Anak keduanya, Angier Maret Perkins (1799-1881), juga lahir di Newburyport, pergi ke Inggris pada 1827, dan dalam kemitraan dengan ayahnya (yang kemudian mengambil alih bisnis di kematian yang terakhir). Cucunya, Loftus Perkins (1834-1891), sebagian besar hidup yang dihabiskan di Inggris, bereksperimen dengan aplikasi untuk mesin uap dari uap pada tekanan yang sangat tinggi, pada tahun 1880 membangun kapal pesiar, Antrasit tersebut.


    Sumber, Buku 50 Tokoh Penemu
                  Wikipedia
     

    PK Ojong - Pendiri Kompas

    Peng Koen Auw Jong yang kemudian lebih dikenal dengan nama PK Ojong (Petrus Kanisius Ojong) adalah salah satu pendiri Kelompok Kompas – Gramedia. Dia merupakan seorang jurnalis yang berpikir mulia. Baginya idealisme tak boleh berjalan sendirian, tapi harus didampingi kecerdasan, kepiawaian berusaha, dan watak nan indah.

    Meskipun sudah meninggal sejak tahun 1980, PK Ojong dikenal dengan kerja kerasnya selama masa hidupnya. Sebagai kuli tinta, sejak awal usia 30-an, PK Ojong sudah dihadapkan pada pilihan rumit, berpena tajam atau dibredel. Rasanya, mustahil menjadi jurnalis idealis. Beruntung dia punya ‘penasihat spiritual’ berhati emas yang banyak memberinya pelajaran.

    Sejak lahir di Bukit Tinggi, 25 Juli 1920, dengan nama Peng Koen Auw Jong, Ojong sudah dikaruniai hal-hal tak terkira. Sang ayah, Auw Jong Pauw, sejak dini giat membisikkan kata hemat, disiplin, dan ketekunan di telinganya. Jong Pauw yang petani di Pulau Quemoy (sekarang wilayah Taiwan) selalu memimpikan kehidupan yang lebih baik. Maka dia merantau ke Sumatera, tepatnya di Sumatera Barat.
    Meski sudah menjadi juragan tembakau, trilogy hemat, disiplin, dan ketekunan tetap dipegang oleh keluarga ini yang terdiri dari 2 istri dan 11 anak. Istri pertama Jong Pauw meninggal setelah melahirkan anak ketujuh. Ojong sendiri merupakan anak sulung dari istri kedua. Saat Ojong kecil, bisa dibilang mereka keluarga kaya. Di Payakumbuh yang jumlah mobilnya  sepuluh.

    Sampai akhir hayat, Ojong selalu memegang perkataan ayahnya. Dia selalu menghabiskan nasi di piring dan tidak pernah menyentong nasi lebih dari yang kira-kira dapat dihabiskan. Bahkan setelah menjadi bos Kompas – Gramedia, Ojong tak berubah. “Uang kembalian Rp 25,- pun mesti dikembalikan kepada papi,” cerita putri bungsunya, Mariani.

    Namun ia tak pelit pada orang atau badan sosial yang benar-benar membutuhkan, bahkan rela menyumbang sampai puluhan juta dolar. Ojong berdisiplin tinggi dan serius. Saat bersekolah di Hollandsch Chineesche School (HCS, sekolah dasar khusus warga Cina) Payakumbuh, Ojong banyak bertanya. Di rumah, dia suka bertanam. Jika adik-adiknya belum mandi sebelum pukul 17.00 maka dia akan menyeret mereka ke kamar mandi.

    Kakak-kakak (tiri)-nya menganggap dia sebagai ‘orang dewasa’. Ia memang terlihat cepat matang dan senang ngobrol dengan orang dewasa di kedai kopi. Di Hollandsche Chineesche Kweekschool (HCK, sekolah guru) dia gemar membaca koran dan majalah. Dia malah sampai menelaah cara penulisan dan penyajian gagasan.

    Ojong masuk Katolik dengan nama baptis Andreas. Semasa kuliah hukum, dia dikenal sering terlalu serius menanggapi segala hal. Awal karirnya dimulai sebagai seorang guru sebelum dia menjadi seorang jurnalis. Karir gurunya berakhir ketika Jepang menyerang Indonesia dan menutup semua sekolah yang ada saat itu.
    Sebagai jurnalis, dia juga bekerja untuk Star seminggu kali, majalah Malaysia. Selama itu juga, dia mempunyai kesempatan untuk bekerja dengan Felix Tan.

    Walau sejak di HCK Meester Cornelis dia sudah mulai menulis, pekerjaan pertama Auwjong adalah guru. Mudah dimengerti karena HCK memang sekolah calon guru. Dia memilih HCK karena biayanya murah. Kebetulan, kondisi keuangan keluarganya sepeninggal sang ayah tahun 1933 tidak terlalu baik.Selulus HCK pada Agustus 1940, ia mengajar di kelas I Hollandsch Chineesche Broederschool St. Johannes di kawasan Jakarta Kota. Saat Jepang menyerbu Hindia Belanda, sekolah-sekolah ditutup. Seperti guru-guru lain, Auwjong kehilangan mata pencaharian. Tamatlah kariernya di bidang pendidikan. Waktu bergulir, Auwjong makin lihai memainkan pena. Kepercayaan besar datang, menyusul pengangkatannya sebagai redaktur pelaksana Star Weekly. Di tengah kesibukan mencari berita, dia menyempatkan diri menimba ilmu di Rechts Hoge School (RHS), kini Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

    Dia juga aktif membantu kegiatan berbau sosial yang diadakan Sin Ming Hui (kini Candra Naya), perkumpulan sosial yang didirikan Khoe Woen Sioe dan Injo Beng Goat. Sin Ming Hui didirikan untuk menyalurkan ketidakpuasan mereka pada para pemuka Tionghoa yang tua-tua dan kaya-raya. Khoe dan Injo merasa para pemuka itu tidak membela orang-orang yang diwakilinya. Khoe dan Injo dikenal sebagai duo antikomunis. Injo Beng Goat bahkan pernah berpidato di corong RRI, menganjurkan golongan Tionghoa selalu mendukung RI. Kelak, Sin Ming Hui menjadi pencetus lahirnya sejumlah organisasi sosial, di antaranya RS Sumber Waras dan Universitas Tarumanegara, Jakarta.

    Tahun 1951, Auwjong lulus RHS. Ia segera diangkat menjadi pemimpin redaksi Star Weekly. Ia meminta para ahli menulis tentang masalah yang hangat. Saat Amerika meledakkan bom hidrogen, misalnya, Auwjong mencari orang yang bisa menjelaskan secara populer kepada pembaca. Agar ceritanya tidak terlalu ilmiah, dia menyiapkan dulu pertanyaan-pertanyaan yang lazim muncul di benak awam, kemudian menerjemahkan keterangan rumit si ahli tadi. Auwjong sangat ahli dalam soal seperti ini. Sebagai pengasuh rubrik tetap, dipilih mereka yang benar-benar ahli. Umpamanya, ruang pajak diasuh Mr. Sindian Djajadiningrat, Direktur Jenderal Iuran Negara saat itu. Sedangkan Prof. Poorwo Soedarmo, dokter ahli gizi yang memperkenalkan konsep "Empat Sehat Lima Sempurna", mengasuh ruang gizi.

    Auwjong termasuk kutu buku. Buku hariannya penuh judul buku, tanggal, dan harga pembeliannya. Bahkan, selama perjalanan berangkat atau pulang kantor pun ia memelototi bacaan. Dari koleksi bukunya, tercermin luasnya minat Auwjong. Mulai yang berbau hukum, sejarah, kesenian, kesusasteraan, kebudayaan, sosiologi, sains, jurnalistik, filsafat, cerita kriminal, psikologi, tanaman, kesehatan, hingga buku masakan. Cerita tentang Perang Eropa dan Pasifik yang dimuat Star Weekly tahun 1950-an merupakan buah kesukaan Auwjong membaca. Sebagai pimpinan majalah yang cukup disegani, Auwjong tak bisa menutup mata dari aktivitas berbau politik. Akhir 1953, dia termasuk orang yang prihatin pada nasib golongan Tionghoa peranakan yang terancam kehilangan kewarganegaraan Indonesianya.


    Waktu itu, pemerintah membuat RUU yang menganggap peranakan Tionghoa di Indonesia memiliki kewarganegaraan rangkap. Kalau mau menjadi WNI, mereka harus aktif menolak kewarganegaraan RRC. Aturan ini sangat tidak menguntungkan buat peranakan Tionghoa yang tinggal di pelosok dan tidak terpelajar. Puncaknya, dalam pertemuan di Gedung Sin Ming Hui, berkumpul sejumlah tokoh peranakan Tionghoa, di antaranya Siauw Giok Tjhan, Tan Po Goan, Tjoeng Tin Jan, Tjoa Sie Hwie (keempatnya angota parlemen), Yap Thiam Hien, Oei Tjoe Tat. Mereka membentuk panitia yang bertugas meneliti masalah kewarganegaraan Indonesia bagi keturunan Tionghoa dengan Siauw Giok Tjhan, (anggota parlemen) menjadi ketua. Panitia ini juga melahirkan Badan Permusyawaratan Kewarganegaraan Indonesia (Baperki). Bersama sembilan tokoh peranakan Tionghoa lainnya (di antaranya Injo Beng Goat dan Onghokham) dia menandatangani pernyataan berisi dukungan terhadap proses asimilasi, namun mengimbau agar prosesnya berjalan tanpa paksaan.

    Pada saat bersamaan, isi Star Weekly makin menasional. Kalau tadinya edisi khusus hanya untuk menyambut Tahun Baru Imlek, maka kemudian ada edisi Idul Fitri, 17 Agustus, bahkan hari Kebangkitan Nasional. Sampai tahun 1958, tirasnya sudah 52.000; angka yang mengesankan. Itu berkebalikan dengan nasib Keng Po. Pada 1 Agustus 1957, surat kabar antikomunis itu diberangus pemerintah tanpa alasan jelas. Namun bisa diduga, pembredelan ini tak lepas dari peran PKI yang saat itu besar pengaruhnya di pemerintahan. PT Keng Po mengubah nama menjadi PT Kinta (kependekan dari kertas dan tinta).

    Itu sebabnya, Auwjong jadi makin hati-hati. Rubrik "Gambang Kromong" yang berisi sentilan dihilangkan. Sedangkan "Timbangan" berganti nama menjadi "Intisari". Benar, Star Weekly tak luput dari peringatan. Rubrik "Tinjauan Luar Negeri", misalnya, kerap dianggap menyentil kebijakan luar negeri Indonesia. Puncaknya, Auwjong dipanggil pihak yang berwenang. Satu kalimat yang ia ucapkan sekembali dari sana ialah, "Wij zijn dood, "Kita semua mati". Seisi kantor terdiam. Pemerintah tak pernah menyebut dengan jelas alasan penutupan majalah bertiras 60.000 (hingga nomor terakhir, 7 Oktober 1961) itu.

    Meski dibredel, Auwjong dan para karyawan tetap masuk seperti biasa. Khoe Woen Sioe, direktur Keng Po dan pimpinan Star Weekly berusaha menyalurkan mereka ke unit usaha lain. Khoe sadar, kepandaian sebagian besar anak buahnya cuma tulis-menulis dan cetak-mencetak. Maka, didirikanlah PT Saka Widya yang menerbitkan buku-buku. Sejak itu, Auwjong punya jabatan baru, direktur perusahaan penerbitan buku.


    Saat PT Kinta dilanda kemunduran tahun 1963, Auwjong dan  Jakob Oetama menerbitkan majalah yang diniatkan untuk membebaskan masyarakat dari keterkucilan informasi. sejak awal 1960-an, Auwjong dan Jakob keduanya sama-sama menjadi pengurus Ikatan Sarjana Katolik Indonesia. Juga pernah sama-sama jadi guru dan punya minat besar pada sejarah. Seperti Star Weekly, Intisari melibatkan banyak ahli. Di antaranya ahli ekonomi Prof. Widjojo Nitisastro, penulis masalah-masalah ekonomi terkenal Drs. Sanjoto Sastromihardjo, atau sejarawan muda Nugroho Notosusanto. Saat itu, pergaulan Auwjong sudah sangat luas. Dia berteman baik dengan Goenawan Mohamad, Arief Budiman, Soe Hok Gie, dan Machfudi Mangkudilaga.


    Namun dia memulai perjuangannya dengan mendirikan Intisari bersama Jacob Oetama, J. Adisubrata, dan Irawati pada 17 Agustus 1963. Intisari kemudian disebut-sebut sebagai ‘ibu susu’ dari Kompas yang lahir dua tahun sesudahnya. Ojong pernah sampai harus mengucapkan permintaan maaf atas ketidakmampuan redaksi memberikan yang terbik untuk pembacanya. Masa riuhnya Gestapu / PKI tahun 1965, sempat membuat media massa yang diasuh Ojong goyang, namun mereka dapat bangkit kembali. Seperti Star Weekly, ia hitam-putih dan telanjang, tanpa kulit muka. Ukurannya 14 X 17,5 cm, dengan tebal 128 halaman. Logo "Intisari"-nya sama dengan logo rubrik senama yang diasuh Ojong di Star Weekly. Edisi perdana yang dicetak 10.000 eksemplar ternyata laris manis.

    Kira-kira dua tahun umur Intisari, Ojong dan Jakob menerbitkan Harian Kompas. Saat itu, hubungan antara Intisari dan Kompas mirip-mirip Star Weekly dan Keng Po. Saling membantu, berkantor sama, bahkan wartawannya pun merangkap. Setelah beberapa pengurus Yayasan Bentara Rakyat bertemu Bung Karno, beliau mengusulkan nama "Kompas". Pengurus yayasan - I.J. Kasimo (Ketua), Frans Seda (Wakil Ketua), F.C. Palaunsuka (Penulis I), Jakob Oetama (Penulis II), dan Auwjong Peng Koen (bendahara) - setuju. Mereka juga menyepakati sifat harian yang independen, menggali sumber berita sendiri, serta mengimbangi secara aktif pengaruh komunis, dengan tetap berpegang pada kebenaran, kecermatan sesuai profesi, dan moral pemberitaan. Sesuai sifat Auwjong yang selalu merencanakan segala sesuatunya dengan cermat, kelahiran Kompas disiapkan sematang mungkin.

    Soalnya, modal awal mereka cuma Rp 100.000,-, sebagian uang Intisari. Maka, 28 Juni 1965 terbit Kompas nomor percobaan yang pertama. Setelah tiga hari berturut-turut berlabel percobaan, barulah Kompas yang sesungguhnya beredar. Seperti di Intisari, karena alasan politis, nama Auwjong tak dicantumkan di jajaran redaksi. Intisari dan Kompas membuat Ojong bersemangat. Pagi-pagi, sebelum pukul 06.30, dia sudah menjemput para karyawan dengan Opel Caravan. Di perjalanan, Auwjong biasa mengajak mereka mengobrol. Pukul 07.00 Ojong sudah di kantor. "Jangan datang pukul sembilan, kalau ingin karyawan datang pukul tujuh," cetusnya. Tapi Kompas sendiri awalnya sering terlambat terbit hingga dijuluki komt pas morgen (besok baru datang). Ketika terjadi peristiwa G30S/PKI, Ojong dan Jakob harus mengambil keputusan di saat paling krusial. Pelaku kudeta baru mengeluarkan ketentuan, setiap koran yang terbit harus menyatakan kesetiaan. "Jakob, kita tidak akan melakukannya. Sama saja ditutup sekarang dan mungkin juga menderita sekarang atau beberapa hari lagi," tegas Ojong.

                                                                                    Pilihan ini terbukti benar karena upaya PKI gagal total. Tanggal 6 Oktober, semua koran yang tak pernah menyatakan setia pada upaya kup boleh terbit kembali. Keruan saja, dalam kondisi langka koran, Kompas mulai dilirik. Beberapa hari kemudian, saat koran-koran mapan terbit kembali, banyak pembaca tetap membeli Kompas, karena telanjur mencintai surat kabar yang baru mereka kenal ini. Ojong tidak pernah berambisi membuat korannya bertiras paling tinggi. "Biar orang lain saja yang oplahnya paling besar. Kita menjadi nomor dua terbesar saja," katanya. Menjelang akhir hayat, Ojong mulai sadar cara kerja orang lain tak harus sama dengannya. Tak semua orang bisa bekerja sepanjang hari tanpa berhenti sebentar pada saat-saat tertentu untuk beroleh kesegaran baru. Tak heran, kematiannya 31 Mei 1980 terasa begitu "mudah". Begitu mendadak, tanpa didahului sakit yang menyiksa. Barangkali memang cuma wartawan "lurus" yang bisa begini, meninggal dengan benda kesayangan (buku) di sampingnya.

    Meskipun Ojong telah pergi, tapi dia tidak pernah benar-benar mati. Ojong mempunyai enam anak, empat di antaranya adalah laki-laki.

    Sumber, Forum.vivanews.com
                  mail.ebahana.com
                  myquran.org
                  suprichusnul.multiply.com
     

    About Author

    Title 2

    Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2011. Laboratorium Blog tes - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Mas Template
    Proudly powered by Blogger